DINAS Perhubungan (Dishub) Kota Tanjungpinang masih terus berupaya meningkatkan layanan bus sekolah gratis agar bisa membantu kebutuhan transportasi pelajar di wilayah Tanjungpinang. Saat ini keberadaannya masih kurang diminati.
Kepala Dishub Tanjungpinang, Boby Wira Satria, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyusun dan menetapkan rute-rute yang dinilai strategis untuk menjangkau sekolah-sekolah yang berada di pinggiran kota.
Menurut Boby, operasional bus sekolah telah diarahkan ke sejumlah area, termasuk wilayah Senggarang, kawasan kampung-kampung, hingga menuju Simpang Sungai Timun.
Ia menambahkan bahwa armada bus sekolah yang disediakan memiliki kapasitas yang cukup. Dalam satu kali perjalanan, bus tersebut dapat mengangkut lebih dari 20 siswa.
Meski demikian, Boby mengungkapkan adanya kendala terkait jumlah pelajar yang menggunakan layanan tersebut. Menurutnya, minat pelajar masih belum stabil dan cenderung rendah.
“Kadang busnya terisi penuh, tetapi di waktu lain justru sepi,” ucapnya.
Rendahnya minat penggunaan bus sekolah, lanjut Boby, dipengaruhi oleh kebiasaan sebagian masyarakat Tanjungpinang yang masih lebih mengandalkan kendaraan pribadi, terutama sepeda motor, untuk aktivitas sehari-hari.
Ia menilai jarak antar wilayah yang relatif dekat membuat sebagian pelajar merasa lebih mudah menggunakan motor sendiri dibanding menunggu bus sesuai jadwal.
“Karena jaraknya tidak terlalu jauh, mereka menganggap naik motor lebih praktis daripada menunggu bus sekolah,” jelasnya.
(nes)


