Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Rupiah melemah ke Rp 16.867 per dolar AS
    26 menit lalu
    Terungkap Identitas Mayat Pria di Perairan Galang, Seorang Bendahara di RSBP Batam
    6 jam lalu
    Bahan Pokok di Tanjungpinang Menjelang Ramadan: Harga Naik, Stok Mencukupi
    18 jam lalu
    Polsek Sagulung Tangkap Dua Tersangka Pelaku Curanmor
    18 jam lalu
    Polisi Buru Pelaku Dugaan Pencabulan Anak Sekolah di Bengkong
    22 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Pengaturan Jam Operasi Tempat Hiburan Malam Selama Ramadan di Batam
    2 jam lalu
    Ziarah Kubur Jelang Bulan Ramadhan, TPU Sei Panas Ramai Dikunjungi Peziarah
    7 jam lalu
    Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H, Kamis 19 Februari 2026
    11 jam lalu
    DPRD Batam Klaim Anggaran Pendidikan Tak Terdampak Program Makan Bergizi Gratis
    18 jam lalu
    Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Batam
    18 jam lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    2 minggu lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    3 minggu lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    1 bulan lalu
    Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Batam 2025
    2 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Timur, Tanjungpinang
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    2 jam lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    2 minggu lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 minggu lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    2 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    7 bulan lalu
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Gelombang “Tolak UWTO” di Batam

Editor Admin 9 tahun lalu 2k disimak
Foto salah satu sudut kota Batam : wikipedia

SPANDUK bertuliskan “Tolak UWTO” mulai bertebaran di berbagai penjuru kota Batam. Spanduk ini muncul sejak Badan pengusahaan (BP) Batam menerapkan aturan baru tentang tarif baru Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO).

Daftar Isi
Galang Aksi PenolakanSikap pengusahaGubernur MendukungBagaimana BP Batam?

Spanduk-spanduk dengan tulisan serupa ada di pinggir jalan raya Batuaji, wilayah Sagulung, SP Plaza, Simpang Basecamp hingga di wilayah Batam Centre. Berbagai penjuru kota Batam seperti dikepung dengan spanduk berisi penolakan UWTO yang diterapkan oleh BP Batam.

Bukan hanya di jalan dan lokasi dekat perumahan, di wilayah pertokoan Nagoya, spanduk serupa juga sudah berjejer banyak di rumah-rumah toko yang sehari-hari difungsikan sebagai tempat usaha.

Gejolak ini muncul setelah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 148 Tahun 2016 dan Peraturan Kepala BP Batam 19 Tahun 2016 yang mengatur kenaikan tarif layanan lahan dan UWTO diterapkan.

Foto : Facebook
Foto : Facebook

Tidak semua warga tahu dengan kemunculan spanduk-spanduk penolakan ini. Di salah satu grup warga Batam di jejaring sosial facebook, seorang warga justru kebingungan dengan kemunculan spanduk-spanduk seperti itu di berbagai penjuru kota.

warga-tanya-spanduk-ok

warga-tanya-spanduk-ok2

Gerakan menolak UWTO melalui spanduk-spanduk yang bertebaran, sepertinya dikoordinir dengan rapi. Seorang netizen mengunggah beberapa foto yang memperlihatkan seorang pekerja yang sedang memasang spanduk serupa di salah satu sudut kota ini. Bersamanya juga banyak ditemukan spanduk serupa yang sudah siap dipasang.

Foto : Facebook
Foto : Facebook

 

Galang Aksi Penolakan

Unjuk rasa warga menolak penerapan UWTO di Batam, rencananya bakal digelar pada awal November 2016. Massa dari sejumlah ormas, LSM, dan masyarakat akan menggelar aksi unjuk rasa di Gedung BP Batam di Jalan Engku Putri Batam Centre.

“Setelah PMK 148 Tahun 2016 itu dicabut baru aksi akan kita hentikan,” ujar Edy Susilo, Koordinator Aliansi Rakyat Batam Bergerak, Senin (31/10/2016) siang.

Foto : Facebook
Foto : Facebook

Edy merupakan salah satu kelompok yanng menggalang aksi penolakan terhadap kebijakan tarif baru UWTO di Batam. Menurut Edy dilansir posmetro.co, jika aksi demo tak dihiraukan pimpinan BP Batam, pihaknya akan terus melanjutkan perjuangan sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Aksi demo menurutnya, bahkan akan berlanjut dengan tutupnya hotel-hotel dan toko-toko untuk sementara waktu.

Sementara Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kepri, Syaiful Badri Sofyan di laman batampos.co.id mengatakan secara umum kenaikan UWTO akan menambah beban penderitaan kaum buruh, apalagi kini kondisi ekonomi sedang tidak baik.

“UWTO akan memicu kenaikan biaya hidup. Hal ini, membuat semakin menurunnya daya beli kaum buruh,” kata Syaiful.

Menurut Syaiful, kenaikan UWTO untuk industri akan memicu biaya produksi para pengusaha. Alhasil pengusaha yang awalnya ingin berinvestasi malah membatalkan rencana tersebut.

“Terakhir kita dengar ada pengusaha yang membatalkan investasi, berdampak pada lapangan pekerjaan juga,” ucapnya.

Rencana aksi penolakan terhadap penerapan tarif baru UWTO ini yang akan dilakukan sejumlah elemen masyarakat ini, ternyata juga membuat resah banyak warga. terutama para pelaku usaha di kota ini.

“Saya baca berita Rabu akan demo, gimana mau aman semua toke toke takutlah kalau muncul anarkis dan mungkin kami akan tutup toko,” ujar Afung, salah satu pegawai toko elektronika  di Nagoya dilansir dari laman batamnews.co.id pada Senin (31/10/2016) siang.

Para pemilik toko mencemaskan, aksi demo yang akan dilaksanakan akan berimbas pada terhambatnya roda ekonomi. Mereka juga khawatir dengan aksi-aksi anarkis.

Aksi tersebut semakin menghangat setelah ratusan spanduk “Tolak UWTO” tersebar di sejumlah penjuru kota. sama seperti halnya di lingkungan perumahan atau di sudut-sudut jalan kota batam, spanduk yang banyak terpasang di banyak rumah toko (ruko) di kawasan bisnis Nagoya, ternyata tidak semuanya diketahui oleh para pemilik ruko.

Sikap pengusaha

Apindo Kepri meminta persoalan kenaikan tarif UWTO segera diselesaikan oleh pejabat yang berwenang.

“Hidup masyarakat sudah susah, ekonomi semakin sulit, pengusaha terpuruk menghadapi berbagai masalah,” ujar Ketua Apindo Kepri Cahya.

Cahya menambahkan, aksi demo yang bakal akan digelar oleh ribuan masyarakat Batam adalah sebuah gejolak sosial yang bisa saja pecah menjadi potensi kericuhan.

“Aksi demo bisa saja berpotensi menjadi gejolak sosial yang siap pecah menjadi potensi kericuhan,” katanya.

“Kalau sudah rusuh, siapa yang mau tanggungjawab, kalau sudah hancur Batam, pengusaha sudah malas untuk berinvestasi, kalau rakyat melawan siapa yang mau nahan mereka untuk menghentikannya,” katanya.

Senada Cahya, Ketua Harian Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri, Heri Supriadi menjelaskan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 148 Tahun 2016 yang mengatur tentang tarif layanan Badan Layanan Umum (BLU) termasuk tarif UWTO sudah sepantasnya dirapatkan dengan semua pihak terkait karena menyangkut kepentingan publik.

“Baru pertama kali terjadi di Indonesia, suatu lembaga seperti BP Batam dan Kementerian Keuangan sesuka hati menetapkan tarif yang berdampak besar pada kehidupan orang banyak,” kata Heri.

Gubernur Mendukung

Gubernur Kepri Nurdin Basirun juga menyatakan mendukung upaya gugatan PMK Nomor 148 Tahun 2016 yang mengatur tarif BLU BP Batam, termasuk tarif UWTO. Nurdin berharap Presiden segera menyikapi persoalan ini.

“Hal ini juga sebenarnya sudah kami sampaikan langsung pada Presiden, dengan harapan ada kebijakan langsung dari Presiden terhadap kesulitan kondisi investasi saat ini di Batam,” papar Nurdin di Tanjungpinang, Minggu (30/10/2016).

Nurdin mengatakan, kenaikan tarif UWTO ini membawa dampak langsung pada iklim investasi di Batam. Menurutnya, tingginya tarif UWTO tersebut membuat calon investor enggan menanamkan modalnya di Batam.

Begitupun dengan para pengusaha yang sudah menjalankan usahanya di Batam, akan terbebani dengan tarif perpanjangan UWTO yang otomatis menggunakan tarif baru. Mereka juga was-was, tarif tersebut akan naik setiap saat.

Bagaimana BP Batam?

Meski tarif baru Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) ditentang oleh masyarakat dan pengusaha Batam, BP Batam tetap kukuh.

BP Batam tetap bersikeras menerapkan tarif baru UWTO tersebut, sesuai yang diatur di PMK Nomor 148 Tahun 2016, dan peraturan turunannya berupa Peraturan Kepala (Perka) BP Batam Nomor 19 Tahun 2016 tentang tarif layanan lahan yang mengatur tentang kenaikan UWTO.

Direktur Publikasi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono menjelaskan bahwa peraturan tetap berjalan sejak 18 Oktober lalu sebagaimana yang telah diundangkan.

“Untuk tarif tak ada perubahan dan Perka-nya tetap berjalan. Dan jika ingin digugat, itu merupakan hak setiap masyarakat untuk melakukannya,” tegasnya. ***

Admin 1 November 2016 1 November 2016
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya 10 Mobil Paling Langka di Dunia
Artikel Selanjutnya VIDEO : Detik-Detik Dahlan Iskan Bebas

APA YANG BARU?

Rupiah melemah ke Rp 16.867 per dolar AS
Artikel 26 menit lalu 33 disimak
Pengaturan Jam Operasi Tempat Hiburan Malam Selama Ramadan di Batam
Ramadan 2 jam lalu 56 disimak
Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
Enjoy Karimun 2 jam lalu 56 disimak
Terungkap Identitas Mayat Pria di Perairan Galang, Seorang Bendahara di RSBP Batam
Artikel 6 jam lalu 78 disimak
Ziarah Kubur Jelang Bulan Ramadhan, TPU Sei Panas Ramai Dikunjungi Peziarah
Ramadan 7 jam lalu 85 disimak

POPULER PEKAN INI

Harga Emas Batangan UBS Melonjak, Emas Antam Turun di Batam
Artikel 5 hari lalu 214 disimak
Dinas Penanaman Modal Kab. Bintan Raih Prestasi Wilayah Bebas Korupsi
Artikel 5 hari lalu 202 disimak
10 Pejabat Eselon II Kabupaten Karimun Dilantik Bupati Iskandarsyah
Artikel 5 hari lalu 191 disimak
Korupsi Rekayasa Ekspor CPO, Negara Rugi Capai Rp14 Triliun
Artikel 5 hari lalu 188 disimak
Pemko Batam dan Kejari Batam Tandatangani Nota Kesepahaman
Artikel 5 hari lalu 169 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?