DALAM dua hari terakhir, beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Batam mengalami kekosongan bahan bakar minyak nonsubsidi jenis Pertamax atau RON 92. Kondisi ini terjadi di beberapa titik, termasuk Sagulung, Batuaji, Batam Center, Bengkong, hingga area sekitar Simpang K Square.
Kelangkaan Pertamax membuat sejumlah konsumen mengeluh karena SPBU yang seharusnya menyediakan Pertamax RON 92 justru hanya memiliki Pertamax Turbo yang harganya lebih tinggi. Akibatnya, sebagian pengendara terpaksa membeli bahan bakar alternatif meskipun harus membayar lebih mahal.
Seorang petugas SPBU di Batam Kota menyampaikan bahwa sejak kemarin tidak ada pengiriman Pertamax. “Kosong, Bang. Dari kemarin belum ada pengiriman. Yang tersedia hanya Pertamax Turbo,” ucapnya.
Keluhan juga disampaikan warga yang mengaku kesulitan mendapatkan Pertamax selama beberapa hari terakhir. Mereka menyebut stok Pertamax di SPBU tertentu sudah habis, sehingga yang tersedia hanya Pertamax Turbo dengan selisih harga yang cukup terasa. Menurut salah seorang warga, perbedaan harga bisa mencapai sekitar Rp7 ribu, sehingga muncul pertanyaan mengenai penyebab keterlambatan distribusi.
Kepala Cabang Pertamina Wilayah Kepulauan Riau, Bagus Handoko, membenarkan adanya keterlambatan penyaluran Pertamax ke beberapa SPBU di Batam. Bagus menjelaskan bahwa gangguan pasokan dipicu kendala sandar kapal pengangkut BBM di Pelabuhan Kabil. Ia menyebut keterlambatan tersebut hanya dialami oleh sejumlah SPBU karena adanya persoalan teknis dan regulasi terkait proses sandar kapal.
Meski distribusi Pertamax mengalami hambatan, Pertamina memastikan stok bahan bakar alternatif seperti Pertalite dan Pertamax Turbo tetap tersedia. Bagus juga menyatakan kendala distribusi telah diselesaikan setelah mendapat dukungan dari BP Batam selaku pengelola pelabuhan.
Pertamina menyebut penyaluran BBM kembali normal mulai hari ini, setelah masalah tersebut dinyatakan tuntas pada 8 Mei melalui dukungan BP Batam.
(dha)


