Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Singapore Airlines Tambah Frekuensi Penerbangan Singapura–Amsterdam
    15 jam lalu
    BBM Subsidi Pertalite: Siapa yang Layak dan Apa Acuannya?
    16 jam lalu
    Rasa Aman di Singapura Kini: Seperti di Kampungku Dulu
    18 jam lalu
    Semarak Idul Adha di Perumahan Bida Asri 1 Batam
    19 jam lalu
    Polda Kepri Hentikan Kasus Kecelakaan Maut WNA Tiongkok Lewat RJ
    21 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    “Kuala Dai 1872; Bertemu Sultan Riau Lingga”
    15 jam lalu
    27 Atlet Pelajar Kota Batam Ikuti Seleksi O2SN Cabor Panjat Tebing
    3 hari lalu
    Como 1907 Lolos Liga Champions Eropa, Klub Emil Audero Degradasi ke Serie B
    3 hari lalu
    Cetak Hatrick, Persib Bandung Jawara Indonesia Super League 2025/2026
    4 hari lalu
    Cadangan Air Waduk Batam Turun Tajam
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Sultan Abdul Rahman I Muazzamshah (Sultan Riau Lingga Pertama)
    4 hari lalu
    Pulau Kasu, Batam
    2 minggu lalu
    Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
    3 minggu lalu
    Data Kemiskinan di Batam Terbaru
    4 minggu lalu
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    4 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Merawat Kucing Kampung Hingga Pantas Dipelihara

Editor Redaksi 8 tahun lalu 2.2k disimak

KUCING merupakan salah satu hewan favorit untuk dipelihara.

Bentuknya yang lucu, dengan bulu halus, membuat sebagian orang jatuh cinta dengan kucing.

Apalagi kucing juga dikenal sebagai binatang yang suka diajak bermain.

Namun sayangnya, tidak sedikit juga‎ orang yang tidak menyukai binatang ini. Ada yang malah tidak segan-segan menyiksa kucing.

Seperti kucing-kucing liar atau pun kucing kampung. Melihat kucing-kucing yang penuh luka di tubuhnya tersebut, sekelompok pecinta kucing pun membangun sebuah komunitas penyelamat.

Berdiri sejak 9 Desember 2015. Komunitas bernama Cat Rescue Team (C.R.T) Batam, kerap melakukan penyelamatan masing-masing. Namun, karena keterbatasannya, mereka pun membentuk kelompok agar penyelamatan kucing lebih memadai.

“Rata-rata sudah melakukan aksi penyelamatan sendiri. Tapi yang namanya masuk ke rumah, pasti terbatas kucing yang bisa dibawa. Sementara jumlah kucing yang penuh luka itu banyak. Akhirnya kami bentuk komunitas ini, dan membuatkan shelternya,” ujar satu diantara founder Cat Rescue Team,‎ Heni Noviani kepada GoWest.ID.

Ia menyebutkan, melalui media sosial Facebook dan Instagram, para anggota CRT mengetahui dimana saja terdapat kucing dengan luka Parah. Mereka pun langsung melakukan penyelamatan, dan membawanya ke shelter.

“Dulu setiap ada kasus, kita pilih rumah member mana yang bisa dititipkan. Tapi lama-lama full juga, akhirnya kami carilah tempat untuk jadi shelter April 2016 lalu,” katanya.

Wanita yang akrab disapa Oppie itupun menjelaskan, shelter yang dibuatkan juga bukan rumah penampungan biasa. Melainkan sebagai rumah mampir ketika kucing tersebut sakit saja. Di sana, mereka akan mendapatkan perawatan, baik secara medis maupun asupan gizi dan kasih sayang.

“Harapan kami, ketika kucing-kucing masuk kemari dalam kondisi sakit, mereka bisa disembuhkan. Kemudian ada yang mengadopsinya. Kami juga membuat komunitas bukan supaya orang cuma bisa kasih tahu, itu di sana ada kucing yang perlu di rescue. Justru kami buat grup supaya, dimana ada kasusnya, siapa member yang terdekat di sana, mau mengamankan kucingnya. Lebih bagus lagi ketika sudah sembuh, dia mau mengadopsi kucingnya itu,” tuturnya.

Ia mengatakan, nyatanya cukup banyak orang yang akhirnya mengadopsi kucing-kucing malang tersebut. Atau sekedar menjadi donaturnya.

“Ada juga, meskipun misalnya matanya sudah buta. Atau yang terkena hernia. Itukan tidak sempurna. Tapi banyak juga yang cinta sama kucing seperti itu. Itulah yang membuat kami bersyukur juga,” ucapnya.

Komunitas inipun berkomitmen tidak akan menyuntik mati kucing yang mereka dapatkan. Tujuannya terbentuk komunitas ini, justru memberikan peluang lain bagi si binatang tersebut.

“Biasanya orang beranggapan, kasihanlah sakit kenapa tidak “ditidurkan” saja. Namanya rescue artinya kami mau kasih peluang lain, masa diambil untuk ditidurkan saja. Contohnya satu diantara anak kami, Mabeng, dia menderita kanker mulut. Jadi lama-lama daging dibagian mulutnya itu habis. Tapi dengan perawatan, dia masih bertahan sampai dua tahun,” tuturnya lagi.

‎Setiap kucing yang diselamatkan pun diupayakan untuk disteril dan dikebiri. Hal tersebut penting untuk menjaga kesehatan si kucing itu sendiri.

“Kami khawatir kalau tidak disterilkan, nanti banyak melahirkan, dan rahimnya bernanah atau ‎terkena virus lain. Lagipula, kalau disterilkan, mereka akan kembali seperti anak-anak. Jadi senang diajak bermain,” ucap founder lain, Lily Damaris.

Selain melalui facebook, komunikasi para anggota kitapun terbangun melalui grup what’sapp. Ia menyebutkan, komunitas ini mempunyai sembilan founder dengan enam pengurus. Serta lebih dari 4000 an member yang kebanyakan berada di Batam.

Bukan hanya menyelamatkan kucing biasa yang terluka, komunitas inipun membuka diri pada kucing-kucing ras yang mengalami hal serupa.

“Kadang ada juga pemilik yang tidak bertanggungjawab. Dan itu ada kasusnya. Pernah ada kucing ras dipukul sama tetangganya sampai matanya mengalami kebutaan. Karena sudah dianggap tidak sempurna, pemiliknya sudah tidak mau lagi,” ucap Lily.

Saat ini setidaknya ada 20 ekor kucing yang sedang mendapatkan perawatan dan menunggu orang yang tertarik untuk mengadopsinya di shelter C.R.T.

“Kami memang batasi maksimal 30 ekor di shelter. Kami juta tidak publish dimana shelternya, karena khawatir nanti ada‎ yang meletakan kucing sembarangan di sini. Kalau memang mau adopsi atau memberikan bantuan, bisa menyapa kami lewat facebook C.R.T Batam saja,” kata Lily lagi.

Bentuk Yayasan dengan berbagai Program Kerja

TIDAK hanya menyelamatkan kucing-kucing yang dalam keadaan terluka atau sakit, komunitas‎ yang juga membuat yayasan tersebut mempunyai berbagai program kerja lainnya.
“Setelah berjalan setahun, kami memang buatkan yayasan sahabat kucing terlantar. Itu tepatnya tanggal 6 Juni 2017‎. Jadi yayasan inilah yang menaungi, sehingga kami punya program kerja dan AD/ART yang jelas. Ini kami lakukan, karena memang dana yang diperlukan untuk mengobati kucing ini tidak sedikit,” ucap founder C.R.T, Aida.‎
Dalam sebulan, untuk tagihan saja sudah mencapai puluhan juta rupiah. Mulai dari sewa tempat shelter, perawatan medis kucing, asupan makanan, dan banyak lagi.
“Makanya kami ada ‎buat program usaha juga, karena kalau mengandalkan donasi saja, seberapa kuat itu,” ucapnya.
Adapun program-program kerjanya seperti street feeding, atau memberi makan kucing jalanan sebulan sekali. Arisan donasi, yakni arisan bulanan yang dilakukan member untuk diberikan kepada keperluan kucing.
“Arisannya Rp 50 ribu per orang. Nanti siapa yang tarik, dia akan jadi donatur of the month,” ucapnya.
Lalu ada juga program klenceng, atau tabung Rp 1.000 per hari, untuk disetorkan kepada yayasan setiap bulannya. Serta program member card, yang bekerjasama dengan beberapa merchant.
“Member card‎ untuk yang Platinum Rp 150 ribu, dan Gold Rp 100 ribu.‎ Jadi kami bekerjasama dengan beberapa merchant. Nanti yang beli member card, bisa dapat diskon vaksin di dokter hewan, atau diskon salon, make up artist, tempat makan dan lainnya. Nah uangnya kami buat untuk keperluan anak-anak (kucing) ini. Sedangkan merchantnya akan kami libatkan juga di setiap program kerja kami,” tuturnya.
Selain itu, ada juga program kerja membagi-bagikan pakan kepada shelter-shelter mandiri. Dengan pembentukan yayasan, mereka juga dapat memberikan bantuan pendampingan hukum terhadap kasus-kasus penelantaran atau kekerasan pada binatang, dalam hal ini kucing.
“Kalau di Jakarta sudah banyak kasus-kasusnya. Seperti yang kemarin anjing ditinggal pemiliknya di dalam mobil itu. Cuma selama ini diabaikan, karena hukumanya juga ringan kan. Nah, itupun sedang kami perjuangkan, supaya tindakan penelantaran ini bisa diberikan hukuman yang membuat efek jera”, tutup Aida.

(*/GoWest.ID)

Kaitan batam, kucing, penyelamat, top
Redaksi 12 Maret 2018 12 Maret 2018
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Pelabuhan Batuampar Jadi Prioritas Proyek Pembenahan Infrastruktur
Artikel Selanjutnya Gedung Baru RSBP Untuk Tangani Penyakit Jantung dan Otak

APA YANG BARU?

“Kuala Dai 1872; Bertemu Sultan Riau Lingga”
Histori 15 jam lalu 207 disimak
Singapore Airlines Tambah Frekuensi Penerbangan Singapura–Amsterdam
Artikel 15 jam lalu 196 disimak
BBM Subsidi Pertalite: Siapa yang Layak dan Apa Acuannya?
Artikel 16 jam lalu 221 disimak
Rasa Aman di Singapura Kini: Seperti di Kampungku Dulu
Artikel 18 jam lalu 211 disimak
Semarak Idul Adha di Perumahan Bida Asri 1 Batam
Artikel 19 jam lalu 255 disimak

POPULER PEKAN INI

Bawa Inter Milan Raih Double Winner, Cristian Chivu Perpanjang Kontrak dan Naik Gaji
Sports 6 hari lalu 809 disimak
Bintan Usulkan Perluasan Free Trade Zone ke Seluruh Wilayah
Artikel 7 hari lalu 780 disimak
Tour de Bintan 2026: Kembali Digelar dengan Identitas Baru dan Kategori UCI 1.2 Point Race
Sports 7 hari lalu 773 disimak
Perbaikan Jalan Yos Sudarso (Underpass Pelita), Sementara Jalan Difungsikan Satu Lajur
Artikel 6 hari lalu 739 disimak
Waktu SPMB Semakin Dekat, Pemko Batam Pastikan SPMB Gratis
Pendidikan 6 hari lalu 664 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?