Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Bareskrim Polri Temukan Brankas Ekstasi di Klab Malam Batam
    10 menit lalu
    Info Cuaca, BMKG Perkirakan Kota Batam Diselimuti Awan Tebal
    8 jam lalu
    “Berkarya untuk Negeri”: Mobil Hias RW 20 Cipta Permata Ikut Ramaikan Pawai Pembangunan Kota Batam
    24 jam lalu
    THM di Batam Digerebek Bareskrim! 32 Orang Diamankan di Tengah Dugaan Pesta Narkoba
    1 hari lalu
    KSOP Larang Pompong Bersandar di Pelabuhan Sri Bintan Pura
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    52.835 Siswa Baru SD-SMP di Batam Dapat Seragam Dari Pemko Batam
    1 hari lalu
    Waduk Nongsa Menyusut 2,5 Meter, BP Batam Siapkan Langkah Darurat
    1 hari lalu
    Krisis Tenaga Pendidik di Batam
    1 hari lalu
    14
    Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 1)
    2 hari lalu
    1.225 Pelari Padati Dekranasda Fun & Run 2026 di Tanjungpinang
    2 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    3 minggu lalu
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    4 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    1 bulan lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    1 bulan lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    6 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Berakhirnya Tanjungpinang sebagai kota Dollar di Indonesia

Editor Admin 2 tahun lalu 1.4k disimak
Pasar malam tempo dulu. F- tanjungpinangselaluterkenang.blogspot.co.id

PADA 15 Oktober 1963, Pemerintah Republik Indonesia menghapus penggunaan mata uang dollar Malaya-Singapura di Tanjung Pinang, Tanjung balai Karimun, Tanjung Batu atau Kawasan kepulauan Riau secara Umum.


PENGHAPUSAN ini sejalan dengan pemutusan hubungan bilateral oleh pemerintah pusat dengan Malaysia dan Singapura sebagai dampak konfrontasi dengan Malaysia. Pada hari itu untuk pertama kalinya uang Rupiah Kepulauan (uang KR.Rp) mulai beredar di Tanjungpinang sebagai “uang transisi” yang perlahan-lahan mengganti fungsi Stratit Dollar Malaya atau uang dollar sebagai alat pembayaran yang sah.

Sepuluh bulan kemudian, tanggal 1 Juli 1964 keluarnya surat Keputusan Presiden RI No. 3 tahun 1964, tentang penghentian penggunaan uang KR. Rp dan dimulainya penggunaan mata uang Rupiah seperti yang digunakan pada daerah lain di Indonesia. Kurs 1 $ Malaya-Singapura pada waktu itu diperkirakan sama dengan Rp. 3 Penghapusan mata uang Dollar ini seperti “merampas” kemakmuran masyarakat kota Tanjung Pinang atau kawasan Kepulauan Riau yang dampaknya terasa hingga sekarang.

Sudah tidak rahasia lagi setelah proklamasi kemerdekaan 1945 bahkan sebelumnya, Tanjungpinang adalah satu-satunya daerah yang paling makmur di Indonesia. Karena letak geografisnya dan pertimbangan ekonominya ini jugalah, pemerintah Republik Indonesia khusus menetapkan Tanjungpinang atau kawasan kepri secara umum sebagai daerah dollar (dollargebied); melanjutkan “tradisi” yang telah berlangsung sejak zaman Belanda.

Menengok kemakmuran Tanjung Pinang pada masa Dollar itu diukur dari kemampuan masyarakatnya membeli barang-barang mewah luar negeri waktu itu. Berdasarkan data sejarah 40% penduduk Tanjung Pinang tahun 1953 mempunyai pesawat penerima radio.

Setiap orang mempunyai jam tangan Rolex asli, setiap rumah di kota mempunyai sepeda merk Raleigh dan dikatakan juga setiap warga punya kemampuan membeli kamera merk Zeisikon yang terkenal pada tahun 50-an.

Pada zaman Dollar itu, gaji Pegawai di Tanjung Pinang berbeda dengan daerah lain. Selain beda, juga gaji dibayar dengan dollar. Gaji terendah kisaran $ 150 atau Rp. 450. Gaji yang sangat cukup untuk hidup bermewah-mewahan bagi para bujang dan gadis waktu itu.

Gaji itu jauh sangat tinggi bila dibandingkan dengan gaji pegawai pemerintah/guru di tempat lain di Indonesia tahun 50-an yang hanya puluhan Rupiah saja.

Akibatnya, Tanjungpinang menjadi incaran pegawai-pegawai pemerintah dari daerah lain. Terutama mereka yang akan memasuki masa pensiun. Karena tergiur gaji sebulan dan pensiun dibayar dengan uang dollar yang kemudian apabila dikurs-kan ke rupiah menjadi berkali lipat.

Pada zaman itu pejabat di lingkungan pemerintahan yang bertugas di Tanjung Pinang sudah terbiasa mengisap rokok merk Maspero yang diimport dari Jerman atau State Express 555 (rokok tiga lima) asal Inggris. Paling rendah, para pegawai dari golongan pejabat ini menyimpan sekotak rokok Player Navy Cut Cigarettes buatan Amerika di kantong celananya.

Sebagai pembanding, di pulau Jawa ketika itu, rokok-rokok merek Maspero dan State Ezpress (555), hanya dapat dikonsumsi oleh pejabat sekelas menteri, anggota parlemen, dan pengusaha kaya atau sederajat dengan itu. “Manis” nya kehidupan di Tanjung Pinang ini juga dirasakan oleh para kuli pelabuhan.

Cerita Paman saya ketika dia merantau dari Bukittinggi ke Tanjung Pinang yang memakan perjalanan hampir dua minggu untuk sampai ke Tanjung Pinang melalui Pekanbaru melintasi sungai Siak dengan kapal kayu kapal dagang milik warga Tionghoa, pekerjaan pertama dilakoninya adalah menjadi kuli. Upah dalam sehari waktu itu bisa membeli baju kaus cap angsa (swan) setiap hari.

Pagi hari dibeli, dan pada petang hari setelah basah karena peluh langsung dibuang. Rokoknya adalah rokok import merek Herald asal Amerika. Bahkan dari Upah itu dia bisa membeli tanah, membangun rumah dan akhirnya menjadi pengusaha.

Sejak bergantinya Dollar ke Rupiah, inilah awal kemerosotan ekonomi dan perekonomian masyarakat di Tanjungpinang atau Kawasan Kepulauan Riau secara umum. Kawasan Kepulauan Riau kemudian menjadi wilayah Provinsi Riau, tahun 70-an hingga 90-an kawasan kepulauan Riau identik dengan judi dan protistusi serta penyelundupan.

Pasang surut ekonomi membuat kawasan Kepulauan Riau jauh tertinggal dari daerah lain, bahkan dari induknya provinsi Riau. Kepulauan Riau yang kaya akan tambang mineral, minyak dan gas dijadikan “sapi perah” pusat dan daerah.

Di era reformasi, 22 September 2002 Kepulauan Riau resmi memisahkan diri dari Provinsi Riau. Perekonomian di kawasan ini mulai tumbuh.

Pulau Batam yang dulu hanya pulau tak berpenghuni, justeru menjadi ikon baru perekonomian di Kawasan ini, jauh meninggalkan Tanjung Pinang sebagai ibukota provinsi.

Ya, Tanjung Pinang kini, tentu tidak sama lagi dengan zaman dulu. Walau kita tidak mampu lagi bermewah-mewah, setidaknya jangan sampai kehilangan marwah!

(*)

Sumber : © Aswandi Syahri Syarbaini via Tanjoengpinang Jadoel - Facebook

Kaitan dulu, History, jadul, sejarah, tanjungpinang
Admin 25 April 2024 25 April 2024
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya 3 Karyawan BRI Pembobol Uang Nasabah Rp.12 Miliar Jalani Sidang
Artikel Selanjutnya JCH Embarkasi Haji Batam Mulai Berangkat ke Tanah Suci

APA YANG BARU?

Bareskrim Polri Temukan Brankas Ekstasi di Klab Malam Batam
Artikel 10 menit lalu 14 disimak
Info Cuaca, BMKG Perkirakan Kota Batam Diselimuti Awan Tebal
Artikel 8 jam lalu 109 disimak
“Berkarya untuk Negeri”: Mobil Hias RW 20 Cipta Permata Ikut Ramaikan Pawai Pembangunan Kota Batam
Artikel 24 jam lalu 203 disimak
52.835 Siswa Baru SD-SMP di Batam Dapat Seragam Dari Pemko Batam
Pendidikan 1 hari lalu 89 disimak
THM di Batam Digerebek Bareskrim! 32 Orang Diamankan di Tengah Dugaan Pesta Narkoba
Artikel 1 hari lalu 136 disimak

POPULER PEKAN INI

Cuaca Panas Masih Terasa di Batam, Waspadai Hujan Angin dan Petir
Artikel 6 hari lalu 499 disimak
Amsakar Lantik 2 Pejabat Eselon II, Geser Ratusan ASN di “Babak Pertama” Rotasi 2026
Artikel 6 hari lalu 479 disimak
Persib Bandung Jumpa Persebaya Surabaya di Final Piala Presiden 2026
Sports 7 hari lalu 454 disimak
BP Batam Dukung Pemerintah Pusat: Penataan Lahan & Laut Harus Ada Kepastian Hukum
Artikel 6 hari lalu 389 disimak
Diduga Terjadi Pengavelingan Laut di Teluk Tering, BP Batam Verifikasi Alokasi Lahan 28 Perusahaan
Artikel 2 hari lalu 300 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?