Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Alokasi 3 Bulan Rapel Cair, Data Penerima Menyusut
    17 jam lalu
    Yuwanky Diduga Bersembunyi di Singapura
    22 jam lalu
    BMKG Batam:”Hari Ini dan Besok, Cuaca Kepri Cerah Berawan”
    1 hari lalu
    Yuwanky, Pemilik HH Club Planet 3.0 Pub & KTV Masuk DPO Bareskrim Polri
    1 hari lalu
    Kejari Bintan Bongkar Modus Kredit Fiktif BRI Rp4,2 M, Libatkan Calo & Oknum Internal
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Siswa SDN 005 Teluk Sebong Diajak Lebih Pede Lewat Kegiatan Literasi
    17 jam lalu
    IPB, UGM, dan University of Melbourne Gelar Program Kuliah Pertanian Lintas Negara
    23 jam lalu
    Tour de Bintan 2026 Kembali! 800 Pesepeda dari 42 Negara Adu Kecepatan di Lagoi Bay
    2 hari lalu
    Kodrat Batam Siapkan 17 Atlet ke Porprov Kepri, Target Pertahankan Juara Umum
    3 hari lalu
    Gerakan Kesultanan Riau Lingga di Awal Kemerdekaan RI
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Rata-Rata Lama Sekolah Warga Batam Tembus 11,34 Tahun, Tertinggi di Kepri
    3 hari lalu
    Inflasi Kota Batam Juli 2026 Stabil di Angka 3,49 Persen
    5 hari lalu
    Bandar Udara Raja Haji Abdullah, Karimun
    7 hari lalu
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    1 bulan lalu
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Panjang Garis Pantai dan Garam yang Tak Melimpah

Editor Admin 9 tahun lalu 1.9k disimak
Foto Petani garam : © KKP News

INDONESIA adalah negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia. Menurut Badan Informasi Geospasial, panjang garis pantai Indonesia mencapai 99.093 kilometer. Hanya Kanada yang mengalahkan panjangnya garis pantai ini.

Namun ironis, untuk memenuhi kebutuhan garam, Indonesia sebagian besar harus dipenuhi dengan impor.

Kebutuhan garam di Indonesia tak hanya untuk memasak. Ada dua jenis garam yang beredar di pasaran. Pertama garam konsumsi dengan kadar Natrium klorida (NaCl) minimal sebesar 94 persen.

Kedua garam industri, dengan kadar NaCl minimal 97 persen. Garam industri untuk kebutuhan farmasi bahkan mensyaratkan kandungan NaCl sebesar 99 persen.

Nah, kebutuhan garam di Indonesia paling besar adalah untuk industri seperti makanan, minuman, tekstil, farmasi, sabun hingga perminyakan.

Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan, pada 2013 kebutuhan garam mencapai 3,57 juta ton. Kebutuhan garam rumah tangga mencapai 1,54 juta ton dan garam industri sebesar 2,03 juta ton.

Namun total produksi garam dalam negeri hanya mencapai 1,08 juta ton. Sisanya, 2,02 harus dipenuhi dengan impor. Sebagian besar impor garam didatangkan dari Australia.

Kenapa tahun itu produksi garam di Indonesia rendah sekali dibanding kebutuhannya? Ada faktor lain yang menentukan.

Panjang garis pantai bukan faktor utama yang membuat produksi garam otomatis berbanding lurus dengan produksi garam. Setidaknya, ada tiga faktor yang turut mempengaruhi produksi garam.

Musim Kemarau

Memproduksi garam butuh cuaca panas untuk menguapkan air laut hingga menjadi garam.

Tahun 2013 adalah tahun dengan musim kemarau yang amat pendek. Hanya dua bulan. Bandingkan dengan data 2015. Saat itu, musim kemarau berlangsung sampai enam bulan. Kondisi ini membuat produksi garam hampir tiga kali lipatnya, 2,91 juta ton.

Produktivitas lahan juga terpengaruh oleh musim. Pada 2013, produktivitas ladang garam hanya menghasilkan 39,62 ton per hektarnya. Sedangkan pada 2015, mencapai 112,87 ton per hektar.

Pendeknya musim kemarau bisa makin buruk jika diselingi hujan alias kemarau basah. Tahun lalu, dan tahun ini, musim kemarau yang muncul adalah kemarau basah. Inilah yang membuat petani resah.

Kelembapan Udara

Pakar Teknik Kimia Universitas Indonesia Misri Gozan, mengungkapkan produktivitas lahan garam Australia bisa menghasilkan 350 ton per hektar. Kenapa bisa tinggi?

“Karena humiditas (kelembapan udara) udara sekitar 20-30 persen saja, kita tidak pernah keringetan di sana. Berbeda dengan kondisi pantai kita,” kata Misri di Jakarta, Rabu (7/10/2015), seperti dikutip detikfinance.

Menurutnya Indonesia tidak punya kemewahan alam seperti Australia yaitu kelembapan yang rendah. Jika suatu daerah kelembapannya terlalu tinggi, maka proses kristalisasi akan terhambat atau lebih lama. “Kita NTB dan NTT yang paling bagus, hampir sama seperti Australia,” katanya.

Investasi

Mengembangkan garam di Indonesia dalam skala industri besar di Indonesia. Perbankan tak tertarik dengan kredit usaha garam.

Menurut Misri, hampir sulit mencari investor yang mau menanamkan uangnya di sektor produksi garam di Indonesia. Garam impor dari Australia, harganya Rp500 per kilogram.

Misri menghitung, untuk memproduksi setidaknya 3 juta ton garam, jika harganya sama dengan Australia, investor hanya akan mendapat keuntungan Rp1,5 triliun. “Angkanya kecil sekali,” kata Misri.

Bahkan kalangan perbankan penilaian lebih buruk, tak ada untung dalam investasi ini. Sehingga susah mengucurkan kredit kepada pengusaha garam.

Lima tahun lalu, Manajer Umum Divisi Usaha Kecil Bank Negara Indonesia Ayu Sari Wulandari, menilai hasil penjualan tak menutup biaya produksi garam.

Kondisi itu diperkirakan semakin buruk jika petambak garam terbebani angsuran. “Produsen garam yang tidak pinjam ke bank saja tidak untung, apalagi kalau kredit ke bank,” ujarnya Kamis (5/1/2012), seperti dikutip dari Kompas.com. (*)

 

Kaitan Garis pantai, impor garam, petani garam
Admin 1 Agustus 2017 1 Agustus 2017
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Dibantai Jepang, Tim Voly Indonesia Gagal ke Final
Artikel Selanjutnya 10 Film Indonesia yang Tayang di Agustus, Salah Satunya Produksi Batam

APA YANG BARU?

Alokasi 3 Bulan Rapel Cair, Data Penerima Menyusut
Artikel 17 jam lalu 148 disimak
Siswa SDN 005 Teluk Sebong Diajak Lebih Pede Lewat Kegiatan Literasi
Pendidikan 17 jam lalu 146 disimak
Yuwanky Diduga Bersembunyi di Singapura
Artikel 22 jam lalu 170 disimak
IPB, UGM, dan University of Melbourne Gelar Program Kuliah Pertanian Lintas Negara
Pendidikan 23 jam lalu 186 disimak
BMKG Batam:”Hari Ini dan Besok, Cuaca Kepri Cerah Berawan”
Artikel 1 hari lalu 295 disimak

POPULER PEKAN INI

Upacara dan Pawai Meriahkan HUT ke-81 RI di RW 20 Perumahan Cipta Permata
Artikel 4 hari lalu 740 disimak
Basri DPO Kasus Narkoba Batam Diduga Kabur ke Malaysia
Artikel 3 hari lalu 367 disimak
Kodrat Batam Siapkan 17 Atlet ke Porprov Kepri, Target Pertahankan Juara Umum
Sports 3 hari lalu 338 disimak
Jelang HUT RI Ke-18 Cuaca Batam dan Kepri Diselimuti Awan Tebal dan Hujan Tipis
Artikel 6 hari lalu 317 disimak
Bandar Udara Raja Haji Abdullah, Karimun
Infrastruktur 7 hari lalu 313 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?