KANTOR Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam terus melakukan pemantauan intensif di lokasi musibah terbaliknya kapal tugboat TB ASL Mega di galangan PT ASL Shipyard Indonesia.
Selain membantu proses evakuasi korban, petugas juga memastikan tidak terjadi pencemaran laut serta menjaga keselamatan pelayaran di sekitar lokasi kejadian.
Kepala Kantor KSOP Khusus Batam, M. Takwim Masuku, mengatakan langkah penanganan yang dilakukan bertujuan menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim.
“Prioritas utama saat ini adalah melakukan evakuasi korban dan memastikan tidak adanya pencemaran di sekitar galangan. Kami juga memastikan keamanan pelayaran bagi kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian,” ujar Takwim dalam keterangan resminya, Minggu (8/03/2026).
Untuk mendukung penanganan di lapangan, KSOP Khusus Batam mengerahkan kapal patroli KNP 376 dan RBB RB-002 ke lokasi galangan PT ASL Shipyard Indonesia.
Kapal patroli tersebut membantu proses evakuasi sekaligus melakukan pengamanan di area perairan sekitar kejadian.
Selain itu, KSOP juga terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait guna memastikan penanganan berjalan lancar.
“Hingga saat ini kami masih terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi erat dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” katanya.
Penanganan tersebut dilakukan untuk memastikan aktivitas pelayaran di sekitar kawasan galangan tetap berjalan aman serta mencegah potensi dampak lingkungan akibat insiden tersebut.
Sebagaimana yang diketahui, insiden kapal terbalik terjadi pada Jumat (6/03/2026) sekitar pukul 15.30 WIB di area jetty PT ASL Shipyard Indonesia.
Kapal TB ASL Mega yang berfungsi sebagai kapal assist internal di kolam dock galangan dilaporkan terbalik saat membantu manuver kapal MV Kyparisia.
Kapal tersebut diketahui diawaki lima orang kru. Akibat kejadian itu, tiga orang kru dilaporkan meninggal dunia, sementara dua lainnya selamat.
Korban meninggal dunia yakni Abdul Rahman (59) yang bertugas sebagai nakhoda, warga Tiban, Batam; Guntur Pardede (59) selaku chief officer, warga Tiban Lama, Batam; serta Jhonson Bertuahman (47), warga Tembesi, Batam.
Sementara dua kru yang selamat adalah M. Habib Anyari (20) yang bertugas sebagai chief engineer asal Langkat dan Yusup Tangkin (57) yang menjabat second engineer asal Samarinda. (*)


