GENERASI muda dari berbagai latar belakang agama diajak untuk mengambil peran aktif dalam merespons dua tantangan global utama saat ini: penyimpangan nilai kemanusiaan dan kerusakan lingkungan. Pesan penting ini mengemuka dalam Simposium Ekologi Kaum Muda Lintas Iman yang berlangsung di Batam, Sabtu (3/10/2026).
Uskup Agung Pangkalpinang, Prof. Dr. Mgr. Adrianus Sunarko, OFM, menegaskan bahwa krisis lingkungan dan pelanggaran terhadap martabat manusia tidak dapat dipisahkan. Menurutnya, pemulihan bumi dan perlindungan hak-hak dasar manusia harus berjalan secara selaras.
“Seperti yang bisa dilihat dari kejadian beberapa dekade terakhir, dunia kita jelas sedang menghadapi dua krisis serius, dehumanisasi dan perubahan iklim,” ungkap Adrianus saat memberikan paparan dalam simposium tersebut.
Dalam simposium tersebut, Adrianus menyoroti fenomena dehumanisasi yang ditandai oleh meluasnya kekerasan dan konflik yang merenggut penderitaan masyarakat. Ia menekankan bahwa esensi ajaran agama adalah mengangkat serta menjaga martabat setiap jiwa, bukan sebaliknya.
- Penegakan Martabat: Dehumanisasi didefinisikan secara tegas sebagai segala bentuk pelanggaran atas martabat manusia.
- Peran Nilai Keagamaan: Ajaran spiritual harus menjadi pendorong utama rasa saling menghormati, bukan landasan untuk membenarkan tindakan melukai atau merugikan sesama.
Menjaga Alam, Menyelamatkan Manusia
SELAIN masalah sosial-kemanusiaan, ancaman ekologis akibat eksploitasi alam secara masif juga menjadi perhatian utama. Fenomena pemanasan global, bencana alam, hingga cuaca ekstrem yang tak menentu merupakan dampak nyata yang kini dirasakan masyarakat luas.
Mengacu pada deklarasi bersama antara Paus Fransiskus dan Imam Besar Nasaruddin Umar pada 5 September 2024 tentang kerukunan umat beragama demi kemanusiaan, Adrianus mengajak setiap pemeluk agama untuk menggali nilai belas kasih dan solidaritas dari tradisi masing-masing.
Melalui kolaborasi antar-umat beragama, penanganan krisis ekologi diharapkan tidak hanya menyelamatkan lingkungan hidup, tetapi sekaligus menjaga keberlangsungan dan kelayakan hidup manusia di bumi.
(dha)


