SEBANYAK 2.950 calon siswa di Batam belum dapat kursi di sekolah negeri untuk tahun ajaran 2026/2027. Jumlah itu terdiri dari 1.741 siswa SD dan 1.209 siswa SMP yang dinyatakan tidak lolos SPMB.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Batam Surya Makmur Nasution menyebut, penyebab utamanya bukan hanya daya tampung penuh. Mayoritas calon siswa gugur karena berkas administrasi tidak lengkap atau tidak sesuai jalur.
“Masih banyak orang tua yang belum paham syarat di tiap jalur SPMB. Akibatnya berkas tidak memenuhi syarat, anak jadi tidak lolos,” kata Surya Makmur, Selasa (30/06/2026) dikutip dari Batampos.
Salah Berkas Jadi Penyebab Terbanyak
Surya merinci kesalahan yang paling sering terjadi di setiap jalur:
- Jalur Afirmasi: Banyak keluarga sebenarnya masuk kriteria, tapi lupa melampirkan bukti penerima PKH atau bansos. Ada juga berkas yang kurang lengkap.
- Jalur Prestasi: Sertifikat lomba yang diunggah belum dilegalisir induk cabang olahraga atau instansi berwenang.
- Jalur Domisili: KK belum memenuhi masa berlaku minimal 1 tahun.
- Jalur Mutasi: Tidak menyertakan surat mutasi dari daerah asal.
“Masih pakai KK kampung halaman. Seharusnya ada surat mutasi rayon,” ujarnya.
Data Disdik mencatat lebih dari 25 ribu akun dibuat untuk SPMB. Tapi yang lanjut daftar hanya sekitar 22 ribu.
“Artinya ada sekitar 3.000 akun yang tidak lanjut daftar atau gugur di sistem,” jelas Surya.
Kuota SD Negeri Batam Masih Ada
Meski 2.950 siswa belum diterima, Surya memastikan kursi sekolah negeri masih tersedia. Dari 98 SD negeri di Batam, belum ada yang penuh 100%.
“Orang tua yang gugur di jalur domisili bisa daftar lagi ke sekolah negeri yang kuotanya masih ada. Penempatan diatur Disdik sesuai sisa kuota, orang tua tidak bisa pilih sekolah sendiri,” tuturnya.
Pemko Batam memberi kesempatan kedua bagi calon peserta didik yang belum lolos tahap awal, selama daya tampung masih ada.
“Ini kebijakan yang baik. Setelah tidak lolos jalur domisili, mereka masih bisa mendaftar lagi sepanjang kuota tersedia,” pungkas Surya.
(*/Batampos)


