Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Ribuan Srikandi ikuti gerak jalan 8 Kilometer di Tanjungpinang
    2 hari lalu
    Suhu Batam dan Karimun Tembus 32°C, Angin Kencang Hambat Pertumbuhan Awan Hujan di Kepri
    2 hari lalu
    Lahan Tiga Hektare di Kawasan Barelang Hangus Terbakar
    2 hari lalu
    Warga Temukan Kerangka Manusia di Sei Ladi
    3 hari lalu
    PTSP BP Batam Siapkan Standar Pelayanan 2026
    3 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Negeri Lingga, 1861 (Bagian 1)
    21 jam lalu
    Jalan Kaki itu Membahagiakan
    2 hari lalu
    Anggaran Pendidikan Rp 820,9 Triliun Belum Sentuh Kesejahteraan Guru
    3 hari lalu
    Siswa SDN 005 Teluk Sebong Diajak Lebih Pede Lewat Kegiatan Literasi
    3 hari lalu
    IPB, UGM, dan University of Melbourne Gelar Program Kuliah Pertanian Lintas Negara
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Gedung Beringin, Batam
    2 hari lalu
    Rata-Rata Lama Sekolah Warga Batam Tembus 11,34 Tahun, Tertinggi di Kepri
    6 hari lalu
    Inflasi Kota Batam Juli 2026 Stabil di Angka 3,49 Persen
    1 minggu lalu
    Bandar Udara Raja Haji Abdullah, Karimun
    1 minggu lalu
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Serangan Umum 1 Maret | Buktikan Bahwa Indonesia Masih Ada

Editor Redaksi 4 tahun lalu 816 disimak

ENAM jam kota Yogyakarta berhasil direbut TNI dan rakyat Indonesia dari Belanda dalam Serangan Umum 1 Maret 1949.

Peristiwa itu merupakan pembuktian kepada dunia jika Indonesia masih berdaulat, sekaligus mematahkan klaim Belanda jika pemerintah Indonesia sudah tidak ada dan tak efektif.

Serangan Umum 1 Maret adalah bentuk kolaborasi masyarakat sipil dan militer. Serangan ini dirancang Sultan Hamengkubuwono IX dan Panglima Jenderal Sudirman, dan dilaksanakan dengan apik oleh TNI dibawah pimpinan Letkol Soeharto, dan laskar rakyat di lapangan.

Terbukti, serangan tersebut menjadi langkah strategis untuk mematahkan argumentasi internasional sekaligus pembuktian bahwa Indonesia masih ada.

Sultan yang mendengar akan diselenggarakan rapat Dewan Keamanan PBB soal Indonesia dan Belanda, langsung berkirim surat kepada Panglima Sudirman.

Isinya meminta agar Panglima Sudirman melakukan Serangan Umum untuk mengusir Belanda dari Yogyakarta yang ketika itu menjadi Ibu Kota Negara.

TNI dan laskar rakyat berhasil merebut Yogyakarta selama enam jam. Meski singkat, peristiwa itu terasa hingga berpuluh-puluh tahun.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Hilmar Farid menyampaikan, pada tahun 1949 Indonesia sedang berada di bawah tekanan.

Penyebabnya karena kolonial melancarkan agresi militer secara beruntun dengan tujuan utama menghilangkan Indonesia dari peta.

“Para pejuang pada masa itu menyadari betul, salah satu kunci keberhasilan untuk mempertahankan republik adalah dengan menyatakan kehadirannya di tingkat internasional,” kata Hilmar menjelaskan dalam sebuah seminar.

Serangan itu menurut Hilmar berdampak sangat besar, baik secara militer maupun secara politik. Meski kerugian materiil tentu terjadi di kedua belah pihak, tetapi tujuan utama untuk menyatakan kehadiran Republik Indonesia secara internasional, amat berhasil.

“Tujuan utama untuk menyatakan kehadiran republik secara internasional sangat berhasil. Dalam sidang umum PBB yang berlangsung kemudian diputuskan agar Indonesia dan Belanda kembali ke meja perundingan (Konferensi Meja Bundar),” ucap Hilmar.

Dalam peristiwa tersebut menurut Hilmar ada hikmah yang bisa dipetik, yakni tekad untuk merdeka dan menegakkan kedaulatan lebih dari segalanya.

Selain itu daya juang rakyat Indonesia, khususnya para pemimpin sangat menentukan jalannya sejarah.

“Kita mendapat pelajaran berharga, mendapat begitu banyak tantangan dari pandemi dan juga berbagai macam bentuk tantangan lain. Dan daya juang yang sama inilah yang diharapkan ada pada kita yang hidup hari ini untuk mengisi, mempertahankan kemerdekaan, dan juga membangun negeri ini menjadi maju seperti yang tertera di dalam Pembukaan UUD 1945,” kata dia.

Pasukan Gerilyawan Bikin Belanda Kocar-Kacir

SERANGAN Umum 1 Maret dilatarbelakangi Agresi Militer Belanda II pada akhir 1948. Setelah Agresi Militer I pada 21 Juli 1947 gagal, Belanda kembali melakukan Agresi Militer II pada 19 hingga 20 Desember 1948.

Ketika itu Belanda menduduki Yogyakarta. Namun dua bulan kemudian, Indonesia kembali merebut Yogyakarta dari pendudukan Belanda.

Pemerintah Indonesia secara resmi mengadukan Belanda ke PBB karena Agresi Militer I di nilai telah melanggar Perjanjian Linggarjati, yang merupakan bagian dari suatu perjanjian Internasional.

Langkah Indonesia mengadu ke PBB terbukti efekti, karena Belanda mendapatkan reaksi keras dari dunia internasional. Inggris, juga tak lagi setuju penyelesaian konflik secara militer.

India dan Australia pada 31 Juli 1947 meminta masalah agresi militer Belanda dimasukkan ke dalam agenda Dewan Keamanan PBB. PBB merespon dengan mengeluarkan resolusi tertanggal 1 Agustus 1947 yang isinya menyerukan agar konflik bersenjata dihentikan.

Saat itu PBB mengakui eksistensi RI dengan menyebut nama Indonesia, bukan Netherlands Indies atau Hindia Belanda, dalam setiap keputusan resminya.

Namun Belanda yang tidak puas dengan keputusan PBB malah melancarkan Agresi Militer II. Tujuannya untuk melemahkan kedudukan Pemerintah Indonesia di dunia internasional.

Setelah menduduki Yogyakarta, Belanda mengumumkan kepada dunia, jika Indonesia sudah hancur. Presiden Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, dan sejumlah anggota kabinet ditahan dan diasingkan.

Namun, Jenderal Sudirman tidak mau menyerah dan memilih menyusun kekuatan.

Satu bulan setelahnya, TNI mulai menyusun rencana untuk memukul balik pasukan Belanda. Di bawah kepemimpinan Panglima Besar Jenderal Sudirman, militer bersama warga sipil melakukan Operasi Gerilya Rakyat Semesta.

Pasukan ini terdiri dari pasukan organik dan non organik, termasuk laskar dan rakyat bersenjata. Mereka melakukan perang gerilya dengan menyingkir bukit, lembah dan pelosok untuk melakukan serangan balik.

Pasukan tersebut menyabotase jaringan telepon, merusak rel kereta api, hingga menyerang konvoi Belanda. Serangan itu membuat Belanda membangun pos-pos keamanan di berbagai area yang menjadi blunder. Kekuatan Belanda terpecah-pecah, sehingga pasukan gerilyawan dapat dengan mudah melancarkan serangan.

Dua bulan strategi bergerilya, Jenderal Sudirman mengintruksikan melakukan serangan balik untuk membuktikan bahwa Indonesia masih berdaulat.

Serangan besar-besaran pun dilakukan terhadap Kota Yogyakarta pada 1 Maret 1949.

(*/diaz)

Sumber: Republika.co.id

Kaitan belanda, Jenderal Soedirman, sejarah, Sejarah Indonesia, Serangan Umum 1 Maret, Soeharto, Sultan Hamengkubowono IX, top, yogyakarta
Redaksi 1 Maret 2022 1 Maret 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Launching Berbagai Inovasi | Syukuran Setahun Kepemimpinan Ansar-Marlin
Artikel Selanjutnya Semifinal Coppa Italia 2021-2022: AC Milan vs Inter Milan Berakhir Antiklimaks

APA YANG BARU?

Negeri Lingga, 1861 (Bagian 1)
Histori 21 jam lalu 184 disimak
Gedung Beringin, Batam
Infrastruktur 2 hari lalu 225 disimak
Ribuan Srikandi ikuti gerak jalan 8 Kilometer di Tanjungpinang
Artikel 2 hari lalu 227 disimak
Suhu Batam dan Karimun Tembus 32°C, Angin Kencang Hambat Pertumbuhan Awan Hujan di Kepri
Artikel 2 hari lalu 225 disimak
Lahan Tiga Hektare di Kawasan Barelang Hangus Terbakar
Artikel 2 hari lalu 263 disimak

POPULER PEKAN INI

BMKG Batam:”Hari Ini dan Besok, Cuaca Kepri Cerah Berawan”
Artikel 4 hari lalu 426 disimak
Basri DPO Kasus Narkoba Batam Diduga Kabur ke Malaysia
Artikel 6 hari lalu 405 disimak
Kodrat Batam Siapkan 17 Atlet ke Porprov Kepri, Target Pertahankan Juara Umum
Sports 6 hari lalu 368 disimak
Ekspor Ikan Batam Tembus Rp125 Miliar ke Singapura, Sudah 45% dari Target 2026
Artikel 6 hari lalu 332 disimak
Rata-Rata Lama Sekolah Warga Batam Tembus 11,34 Tahun, Tertinggi di Kepri
Statistik 6 hari lalu 324 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?