KABUT asap kiriman akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seperti di Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau, tidak mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Hang Nadim Batam.
Hal itu ditegaskan Direktur Utama Bandara Internasional Batam (BIB), Pikri Ilham Kurniansyah, Senin (9/10/2023). Menurut dia, sejauh ini tidak ada gangguan penerbangan dari terdampak karhutla di sejumlah wilayah di Sumatera.
Menurut Pikri penerbangan masih lancar dan aman, kendati jarak pandang juga sempat menurun sampai empat kilometer akibat kabut asap dari karhutla tersebut.
“Jarak pandang masih di atas lima kilometer, artinya masih bisa dilakukan penerbangan dan aman terkendali,” katanya, dikutip dari Antara, Senin (9/10).
Pikir menyebutkan pada Sabtu (7/10) dan Minggu (8/10) aktivitas penerbangan juga tidak mengalami masalah walaupun ada kabut asap akibat karhutla.
“Tidak ada masalah, masih aman. Waktu dua hari lalu juga begitu, meskipun ada kabut asap, tapi penerbangan tidak ada masalah,” katanya.
Kendati demikian, pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam untuk mengetahui sebaran kabut asap.
Terpisah, Prakirawan BMKG Kelas I Hang Nadim Batam, Fitri Annisa, menyebutkan jarak pandang akibat kabut asap kiriman karhutla yang terjadi di Sumatera ke Kota Batam sudah berangsur normal.
Berdasarkan hasil pantauan dari citra satelit, kabut asap kiriman yang menutupi langit Batam dua hari belakangan sudah tidak terlihat.
“Untuk hari ini di sekitar wilayah Batam tidak terpantau kabut asap. Jarak pandang di sektor penerbangan juga sudah kembali ke angka normal, yakni 10 kilometer,” ujarnya.
(ade)


