- KEK lintas batas pertama di Asia Tenggara akan segera diresmikan di Johor, Malaysia.
- Tujuan utama KEK ini adalah untuk memperlancar pergerakan barang dan orang, menarik investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kedua negara.
- Penandatanganan kesepakatan KEK dijadwalkan sebelum pertemuan tahunan para pemimpin Malaysia dan Singapura pada akhir tahun ini.
- Malaysia menawarkan insentif fiskal menarik bagi perusahaan yang berinvestasi di KEK.
- Johor diprediksi akan menjadi penerima manfaat utama dari KEK dan proyek kereta api cepat Kuala Lumpur-Singapura.
KAWASAN ekonomi khusus (KEK) lintas batas pertama di Asia Tenggara di ambang pintu untuk disepakati antara Pemerintah Malaysia dan Singapura.
KEK yang terletak di negara bagian Johor, Malaysia itu, bertujuan untuk memperlancar pergerakan barang dan orang, menarik investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kedua negara.
Berdasarkan MOU tersebut, kedua belah pihak akan berupaya meningkatkan arus barang dan manusia lintas batas dan mengembangkan kerangka kerja yang akan mengarah pada kesepakatan penuh mengenai zona tersebut. Kedua negara juga menjajaki inisiatif lain, termasuk sistem izin bebas paspor di kedua sisi perbatasan.
Menteri Ekonomi Malaysia, Rafizi Ramli, mengungkapkan bahwa finalisasi beberapa poin akhir dalam pembicaraan bilateral dengan Singapura sedang berlangsung.
“Kedua pihak optimis dapat menandatangani kesepakatan dan meresmikan zona tersebut pada bulan September,” kata Rafizi seperti dilansir tim GoWest.ID dari Bloomberg.
Kepala Menteri Johor, Onn Hafiz Ghazi, menambahkan bahwa rancangan tata ruang kawasan tersebut hampir selesai. Penetapan KEK ini merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman yang ditandatangani kedua negara pada Januari 2024.
Tujuan utama KEK ini adalah untuk memfasilitasi pergerakan bebas barang dan orang antara Johor yang kaya sumber daya alam dan Singapura yang memiliki keterbatasan lahan.
Penandatanganan kesepakatan KEK dijadwalkan sebelum pertemuan tahunan para pemimpin kedua negara, yang melibatkan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong, pada akhir tahun ini. Malaysia telah menyelesaikan proposalnya pada Mei 2024 dan menanti tanggapan dari Singapura.
Sebagai persiapan, Malaysia sedang menyusun insentif fiskal yang menarik bagi perusahaan-perusahaan yang akan berinvestasi di KEK, yang akan diumumkan dalam pidato anggaran mendatang.
Sementara itu, menurut laman sinarharian.com.my, kesepakatan KEK ini membuka peluang besar bagi Johor, yang telah menarik investasi signifikan menjelang pembentukan zona tersebut. Investasi ini termasuk pusat data dari Microsoft dan Nvidia, didorong oleh pesatnya perkembangan industri kecerdasan buatan secara global. Selain itu, ChemOne Singapura juga sedang membangun kompleks energi berskala besar di pusat petrokimia Pengerang, yang diusulkan untuk menjadi bagian dari KEK.
Johor juga diprediksi akan menjadi penerima manfaat utama dari rencana pembangunan kereta api cepat yang menghubungkan Kuala Lumpur dan Singapura. Pemerintah Malaysia saat ini sedang mempertimbangkan proposal dari beberapa pihak swasta untuk proyek tersebut.
KEK lintas batas ini menandakan langkah penting dalam kerjasama ekonomi antara Malaysia dan Singapura. Dengan potensi yang dimilikinya, KEK ini diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi investor global dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kedua negara.
Dampak KEK Lintas Batas Malaysia-Singapura terhadap KEK Batam
MUNCULNYA Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) lintas batas antara Malaysia dan Singapura di Johor Bahru menimbulkan pertanyaan tentang dampaknya terhadap KEK Batam.

Kemampuan Batam untuk memanfaatkan peluang dan memitigasi tantangan, akan menentukan dampak jangka panjang dari keberadaan KEK Johor Bahru terhadap masa depan KEK yang ada di pulau Batam. Berikut analisa tim GoWest.ID tentang dampak keberadaan KEK lintas batas tersebut terhadap operasional KEK yang ada di pulau Batam.
Dampak Positif:
- Peningkatan arus investasi: KEK Johor Bahru dapat menarik investasi baru ke kawasan tersebut, yang berpotensi meningkatkan arus investasi ke Indonesia, termasuk Batam. Hal ini dapat membuka peluang baru bagi perusahaan-perusahaan di Batam untuk berkolaborasi dengan mitra dari Malaysia dan Singapura.
- Pengembangan pariwisata: Konektivitas yang lebih baik antara Johor Bahru dan Singapura dapat meningkatkan pergerakan wisatawan ke wilayah tersebut. Hal ini dapat memberikan dampak positif bagi industri pariwisata di Batam, terutama dengan fokus pada wisatawan mancanegara.
- Transfer teknologi dan pengetahuan: KEK Johor Bahru dapat menjadi pusat bagi industri teknologi tinggi dan inovatif. Kedekatan dengan Batam dapat memungkinkan transfer teknologi dan pengetahuan ke pulau tersebut, mendorong pengembangan industri lokal dan meningkatkan daya saing Batam.
Dampak Negatif:
- Persaingan investasi: KEK Johor Bahru dapat menarik investasi yang tadinya akan diarahkan ke Batam. Hal ini dapat memperlambat laju pertumbuhan ekonomi di Batam dan menghambat upaya pengembangan KEK di pulau tersebut.
- Aliran tenaga kerja: Kemudahan akses antara Johor Bahru dan Singapura dapat memicu migrasi tenaga kerja dari Batam ke Malaysia atau Singapura. Hal ini dapat menyebabkan kekurangan tenaga kerja terampil di Batam, yang berakibat pada terhambatnya operasional bisnis dan industri di pulau tersebut.
- Pergeseran fokus industri: Fokus investasi di KEK Johor Bahru mungkin condong ke industri tertentu, seperti manufaktur berteknologi tinggi atau industri jasa modern. Hal ini dapat menyebabkan pergeseran fokus industri di Batam, yang perlu beradaptasi dengan perubahan tersebut agar tetap kompetitif.
(ham)


