Hubungi kami di

Ini Batam

381 Ribu Anak Batam Ditargetkan Ikut Imunisasi MR

Mike Wibisono

Terbit

|

Ilustrasi (Foto: Vancitybuzz)

SEBANYAK 381.106 anak berusia 9 bulan-15 tahun menjadi sasaran program imunisasi Measles Rubella (MR) di Kota Batam.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Tjetjep Yudiana mengatakan jumlah ini mencapai lebih 60 persen dari total sasaran imunisasi MR di Kepri sebanyak 608.124 anak.

“Imunisasi MR ini akan dilaksanakan Agustus sampai September. Di sekolah pada 1-31 Agustus. Dan di Posyandu untuk anak di atas 9 bulan sampai pra sekolah, pada bulan September,” tutur Tjetjep dalam Pencanangan Imunisasi MR tingkat Provinsi Kepri di SDN 001 Sagulung Kota Batam, Rabu (1/8).

Ada 4.635 pos imunisasi MR di seluruh kabupaten/kota di Kepri, termasuk di dalamnya sekolah. Khusus di Batam jumlahnya sebanyak 1.902 pos imunisasi.

Tjetjep mengatakan pelaksanaan imunisasi MR ini akan dilakukan oleh 3.389 vaksinator bersertifikat serta 396 supervisor. Pemerintah menyiapkan 79.816 vial logistik vaksin dan 746.473 alat suntik.

“Campak dan rubella ini merupakan penyakit yang sangat mudah menular. Apabila disertai komplikasi dapat menyebabkan kematian. Oleh sebab itu pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella pada tahun 2020,” kata Tjetjep memaparkan latar belakang program imunisasi MR ini.

BACA JUGA :  HUT BP Batam | "49 Tahun BP Batam Membangun Untuk Negeri"

Terkait adanya imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kepri untuk menunggu sertifikat halal vaksin, Tjetjep mengatakan itu bukan kewenangannya.

Dinas Kesehatan hanya melaksanakan tugas yang diperintahkan Presiden melalui Kementerian Kesehatan.

Hal senada juga diungkapkan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun. Menurutnya sebagai pemerintah daerah, tugasnya adalah melaksanakan perintah dari pimpinan tertinggi negeri.

“Selagi ada perintah dari Presiden, Menteri, kita laksanakan. Ini program nasional. Untuk anak-anak kita. Ini demi kemanusiaan. Tidak perlu khawatir. Kita harap imunisasi berjalan lancar. 2030 kita dapat bonus demografi, kalau tidak dikemas dari sekarang tentu bonus ini tidak akan bisa dimanfaatkan,” kata Nurdin.

 

(*)

 

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook