Connect with us

Film Film Film

Rudi Habibie “Terpuji” di Festival Film Bandung 2016

FILM Rudy Habibie dipilih sebagai Film Terpuji Festival Film Bandung 2016 yang baru saja rampung digelar, sabtu (24/9).

Rudy Habibie muncul sebagai pemenang, mengungguli empat film lainnya, yaitu 3, Aisyah Biarkan Kami Bersaudara, Jingga dan My Stupid Boss.

Prestasi ini melengkapi dua gelar lain yang telah dikumpulkan Rudy Habibie dalam Festival Film Bandung 2016. Keduanya, adalah Pemeran Pembantu Wanita Terpuji Film Bioskop yang diraih Indah Permatasari dan Pemeran Wanita Terpuji Film Bioskop milik Chelsea Islan.

Piala ini juga membuat Rudy Habibie sebagai pengumpul piala terbanyak dalam FFB 2016, diikuti dengan My Stupid Boss dan 3 yang masing-masing mengumpulkan dua piala.

Sementara itu di kategori televisi, Candra Kirana meraih gelar Serial Televisi Terpuji dan Dalang sebagai Film Televisi Terpuji.

Dari jajaran Aktor Terbaik FFI 2015, terpilih nama aktor Deddy Sutomo. Sedangkan predikat Aktris Terbaik diraih oleh Tara Basro.

Film Siti juga dinobatkan sebagai Film Terbaik di FFI 2015 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Senin (23/11/2015) malam. Bersama Guru Bangsa: Tjokroaminoto dan A Copy Of My Mind,film Siti juga berhasil menggondol penghargaan terbanyak.

Berikut daftar lengkap pemenang FFI 2015 :

Pengarah Artistik: Guru Bangsa Tjokroaminoto
Film Animasi: GWK
Film Dokumenter Panjang: Mendadak Caleg
Film Dokumenter Pendek: Tino Sidin Sang Guru Gambar
Perancang Busana Terbaik: Guru Bangsa Tjokroaminoto

Penata Musik: Siti
Penata Suara: A Copy of My Mind
Penyunting Gambar: Filosofi Kopi
Penata Efek Visual: Supernova
Sinematografi: Guru Bangsa Tjokroaminoto

Pemeran Anak: Aria Kusumah (Pendekar Tongkat Emas)
Pemeran Pendukung Wanita: Christine Hakim (Pendekar Tongkat Emas)
Pemeran Pendukung Pria: Mathias Muchus (Toba Dreams)
Pemeran Utama Wanita Terbaik: Tara Basro (A Copy Of My Mind)
Pemeran Utama Pria Terbaik: Deddy Sutomo (Mencari Hilal)
Sutradara Terbaik: Joko Anwar (A Copy Of My Mind)

Film Terbaik: Siti
Penulis Skenario Asli Terbaik: Eddie Cahyono (Siti)
Penulis Skenario Adaptasi Terbaik: Jenny Jusuf (Filosofi Kopi)
Lifetime Achievement: George Kamarullah

 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Film Film Film

Raisa dan Isyana Sarasvati Ramaikan “Ayat Ayat Cinta 2”

NAMA Raisa, Rossa dan Isyana Sarasvati juga dilibatkan dalam film Ayat-Ayat Cinta 2 (AAC 2) selain Fedi Nuril serta Dewi Sandra dan Tatjana Saphira.

Ketiganya dipercaya sebagai pengisi soundtrack film tersebut.

“Tiga diva ini rencananya Rossa, Raisa sudah siap lagunya, juga Isyana Sarasvati. Nanti Kamis press conference,” kata Manoj Punjabi, produser flm Ayat Ayat Cinta 2 di MD Place, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (24/10/2017).

Dipilihnya Raisa, Rossa, dan Isyana Sarasvati, kata Manoj, lantaran mereka memiliki kredibilitas tinggi dalam dunia musik. Sebelumnya, Manoj juga menyebut nama Krisdayanti.

Saya lihat lagu ini, empat-empatnya ini bakal jadi hits. Nanti pokoknya tunggu saja. Pasti masuk ke filmnya akan kami jahit. Nanti tunggu satu persatu pokoknya,” jelas Manoj.

CEO MD Place itu juga memastkan para pengisi AAC 2 bukan sekadar pemanis.

“Mereka (Raisa, Isyana Sarasvati, Rossa dan Krisdayanti) nyanyinya bukan sekadar tempelan ya. Pertimbangan khusus, pemilihannya siapa yang terbaik, mereka bisa all out. Diva-diva ini semua oke. Jadi itu semangat antusias Ayat Ayat Cinta tinggi,” tandas Manoj.

Ayat Ayat Cinta 2 sendiri bakal tayang perdana di bioskop pada 21 Desember 2017 mendatang.

(*/yur)

 

 

Continue Reading

Film Film Film

“Murder on The Orient Express” dalam Film

PENGGEMAR kisah misteri masa lalu, pasti mengenal pengarang Agatha Christie dan salah satu karya fenomenalnya berjudul Murder on the Orient Express.

Kisah yang ditulis di tahun 1934 tersebut disebut-sebut sebagai kisah misteri terbaik di dunia.

Nah, kabar baiknya, Anda kini bisa menyaksikan interpretasi dari kisah tersebut sebagai film di layar lebar.

Murder on the Orient Express bercerita tentang misteri pembunuhan di kereta Orient Express. Di kisah ini Christie kembali menampilkan detektif terkenalnya, Hercule Poirot untuk membongkar pembunuhan tersebut.

Yang membuat kisah ini begitu menonjol dibandingkan kisah Christie yang lain adalah pelaku pembunuhan dan metode pembunuhan yang begitu unik.

Sebagai salah satu kisah Christie yang begitu terkenal, ini bukan kali pertama kisah tersebut diadaptasi menjadi film. Sebelumnya Murder on the Orient Express pernah diadaptasi menjadi serial televisi dengan David Suchet sebagai Hercule Poirot.

Ide mengadaptasi film ini di zaman modern dikemukakan oleh 20th Century Fox di tahun 2013. Tak lama berselang, Fox menunjuk aktor dan sutradara Kenneth Branagh sebagai sutradaranya.

Beberapa waktu kemudian beredar kabar bahwa Branagh juga akan memerankan tokoh Hercule Poirot. Kalau dilihat dari rekam jejaknya, Branagh memang aktor berbakat yang berkali-kali mendapat nominasi Oscar.

Foto : Tangkapan layar Youtube

Namun, kalau dibandingkan dengan tokoh Hercule Poirot yang berkebangsaan Belgia dan bertubuh kecil, rasanya kurang pas.

Setelah beberapa tahun hanya menjadi wacana, film ini kembali ramai diperbincangkan saat muncul di Festival Film Cannes 2017. Murder on the Orient Express terbukti menjadi film yang bertabur banyak bintang, sebut saja Penelope Cruz, Judi Dench, Johnny Depp, Daisy Ridley, dan Leslie Odom Jr.

Foto : imgur

Dilihat dari jajaran aktrisnya, tampaknya pihak produser ingin membuat film ini kaya ‘warna’, dengan mempekerjakan aktor dan aktris kulit berwarna. Jika ditilik dari kisah asli karangan Christie, kisah ini hanya menghadirkan tokoh kulit putih yang berasal dari Swedia, Italia, dan Inggris.

Sementara untuk latar belakangnya sendiri, film ini masih mempertahankan latar Inggris di abad ke-20. Jadi bisa dipastikan Anda akan melihat busana-busana klasik di tahun tersebut.

Meskipun berlatar belakang klasik, ada satu hal yang agak menganggu saat menyaksikan trailer terbaru dari film ini. Apalagi kalau bukan soundtrack yang dinyanyikan oleh group rock, Imagine Dragons.

Sepertinya musik rock kurang sesuai menjadi lagu OST dari sebuah film yang berlatar belakang abad ke-20, ya.

(*)

 

Continue Reading

Film Film Film

92 Negara Bersaing untuk Oscar Kategori Bahasa Asing

SEBANYAK 92 negara bersaing merebut penghargaan Oscar untuk film berbahasa asing terbaik menurut Academy of Motion Picture Arts and Sciences.

Di antara kandidat yang mengikuti persaingan tahun ini ada “First They Killed My Father” karya Angelina Jolie dari Kamboja, “BPM (Beats Per Minute)” garapan Robin Camillo dari Prancis, “The Insult” yang disutradarai oleh Ziad Doueiri dari Lebanon serta film “Thelma” karya Joachim Trier dari Norwegia.

Film seni satir asal Swedia “The Square”, yang disutradarai oleh Ruben Ostlund dan secara mengejutkan menjadi pemenang Festival FilmCannes tahun ini, juga termasuk salah satu kandidat Oscar menurut siaran kantor berita AFP.

Nominasi penerima Academy Awards ke-90 akan diumumkan pada 23 Januari dan upacaranya akan digelar pada 4 Maret di Hollywood.

Selain itu ada film dari negara-negara yang pertama kali ikut seperti Haiti (“Ayiti Mon Amour”), Republik Demokratik Rakyat Laos(“Dearest Sister”) dan Suriah (“Little Gandhi”).

Mengutip Antara, pemenang Oscar kategori film berbahasa asing terbaik tahun lalu adalah “The Salesman” karya sutradara asal Iran Asghar Farhadi.

Farhadi memboikot upacara penyerahan penghargaan karena Presiden Donald Trumpmelarang visa bagi warga tujuh negara mayoritas Muslim, termasuk Iran, untuk masuk ke Amerika Serikat.

(*)

 

Continue Reading

Trending