Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Awal Musim Hujan Bergeser, BMKG Imbau Kesiapsiagaan Lintas Sektor
    13 jam lalu
    Hujan Sebentar; Batam Banjir, Mobil Warga Hanyut
    13 jam lalu
    Napak Tilas Sejarah dan Budaya Melayu di Pulau Penyengat
    20 jam lalu
    Pemko Tanjungpinang Pangkas Jumlah RT/RW; Kini Bersisa 58 RT/14 RW
    20 jam lalu
    Intip Aktivitas Ilegal Lewat Langit: 27 Jurnalis Batam Ditempa Investigasi Berbasis Satelit
    20 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Timnas Basket 3×3 Indonesia Kawinkan Gelar Juara SEABA U17 2026 di Batam
    20 jam lalu
    Batam 10K 2026 Diikuti 2.500 Pelari
    2 hari lalu
    Assiamkang; Jejak Komunitas Teochew di Belantara Batam
    3 hari lalu
    143 Siswa SMAN 5 Tanjungpinang Ikut Perkemahan Penerimaan Tamu Ambalan
    3 hari lalu
    Grup Musik No Na Buka Era Album Island Girl Lewat Lagu Star
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    10
    Pulau Pandan, Karimun
    2 hari lalu
    6
    Rumah Belah Bubung
    5 hari lalu
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    2 minggu lalu
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    2 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    8 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Catatan Netizen

Dan Akhirnya Seni Pun Tunduk pada Algoritme

Editor Admin 6 tahun lalu 1.7k disimak

Facebook mulai memperketat penyebaran konten politik di news feed di Indonesia, Kanada, dan Brasil. Bagaimana di dunia seni? Kapan algoritme ini menjadi maha kekuasaan yang mengontrol hidup? Opini Ananda Sukarlan.

Daftar Isi
Hanya menampilkan yang audiens nikmatiDidikte algoritme

Sudahkan Anda melihat video pianis Lang Lang memainkan Goldberg Variations karya J.S. Bach? Keren ya? Ya, tapi kenapa dipecah sampai puluhan video? Biasanya sih “Goldberg” dimainkan secara utuh sekitar 45 menit, karena ini memang salah satu karya terpanjang untuk piano solo.

Nah, itu karena seluruh dunia kini harus tunduk kepada maha diktator abad ini bernama “Algoritme”, bukan hanya di dunia politik, ekonomi tapi sampai seluruh bidang seni, yang sebagai musikus pun Lang Lang (dan saya serta jutaan musikus lainnya dari genre musik apapun) harus tunduk dengan Yang Dipertuan Agung ini.

Menurut Marvin Minsky (pakar Artificial Intelligence), definisi “algoritme” adalah: “seperangkat aturan yang memberitahukan kepada kita tepatnya bagaimana untuk bertindak” yang tentu berujung pada pengambilan keputusan. Keputusan ini ditimbang dari segala informasi yang kita sendiri berikan kepada media sosial kita: apa yang kita minati, orang yang sering kita hubungi, lokasi-lokasi yang kita kunjungi, dan sebagainya.

Dalam kehidupan sehari-hari, sebetulnya kita melakukan banyak proses yang bisa dikatakan suatu algoritme, misalnya: bagaimana rute untuk pergi ke kantor?

Setiap orang akan berbeda dalam menuangkan proses algoritme misalnya si A memberi input menggunakan mobil, melewati jalan tol walaupun membayar. Si B memberi info yang berbeda: naik motor, bernomor plat ganjil dsb., walaupun dengan posisi awal dan tujuan yang sama. Algoritme akan mendikte jalan mana yang harus ditempuh masing-masing, berdasarkan input mereka. Setelah kebiasaan mengambil jalan yang sama, dua orang itu akan meyakini bahwa hanya ada satu jalan ke kantor mereka, walaupun jalan itu berbeda bagi keduanya.

Mereka kemudian akan berkenalan dengan orang-orang yang “sejalan” dan kemudian saling meyakinkan bahwa jalan mereka adalah yang (tadinya) paling baik, dan (kemudian) paling benar. Inilah bagaimana algoritme membentuk komunitas, dan sayangnya komunitas itu menjadi terpecah dan terpisah dari komunitas yang lain yang berbeda pendapat, pandangan, minat dan orientasi. Dan tentu Google Maps lebih tahu di mana Anda berada daripada istri Anda!

Hanya menampilkan yang audiens nikmati

Media sosial kini hanya menampilkan konten yang sesuai dengan yang kita minati, menciptakan “filter bubbles” (“gelembung filter”). Padahal alangkah baiknya media sosial mengubah algoritme sehingga mereka bisa menunjukkan kita lebih banyak konten dari orang-orang yang berbeda pandangan dengan kita.

Kapan algoritme ini menjadi maha kekuasaan yang mengontrol hidup kita? Itu tentu “rahasia dapur” yang hanya diketahui oleh Mark Zuckerberg, Jack Dorsey (pendiri Facebook/instagram dan Twitter) dan sedikit orang lainnya, tapi saya memperkirakannya sekitar tahun 2016, sewaktu Twitter dan Instagram bergabung dengan Facebook dan YouTube di dunia algoritmik.

Diperintah oleh robot yang diprogram untuk menarik perhatian kita selama mungkin, mereka mempromosikan hal-hal yang kemungkinan besar akan kita minati dan kemudian bagikan (share) — dan kemudian melenyapkan yang lainnya. Bye-bye, feed yang menunjukkan segalanya dan semua orang yang kita follow di kronologi tak berujung di halaman home. Welcome, feed yang kita inginkan (walau kadang tidak butuhkan) yang muncul dan pasti kita akan click secara impulsif.

Sekitar tahun 2016 juga Facebook — yang news feed-nya telah diatur algoritme sejak 2009 — menyembunyikan setelan untuk beralih kembali ke “most recent“. Kelihatannya sepele, ‘kan? Kecuali, algoritme buram ini tidak hanya memaksimalkan berita tentang calon presiden atau penyanyi idola kita, tapi juga memaksimalkan semburan serangan, misinformasi, hoaks dan kemudian memicu teori konspirasi. Mereka mendorong kita lebih jauh ke dalam gelembung filter hiperpolarisasi kita sendiri.

Balik ke kasus pianis Lang Lang, algoritme YouTube melihat berapa lama penonton “tahan” menonton, dan saat ia mengunduh “Goldberg” itu (sekitar setengah tahun lalu) ternyata ada mayoritas besar yang berhenti setelah 12 menit. Itu sebabnya mahakarya ini terpaksa dipotong-potong.

Didikte algoritme

Saya mulai menulis Rapsodia Nusantara tahun 2006, sebelum tirani algoritme menguasai internet. Nomor-nomor Rapsodia baru sejak 2 tahun lalu memiliki struktur yang berbeda; tidak ada lagi “prelude” dan masih banyak hal teknis lainnya. Bagaimana saya membuat persyaratan untuk kompetisi Ananda Sukarlan Award (tahun lalu untuk piano, dan yang sedang berjalan saat ini untuk vokal) yang melibatkan ratusan musikus juga didikte oleh Tuan Algoritme itu.

Di bukunya “Homo Deus”, Yuval Noah Harari menyatakan bagaimana pikiran manusia — dipandang sebagai otoritas tertinggi pengambilan keputusan–, digantikan oleh algoritme dan data.

Algoritme kini mengenal kita lebih baik daripada kita mampu mengetahui diri kita sendiri. Dengan ini, tulis Harari, akhir dari homo sapiens mulai terlihat. Tuhan bukan lagi otoritas tertinggi oleh pikiran manusia. “Tuhan memutuskan apa yang baik atau buruk. Dengan humanisme, ini digantikan oleh emosi manusia,” jelas Harari.

Harari berpendapat, gagasan bahwa manusia itu otonom dan memiliki keinginan bebas hampir berakhir. “Di abad ke-21, otoritas akan bergeser kembali ke dunia maya, tapi tidak ke Tuhan atau para dewa. Ini akan beralih ke Microsoft, Google, dan Facebook.” Dengan semua data yang dikumpulkan oleh sejumlah perusahaan tersebut, algoritme akan dikembangkan untuk lebih memahami manusia; “(Algoritme) memahami perasaan saya lebih baik daripada saya memahami diri saya sendiri. Kemudian, semakin banyak otoritas akan beralih dari diri saya ke algoritme. “

Ini baru mulai, tapi kalau algoritme sudah mendikte seni dan budaya, yaitu ekspresi terdalam manusia, itu berarti kita sudah dikuasai penuh. Algoritme adalah hasil Kecerdasan Artifisial. Berbeda dengan manusia yang memiliki Kebodohan Alamiah yang hanya mengulang-ulang sejarah, Kecerdasan Artifisial ini terus berkembang menjadi tambah cerdas!

@anandasukarlan

Selain sebagai komponis & pianis, A.Sukarlan juga aktif sebagai blogger di Andy Skyblogger’s Log, dan membuat vlog di Youtube channelnya Ananda Sukarlan. Twitter & Instagramnya @anandasukarlan bukan hanya mengulas tentang musik, tapi masalah sosial, budaya dan politik pada umumnya. Ia membagi waktunya antara Spanyol (di rumahnya di perbukitan di Cantabria) dan Indonesia (di apartemennya di Jakarta).

Seperti dilansir dari DW Indonesia

(*)

Kaitan Ananda Sukarlan, facebook, Seni
Admin 20 Maret 2021 20 Maret 2021
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Kapan ‘Travel Bubble’ Bintan-Batam Dibuka?
Artikel Selanjutnya Pembukaan Pariwisata Batam, Nongsa Yang Pertama

APA YANG BARU?

Awal Musim Hujan Bergeser, BMKG Imbau Kesiapsiagaan Lintas Sektor
Artikel 13 jam lalu 218 disimak
Hujan Sebentar; Batam Banjir, Mobil Warga Hanyut
Artikel 13 jam lalu 394 disimak
Napak Tilas Sejarah dan Budaya Melayu di Pulau Penyengat
Artikel 20 jam lalu 155 disimak
Pemko Tanjungpinang Pangkas Jumlah RT/RW; Kini Bersisa 58 RT/14 RW
Artikel 20 jam lalu 128 disimak
Timnas Basket 3×3 Indonesia Kawinkan Gelar Juara SEABA U17 2026 di Batam
Sports 20 jam lalu 147 disimak

POPULER PEKAN INI

Meriah! Pesta Rakyat HUT ke-13 RW 20 Cipta Permata Dihadiri Camat dan Lurah
Artikel 5 hari lalu 464 disimak
Hujan Sebentar; Batam Banjir, Mobil Warga Hanyut
Artikel 13 jam lalu 394 disimak
Pemko Batam Bentuk Tim Investigasi dan Tanggung BPJS 1.025 Buruh PT Ghim Li
Artikel 6 hari lalu 365 disimak
BP Batam Dorong Industri Data Center Bangun SWRO Sendiri
Artikel 6 hari lalu 333 disimak
Tuntut Peran Walikota, Ratusan Pekerja PT Ghim Li Datangi Kantor Pemko Batam
Artikel 7 hari lalu 328 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?