Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Di Balik Ambisi Indonesia dan Sorotan Global Pembangunan Pusat Data
    2 jam lalu
    Polisi Amankan Tiga Kerabat Korban Kekerasan Seksual Kakak-Beradik di Bintan
    2 jam lalu
    Tiga Terduga ABK Ditangkap dan Nakhoda Kabur Usai Penyelundupan 16 Migran ke Malaysia
    3 jam lalu
    18 Wilayah Tergolong Krisis Air, BP Batam Janji Benahi
    15 jam lalu
    ABH Siapkan Tangki Air, Pekerjaan Pipa di Simpang Plamo – K Square Belum Rampung
    15 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    “Ai Djong di Tanah Merah, Kapal Purba di Soengei Djaka”
    2 jam lalu
    WALHI Soroti Risiko Ekosistem dan Krisis Air Efek Ekspansi Data Center Batam
    15 jam lalu
    Kenalkan Sejarah dan Budaya di Ranah Digital
    2 hari lalu
    Polibatam Bawa 9 Inovasi Unggulan ke The Premier Manufacturing Indonesia Series 2026
    2 hari lalu
    Timnas Indonesia Raih Tropi Internasional Sepakbola, Setelah 35 Tahun Puasa Gelar
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pohon Belian: Raksasa Kayu Besi dan Jejak Sejarahnya di Pulau Batam
    1 minggu lalu
    Pelawan Merah: Pohon Eksotis yang Menjaga Hutan Kepulauan Riau
    1 minggu lalu
    Nazief Soesiladharma (Walikota Batam Ketiga)
    1 minggu lalu
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    3 minggu lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    3 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    4 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    4 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    4 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    8 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Wilayah

Pulau Pengujan, Bintan

Editor Admin 32 menit lalu 94 disimak
Pulau Pengujan atau pulau Ujan di wilayah Bintan. Disediakan oleh GoWest.ID
  • Nama: Pulau Pengujan
  • Luas Wilayah: ± 53,35 kilometer persegi (sebagai sebuah desa).
  • Jumlah Penduduk: 1395 jiwa
  • Tata Pemerintahan: Secara administratif berstatus sebuah desa di bawah kecamatan Teluk Bintan, kabupaten Bintan

Daftar Isi
Masa laluTempat Tinggal Raja Ali HajiMasa Kini

PULAU Pengujan adalah sebuah pulau kecil yang terletak di Selat Bintan dan secara administratif masuk ke dalam wilayah Desa Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Pulau yang tenang dan asri ini menyimpan nilai sejarah Melayu yang sangat tinggi serta potensi wisata budaya yang kuat.

Secara tata pemerintahan, Pulau Pengujan masuk ke dalam status administrasi Desa. Wilayah ini dipimpin oleh seorang Kepala Desa (Kades) dan secara hierarki berada di bawah Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Masa lalu

BERDASARKAN catatan kolonial Belanda dari akhir abad ke-19 yang ditulis oleh J.G. Schot dalam laporannya yang terkenal, “Bijdrage tot de Kennis van Oud Bintan“ (Sumbangan Bagi Pengetahuan Tentang Kawasan Bintan Lama), Pulau Pengujan digambarkan sebagai kawasan yang sangat penting dalam lanskap sejarah Kerajaan Bintan Kuno.

Schot mencatat bahwa pada masa lampau, wilayah Teluk Bintan merupakan kawasan yang sangat ramai oleh interaksi para pedagang dari berbagai penjuru beserta kapal-kapalnya. Dalam konstelasi geografis tersebut, Pulau Pengujan yang terletak tepat di hadapan teluk menjadi titik strategis yang sangat penting sejak masa Kerajaan Bintan Kuno (era pra-Islam), jauh sebelum berdirinya Kesultanan Malaka, Johor, hingga Riau-Lingga.

Hubungan antara Pulau Pengujan dengan memori kolektif Kerajaan Bintan Kuno sangat mendalam. Terutama jika menilik teks klasik Sulalatus Salatin (Sejarah Melayu) serta catatan perjalanan para peneliti botani dan kolonial Belanda abad ke-19.

Dalam narasi sejarah Melayu Kuno, Pulau Pengujan dan wilayah Selat Bintan merupakan bagian dari teritori inti Kerajaan Bintan (Bentan) Kuno. Kerajaan ini kala itu dipimpin oleh seorang ratu legendaris bernama Wan Sri Beni (Permaisuri Kuripan). Dalam sebuah legenda di ‘Sejarah Melayu’ rombongan bangsawan Bintan menjemput Sang Nila Utama (Sri Tri Buana) saat mengetahui kedatangannya dari bukit Siguntang melalui wilayah ujung pulau Pengujan yang saat itu disebut Tanjung Rangas (Roengoes).

Situs makam panjang di pulau Pengujan. © F. Ist.

Sementara itu, dalam catatan ahli botani terkenal asal Belanda, Johannes Elias Teijsmann (J.E. Teijsmann) yang melakukan ekspedisi di Bintan pada tahun 1872, ia mencatat keberadaan sebuah makam kuno. Oleh masyarakat setempat masa itu disebut “Makam Keramat Panjang”. Teijsmann mencatat bahwa makam itu sangat dikeramatkan dan disakralkan oleh penduduk setempat. Dari hasil pengamatannya, makam panjang tersebut ditaksir telah berusia ratusan tahun sebelum masa pencatatannya tahun 1872.

Situs makam panjang di pulau Pengujan. © F. Ist.

Dalam laporannya, Teijsmann menggambarkan bahwa kawasan sekitar makam dan Pulau Pengujan saat itu masih dikelilingi oleh vegetasi yang sangat lebat dan jalur perairan yang menantang. Catatannya berfokus pada bagaimana situs keramat ini menjadi “titik jangkar” spiritual di tengah kehidupan masyarakat Melayu dan komunitas Tionghoa yang mulai mendiami alur-alur sungai di pedalaman Bintan pada masa itu.

Tempat Tinggal Raja Ali Haji

PADA paruh kedua abad ke-19, tepatnya kisaran tahun 1860-an, pulau kecil yang tenang ini juga sempat dijadikan tempat tinggal Raja Ali Haji, selain di pulau Penyengat.

Jejak kehidupan Raja Ali Haji di Pulau Pengujan terdokumentasi melalui korespondensi pribadinya dengan seorang ahli bahasa asal Jerman-Belanda, Herman von de Wall. Dalam sepucuk surat bertarikh Oktober 1862, Raja Ali Haji mengabarkan aktivitasnya di pulau tersebut:

“…kita ada sedikit lagi kerja kita di Pengujan menyudahkan pondok-pondok tempat anak-anak yang mengaji…”

Di pulau ini, Raja Ali Haji mendirikan sembilan buah pondok sederhana berdinding kajang yang ternaung di bawah rimbunnya pohon-pohon kelapa. Salah satu pondok tersebut difungsikan khusus sebagai petirahan atau kediaman pribadinya untuk menyendiri, beristirahat selama berminggu-minggu, serta melanjutkan beberapa karya tulisnya karena suasananya yang sangat damai dan asri.

Di Pulau Pengujan, ia juga melakoni peran sebagai seorang kepala keluarga dan guru.

Sebagai penasihat keagamaan, penghasilan resmi dari istana kala itu tidak selalu memadai untuk membiayai keluarga besar dan para muridnya. Sebagai solusi mandiri, Raja Ali Haji memanfaatkan kesuburan tanah Pengujan untuk bercocok tanam, memelihara hewan ternak seperti lembu (sapi) dan kambing, hingga berdagang kecil-kecilan demi menopang operasional kehidupan di sana

Masa Kini

SAAT ini, Pulau Pengujan telah menjelma menjadi sebuah desa yang dinamis tanpa kehilangan identitas kultural dan spiritualnya, menjadi perpaduan unik antara denyut pembangunan daerah dan keasrian alam pesisir.

Suasana perairan di pulau Pengujan. © Randy Project

Perubahan paling signifikan dalam lanskap Pulau Pengujan modern adalah berdirinya Jembatan Pengujan. Selesai dibangun dan diresmimenkan melalui agenda “Kenduri Rakyat”, jembatan sepanjang 280 meter ini membentang kokoh menghubungkan daratan utama (mainland) Bintan dengan area pulau (Dusun I dan Dusun II).

Sebelum adanya jembatan ini, mobilitas warga dan arus logistik sepenuhnya bergantung pada perahu penyeberangan tradisional (pompong).

Jembatan yang menghubungkan pulau Pengujan dengan daratan Bintan. © Kim Long Chee

Kehadiran jembatan ini otomatis membuka isolasi geografis, memperlancar mobilitas anak-anak sekolah, serta memangkas waktu distribusi hasil laut nelayan setempat ke pasar utama di Bintan maupun Kota Tanjungpinang. Pembangunan infrastruktur pendukung di pulau ini pun terus digulirkan lewat program semenisasi jalan desa demi menunjang aktivitas harian warga.

Sebuah rumah makan seafood di pulau Pengujan. © Randy Project

Sektor kelautan tetap menjadi napas utama perekonomian Desa Pengujan. Pulau ini dikenal luas sebagai salah satu pusat budidaya laut potensial di Kabupaten Bintan, khususnya untuk komoditas ikan kerapu dan kakap putih melalui metode Keramba Jaring Apung (KJA), serta penangkapan komoditas khas seperti seafood gonggong.

(ham)

Kaitan bintan, data, Pulau Pengujan
Admin 9 Oktober 2026 9 Oktober 2026
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Di Balik Ambisi Indonesia dan Sorotan Global Pembangunan Pusat Data

APA YANG BARU?

Di Balik Ambisi Indonesia dan Sorotan Global Pembangunan Pusat Data
Artikel 2 jam lalu 152 disimak
“Ai Djong di Tanah Merah, Kapal Purba di Soengei Djaka”
Histori 2 jam lalu 175 disimak
Polisi Amankan Tiga Kerabat Korban Kekerasan Seksual Kakak-Beradik di Bintan
Artikel 2 jam lalu 71 disimak
Tiga Terduga ABK Ditangkap dan Nakhoda Kabur Usai Penyelundupan 16 Migran ke Malaysia
Artikel 3 jam lalu 164 disimak
18 Wilayah Tergolong Krisis Air, BP Batam Janji Benahi
Artikel 15 jam lalu 197 disimak

POPULER PEKAN INI

Lila di Hulu Sungai Bere & Makam Tua Di Pengujan
Histori 4 hari lalu 612 disimak
Polibatam Bawa 9 Inovasi Unggulan ke The Premier Manufacturing Indonesia Series 2026
Pendidikan 2 hari lalu 604 disimak
Imbas Pelebaran Jalan Tengku Sulung, Pengendara Diarahkan Lewat Botania
Artikel 3 hari lalu 554 disimak
Tiga Bulan Air Mati, Ratusan Warga Nongsa Turun ke Jalan; Singgung Proyek Data Center
Artikel 4 hari lalu 545 disimak
Rapor Merah Industri Perhotelan di Tengah Tren ‘Wisata Sehari’ Batam
In Depth 5 hari lalu 545 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?