TIMNAS Indonesia tetap menjaga asa untuk lolos ke babak semifinal Piala AFF 2020, usai bermain imbang tanpa gol melawan Vietnam di Stadion Bishan, Singapura, Rabu (15/12/2021).
Di pertandingan kontra Vietnam, Pertahanan Timnas Indonesia sangat rapat hingga membuat Vietnam selaku juara bertahan terlihat frustrasi.
Sepanjang pertandingan, Vietnam dengan persentase pengusaan bola mencapai 68 persen tercatat melepaskan delapan tembakan ke arah gawang.
Namun, timnas Vietnam tetap tidak mampu mencetak gol. Tercatat hanya satu tembakan pemain Vietnam yang tepat sasaran atau on target.
Hasil imbang ini membuat timnas Indonesia tetap bertahan di puncak klasemen Grup B Piala AFF 2020 berkat raihan tujuh poin dari tiga laga.
Namun, timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong ini masih harus berjuang lagi sampai pertandingan terakhir Grup B Piala AFF 2020 untuk meraih tiket semifinal.
Sebab, timnas Indonesia saat ini hanya unggul satu poin atas rival abadi mereka, Malaysia, yang menempati peringkat ketiga.
Skuad Garuda juga hanya unggul selisih gol atas Vietnam yang menguntit di urutan kedua klasemen Grup B.
Dengan kondisi klasemen saat ini, persaingan perebutan dua tiket semifinal Piala AFF 2020 di Grup B masih terbuka.
Dua tiket semifinal itu nantinya akan diperebutkan oleh timnas Indonesia, Vietnam, dan Malaysia pada matchday terakhir Grup B, Minggu (19/12/2021).
Vietnam asuhan Park Hang-seo sedikit diuntungkan karena akan menghadapi Kamboja yang sudah tersingkir.
Di sisi lain, timnas Indonesia dan Malaysia harus saling mengalahkan pada matchday terakhir Grup B Piala AFF 2020 demi satu tiket semifinal.
Timnas Indonesia dipastikan harus bekerja keras pada laga melawan Malaysia meskipun hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke semifinal Piala AFF 2020.
Sebab, Malaysia dituntut untuk mengalahkan timnas Indonesia agar bisa bertahan di Piala AFF 2020.
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong saat menghadiri konferensi pers pascalaga kontra Vietnam mengaku masih terkejut dan bingung kenapa Elkan Baggott harus menjalani karantina dan absen di laga Timnas Indonesia vs Vietnam.
Ia bingung karena sebelumnya pada Minggu, 12 Desember 2021, Elkan Baggott sudah turun saat Timnas Indonesia menang 5-1 atas Laos.
“Memang ada masalah Elkan. Ia sudah bertanding melawan Laos, tapi tiba-tiba dipindahkan ke hotel lain atau karantina. Padahal, kami sudah melakukan protokol dengan baik sampai PCR empat kali dan hasilnya negatif. Sampai saat ini saya tidak paham kenapa Elkan harus dikarantina,” lanjut juru taktik yang membawa Seongnam Ilhwa Chunma juara Liga Champions Asia 2010 tersebut.
Akibat ketiadaan Elkan Baggott, Shin Tae-yong memilih menurunkan tiga bek tengah sekaligus, yakni Fachrudin Aryanto, Alfeandra Dewangga, dan Rizky Ridho. Ketiga bek tengah ini terbukti mampu menyulitkan lini tengah dan depan Vietnam.
Shin Tae-yong mengungkapkan strategi ini memang sengaja, mengingat kehilangan satu sosok penting di pertahanan ialah Elkan Baggott. Tak adanya pemain Ipswich Town ini diakui Shin Tae-yong memperlemah lini pertahanan.
“Memang kami menggunakan tiga bek dengan sengaja karena pemain nomor 19 (Nguyen Quang Hai) dan 10 (Nguyen Cong Phuong) itu sangat baik pergerakannya,” tegas Shin Tae-yong.
“Dengan alasan itu (ketiadaan Elkan Baggott) defence menjadi lemah dengan mau tidak mau kita menggunakan tiga bek dan gelandang pun difokuskan biar lebih banyak defence daripada menyerang,” lanjut pelatih 51 tahun tersebut.
(*)
sumber: Kompas.com | Okezone.com


