RATUSAN kontainer dilaporkan hanyut di jalur pelayaran internasional Traffic Separation Scheme (TSS) Selat Singapura setelah kapal kargo MV Golden Star 1 mengalami kecelakaan dan tenggelam di perairan Batam – Singapura Jumat (5/6/2026) malam. Insiden ini membuat otoritas maritim meningkatkan kewaspadaan karena kontainer yang terbawa arus berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran di salah satu rute tersibuk dunia.
Kapal berbendera Tanzania tersebut semula melaju dari Singapura menuju Pasir Gudang, Malaysia, dengan memuat 107 kontainer. Namun, kapal mengalami kebocoran serius di bagian haluan (forepeak). Akibat kondisi tersebut, kapal akhirnya tenggelam di sekitar kawasan VTIS East, pada jalur TSS yang menghubungkan Selat Malaka dan Selat Singapura.
Kepala Bidang Penegakan Hukum (Gakkum) KSOP Khusus Batam, Yusirwan Nasution, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi dari Singapore Vessel Traffic Service (VTS), kebocoran yang terjadi tergolong berat. Yusirwan menyebut kapal tenggelam hanya dalam waktu sekitar 15 menit setelah insiden kebocoran berlangsung.
Ia juga mengungkapkan bahwa haluan mengalami kebocoran dan posisi kapal sudah miring hingga sekitar 10 derajat. Kapal sempat mengalami perubahan kondisi hingga bagian buritan tidak lagi terlihat sebelum akhirnya tenggelam.
Insiden dilaporkan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Seluruh kontainer yang berada di atas kapal ikut terjun ke laut dan berserakan di perairan sekitar lokasi kejadian.
“Informasi sementara, seluruh kontainer berserakan di laut,” kata Yusirwan.
Menurutnya, kontainer yang hanyut menjadi perhatian penting karena dapat mengganggu navigasi kapal-kapal yang melintas di jalur internasional. Otoritas pelayaran Singapura juga telah berkoordinasi dengan pihak Indonesia untuk memantau pergerakan kontainer sekaligus mengantisipasi risiko kecelakaan pelayaran.

Sementara itu, Kepala KSOP Khusus Batam, M. Takwim Masuku, menyatakan pihaknya menerima laporan kondisi darurat kapal sekitar pukul 21.30 WIB dan segera mengerahkan tim patroli laut menggunakan Kapal Negara KN P-376 menuju lokasi.
Sebanyak sembilan awak kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Setelah dievakuasi, para awak dibawa ke Dermaga Bintang 99, Batuampar untuk menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Batam. Selanjutnya, mereka diserahkan kepada Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polresta Barelang untuk pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepulauan Riau.
Selain proses penyelamatan, KSOP Batam bersama instansi terkait melakukan pemantauan kondisi perairan, pengumpulan data awal untuk kebutuhan investigasi, serta koordinasi lintas lembaga guna meminimalkan dampak dari tenggelamnya kapal beserta muatannya.
VTS Batam juga terus menyiarkan peringatan navigasi melalui VHF Channel 16 kepada kapal-kapal di sekitar lokasi. Otoritas maritim turut mengantisipasi kemungkinan pencemaran laut yang mungkin timbul, dan rencana penanganannya akan dilakukan bersama pihak terkait.
Hingga kini, penyebab pasti kebocoran yang berujung pada tenggelamnya MV Golden Star 1 masih dalam tahap penyelidikan. Otoritas pelayaran dan pihak terkait terus memantau perkembangan situasi demi memastikan keselamatan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim di perairan Batam dan sekitarnya.
(dha)


