BERDASARKAN data pada laman resmi SPMB Kepulauan Riau, sebanyak 15.104 calon murid mendaftar ke jenjang SMA negeri se-Kepri.
Sementara itu, jumlah pendaftar SMK negeri mencapai 16.443 orang. Ribuan calon murid tersebut kini menunggu proses verifikasi dan validasi berkas yang berlangsung mulai 16 hingga 25 Juni 2026.
Di Kota Batam persaingan masuk sekolah negeri pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 berlangsung ketat. Jumlah pendaftar SMA dan SMK negeri membludak hingga jauh melampaui daya tampung yang tersedia.
Hasil seleksi dijadwalkan diumumkan secara serentak pada 29 Juni 2026 sesuai petunjuk teknis SPMB yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
Khusus di Kota Batam, daya tampung SMA negeri tahun ini mencapai 9.388 siswa yang tersebar di 29 sekolah. Sedangkan SMK negeri menyediakan kuota 8.840 siswa di 14 sekolah.
Meski menjadi daerah dengan daya tampung terbesar di Kepri, jumlah tersebut belum mampu mengimbangi tingginya minat masyarakat terhadap sekolah negeri.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Wilayah Batam, Kasdianto, mengatakan tingginya jumlah pendaftar menunjukkan sekolah negeri masih menjadi pilihan utama masyarakat. Namun, konsentrasi pendaftar masih terpusat pada sejumlah sekolah favorit.
“Persentasenya memang lebih tinggi di Batam. Persoalan yang masih ada adalah keinginan masyarakat masuk ke sekolah tertentu seperti SMKN 1, SMKN 5, atau SMA Negeri 1. Padahal masih ada pilihan sekolah lain yang lebih dekat,” ujarnya.
Menurut Kasdianto, sistem SPMB dirancang untuk menciptakan pemerataan peserta didik di seluruh sekolah negeri. Karena itu, calon murid yang tidak lolos di sekolah tujuan utama berpeluang ditempatkan ke sekolah lain yang masih memiliki kuota.
“Ini yang nanti akan diatur sistem untuk pemerataan. Kita berharap peserta maupun orang tua dapat menerima apabila nantinya ditempatkan di sekolah lain yang masih memiliki kuota,” katanya.
Ia mengakui jumlah pendaftar SMA dan SMK negeri di Batam secara keseluruhan telah jauh melampaui kapasitas yang tersedia. Bahkan kelebihan pendaftar diperkirakan mencapai lebih dari 50 persen dibanding daya tampung sekolah negeri saat ini.
Di tengah tingginya animo masyarakat, kemungkinan penambahan kuota hingga kini belum menjadi pembahasan.
Kasdianto menjelaskan jumlah rombongan belajar dan daya tampung yang telah ditetapkan dalam Rencana Daya Tampung (RDT) sudah terdaftar pada sistem Kementerian Pendidikan dan menjadi dasar pengisian Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Kalau ditambah nanti bisa bermasalah dengan Dapodik karena RDT yang ada saat ini sudah terdaftar di kementerian. Jadi sampai sekarang belum ada pembahasan mengenai penambahan kuota,” tegasnya.
Dengan kondisi tersebut, proses verifikasi dan validasi berkas yang tengah berlangsung menjadi tahapan krusial sebelum hasil akhir diumumkan pada 29 Juni mendatang.
Masyarakat diimbau terus memantau perkembangan melalui laman resmiĀ SPMB KepriĀ dan bersiap terhadap kemungkinan penempatan di sekolah yang masih memiliki daya tampung.Ā
(*/Batampos)


