MENYUSUL insiden pemadaman total listrik (blackout) yang melumpuhkan aktivitas warga dan dunia usaha di Batam, Bintan, serta Tanjungpinang pada Senin (12/10/2026), Bareskrim Mabes Polri mengerahkan tim khusus ke lapangan untuk menyelidiki penyebabnya.
Langkah cepat ini diambil untuk menjawab tanda tanya besar publik sekaligus memastikan tidak ada unsur kelalaian atau faktor kesengajaan yang memicu kelumpuhan infrastruktur vital tersebut.
Sejak kedatangannya di Batam, tim investigasi gabungan langsung bergerak menyambangi sejumlah objek vital penyedia daya. Salah satu titik krusial yang digeledah dan diperiksa secara intensif adalah gardu listrik Sei Harapan yang terletak di kawasan Sekupang, Batam.
Kepala Bareskrim (Kabareskrim) Mabes Polri, Komjen Pol Asep Safrudin, secara terbuka mengonfirmasi pengerahan personelnya ke wilayah Kepri. Tidak tanggung-tanggung, proses penyelidikan ini turut melibatkan keahlian khusus dari tim forensik Mabes Polri guna menganalisis jejak teknis dan fisik di balik gangguan masif tersebut.
“Kita turun untuk membuka fakta yang sebenarnya terkait peristiwa blackout di Batam,” sebut Asep.
Di tengah proses investigasi yang masih bergulir, aparat penegak hukum mengimbau masyarakat luas di Batam, Bintan, dan Tanjungpinang agar tidak mudah terpancing oleh berbagai asumsi liar yang beredar. Mengingat luasnya dampak pemadaman yang merugikan sektor publik dan bisnis, informasi yang belum terverifikasi dikhawatirkan dapat memicu kepanikan atau kesalahpahaman sosial.
Pihak kepolisian menekankan agar publik menahan diri untuk tidak menyebarkan spekulasi maupun narasi menyesatkan di ruang digital.
(dha)


