KELANGKAAN minyak goreng subsidi merek Minyakita yang sempat terjadi di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan mulai menemui titik terang. Sebanyak 8.800 dus Minyakita dilaporkan telah tiba secara bertahap di Pelabuhan Kijang, Bintan, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.
Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok (Adibapok) Tanjungpinang-Bintan, M. Sadmi Al Qayum, mengungkapkan bahwa hilangnya Minyakita dari sejumlah ritel dipicu oleh pemotongan alokasi dari pabrik hingga 50 persen akibat kendala teknis listrik padam di Medan. Selain itu, proses pemuatan kapal yang memakan waktu dua hingga tiga minggu turut memperparah keterlambatan pasokan.
Menyikapi kondisi tersebut, Adibapok bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) untuk meminta dispensasi penambahan kuota angkut.
“Kami langsung koordinasi dengan Pemprov Kepri untuk dispensasi penambahan kuota angkut. Alhamdulillah, izin penambahan kuota disetujui dari yang sebelumnya 6.000 ton menjadi 12.000 ton,” sebut Sadmi.
Saat ini, ribuan dus minyak goreng tersebut sudah masuk ke gudang penyimpanan setelah sempat terkendala cuaca hujan saat proses pembongkaran pada Sabtu lalu. Pasokan ini juga mulai didistribusikan ke ritel-ritel di wilayah Tanjungpinang, Bintan, hingga merambah ke Karimun dan Lingga.
Pengawasan Ketat Terhadap HET
PASKA terpenuhinya ketersediaan barang, Adibapok kini mengalihkan fokus pada stabilitas harga di tingkat pedagang. Sadmi menegaskan tidak boleh ada spekulasi atau permainan harga di pasar karena komoditas ini berada di bawah pengawasan ketat. Masyarakat pun diimbau segera melapor jika menemukan pedagang yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Di sisi lain, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Tanjungpinang, Riany, menjelaskan bahwa kelangkaan Minyakita sejatinya merupakan fenomena nasional yang tidak hanya terjadi di Tanjungpinang.
Menurut Riany, ada dua faktor utama dari pemerintah pusat yang memengaruhi kondisi ini, yaitu Kenaikan Harga Bahan Baku: Terjadinya lonjakan harga pada bahan baku kemasan plastik dan Pengurangan Produsen; danya beberapa produsen Minyakita yang kontrak produksinya tidak diperpanjang oleh pemerintah pusat.
(nes)


