TERKAIT pawai dukungan keberlangsungan program Makan Bergizi Gartis (MBG) yang melibatkan ratusan anak-anak sekolah SD dan SMP serta guru-gurunya pada Minggu (21/06/2026) lalu, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad enggan memberikan penjelasan secara detail masalah tersebut.
Saat wawancara dengan sejumlah awak media di gedung DPRD Kota Batam, Rabu (24/06/2026), Amsakar menyampaikan, akan mendalami lagi terkait hal tersebut.
Menurutnya, persoalan tersebut perlu dibicarakan lebih lanjut dengan Dinas Pendidikan dan tidak perlu langsung disimpulkan sebagai bentuk eksploitasi anak.
“Saya ingin katakan bahwa soal ini kan biasalah kalau ada perbedaan tafsiran. Ada yang setuju, ada yang tidak setuju. Karena polarisasi ini kan memang selalu ada di media sosial kita, selalu muncul.. Menurut saya itu nggak perlu jugalah menjadi sedemikian menjadi problem. Ada yang setuju, ada yang tidak setuju itu sudah biasa, seluruh kebijakan itu siapapun yang membuta ada yang pro ada yang kontra,” ungkap Amsakar Achmad, kepada sejumlah awak media.
Terkait dugaan adanya eksploitasi anak di dalam pawai MBG, Amsakar menilai harus dibuktikan dengan gejala-gejala yang mendukung tudingan tersebut.
“Jadi juga jangan gegabah lah memakai istilah eksploitasi,” katanya.
Saat awak media meminta komentar terkait adanya anggota DPRD Batam dari Fraksi Gerindra dalam pawai yang melibatkan anak sekolah dan melakukan orasi politik dikegiatan tersebut, Exofficio Kepala BP Batam ini enggan menjawab secara jelas, ia hanya menjawab singkat dan meminta pembahasan tema lain.
“Udah, tema yang lain aja, saya coba dalami lagi sama Kadisdik,” pungkasnya sambil berlalu dari kerumunan awak media.
Sebagaimna yang diketahui, ratusan siswa SD dan SMP di Batam mengikuti pawai dukungan terhadap program MBG. Peserta yang didominasi pelajar datang dengan mengenakan atribut sekolah masing-masing dan didampingi guru.
Mereka juga membawa berbagai macam alat peraga seperti poster dan karton yang berisi dukungan terhadap kelanjutan MBG. Sebagian siswa juga datang menggunakan kendaraan yang telah disiapkan menuju lokasi kegiatan.
Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, membantah kegiatan itu sebagai bentuk mobilisasi siswa.
Menurut dia, pawai tersebut digelar setelah Disdik menerima keluhan dari orangtua terkait penghentian sementara program MBG.
“Dalam kesempatan ini kami melaksanakan pawai sebagai bentuk dukungan agar tata kelola yang dianggap bermasalah dapat diperbaiki,” kata Hendri.
Hendri juga menyebut tidak ada instruksi dari pihak lain untuk menggerakkan massa. Ia mengklaim Disdik hanya memfasilitasi aspirasi dari orangtua siswa dan satuan pendidikan.
“Tidak ada instruksi dari pihak lain. Ini dalam rangka menindaklanjuti keluhan orangtua,” ujarnya.
(*)


