KAPAL motor (KM) Makmur Jaya dilaporkan terbalik di perairan Pulau Merapas, Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri).
Sebanyak 9 orang penumpang yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan dalam kondisi selamat.
“Operasi SAR membuahkan hasil positif ketika kapal KM Haili menemukan 9 korban yang berada di sekoci tersebut, pada Senin (9/03/2026) malam,” jelas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, Selasa (10/3/2026).
Fazzli menyebutkan, seluruh korban kemudian dievakuasi menuju Dermaga Kampung Bugis, Tanjungpinang, dan disambut oleh KN SAR 209 Tanjungpinang untuk penanganan lebih lanjut.
“Dengan ditemukannya seluruh penumpang, total 29 orang kru KM Makmur Jaya dinyatakan selamat dalam insiden ini,” ujarnya.
Sebelumnya, KM Makmur Jaya dilaporkan terbalik di perairan Pulau Merapas, Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri). Dalam insiden tersebut, sebanyak 20 anak buah kapal (ABK) berhasil diselamatkan, sementara 9 orang lainnya sempat dalam pencarian tim SAR.
“Kami menerima laporan kejadian tersebut pada Minggu (8/3) sekitar pukul 21.05 WIB dari agen kapal bernama Lago,” tambah Fazzli.
Kronologi kejadian bermula saat KM Makmur Jaya berangkat dari Kampung Bugis, Tanjungpinang menuju Pulau Pengibu pada Sabtu (7/03/2026) pukul 14.00 WIB.
Namun pada Minggu (8/03/2026) sekitar pukul 04.00 WIB, kapal dihantam gelombang tinggi hingga menyebabkan kapal miring dan akhirnya terbalik di perairan Pulau Merapas.
“Kapal tersebut dilaporkan mengalami kecelakaan di koordinat 01°00.584’N – 105°19.255’E, atau sekitar 90 mil laut dari Dermaga Sekupang, Batam,” ujarnya.
Fazzli menyebutkan, dari informasi yang diterima setelah kapal terbalik, sebanyak 20 ABK bertahan di atas badan kapal yang terbalik. Sementara 9 ABK lainnya sempat naik ke sekoci penyelamat, namun kemudian terpisah dari kapal utama.
“Proses evakuasi awal dilakukan oleh kapal yang melintas di sekitar lokasi, yakni KM Sinar Abadi, pada Minggu sekitar pukul 11.00 WIB,” ujarnya.
Kapal tersebut berhasil menyelamatkan 20 ABK yang bertahan di badan kapal dan membawa mereka ke Pelabuhan Kijang, Kabupaten Bintan.
“Saat itu, 20 korban dinyatakan selamat dan tengah dalam tahap penggalian informasi, sementara 9 ABK yang berada di sekoci penyelamat masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian,” ujarnya.
Tim SAR yang mendapat laporan pada Minggu (8/03/2026) malam langsung melakukan koordinasi dengan berbagai unsur terkait, mulai dari Pos AL Kijang, Polsek Bintan Timur, BPBD Bintan, Polairud Bintan, hingga Pos AL Berakit.
“Pada Minggu malam sekitar pukul 21.30 WIB, Tim Rescue Pos SAR Batam bersama kru KN SAR Purworejo 101 yang berjumlah 22 personel diberangkatkan menuju lokasi kejadian kecelakaan,” ujarnya.
“Tim SAR tadi malam sudah melakukan pencarian. Sekitar pukul 06.30 WIB pagi tadi kembali melakukan penyisiran intensif untuk mencari 9 ABK yang masih hilang,” ujarnya. (*)


