Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    SPPG Senggarang Tanjungpinang Ditutup Sementara
    16 jam lalu
    Produktivitas Padi di Bintan Tembus 10 Ton per Hektare
    22 jam lalu
    Tuntut Peran Walikota, Ratusan Pekerja PT Ghim Li Datangi Kantor Pemko Batam
    22 jam lalu
    Jeritan Hati dan Ketidakpastian 1.025 Buruh PT Ghim Li Batam
    1 hari lalu
    Tiga Orang Jadi Tersangka Kasus Bentrokan Maut Lahan di Setokok
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Atlet NPCI Borong 7 Gelar Kejurda Para Menembak 2026
    16 jam lalu
    Suasana tahun 1998 & Informasi yg Menyaru?
    1 hari lalu
    Kabut Asap di Batam Bisa Bertahan Hingga Oktober 2026
    1 hari lalu
    Kabut Asap Selimuti Wilayah Batam, Disdik Berlakukan Belajar Dari Rumah
    2 hari lalu
    Kualitas Udara Batam Memburuk, Jarak Pandang Menyusut
    2 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    1 minggu lalu
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    1 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    1 minggu lalu
    Tanjung Lamun, Batam
    2 minggu lalu
    Gunung Kijang, Bintan
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Wilayah

Pulau Bulang (Pulau Bulan)

Editor Admin 2 tahun lalu 3.7k disimak
Peta pulau Bulan atau Bulang yang berada di sebelah barat daya dari pulau Batam.
  • Luas : 100 km2.
  • Tata pemerintahan : masuk wilayah kota Batam
  • Jumlah penduduk : 0 penduduk (kecuali di sebagian kecil wilayahnya yang disebut Bulang Lintang, pen).

PULAU Bulan atau Bulang adalah sebuah pulau yang terletak di dekat Pulau Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Pulau ini cukup unik karena memiliki peran penting dalam perekonomian regional, khususnya dalam sektor peternakan.

Daftar Isi
Pulau Bulang dan Hegemoni Kerajaan Melayu RiauPeralihan Fungsi, Jadi PerkebunanTransformasi Jadi Peternakan Babi

Pulau Bulan atau Bulang tidak diperuntukkan bagi lokasi pemukiman sejak penetapannya sebagai lokasi peternakan oleh pemerintah Indonesia pada dasawarsa 1980-an lalu, kecuali di sebagian kecil wilayah daratannya yang dikenal sebagai Bulang Lintang.

Pulau Bulan atau pulau Bulang diketahui telah menjadi pusat peternakan babi sejak tahun 1980-an. Pulau ini dipilih karena kondisi geografisnya yang cocok untuk kegiatan peternakan dan letaknya yang dekat dengan pasar utama di Singapura.

Meskipun saat ini Pulau Bulan dikenal luas sebagai pusat peternakan babi, sejarah pulau ini jauh lebih kaya dan kompleks. Jauh sebelum menjadi pusat peternakan, Pulau Bulan memiliki peran penting dalam sejarah maritim dan politik di wilayah Nusantara.

Di masa silam sebelum kemerdekaan Indonesia, pulau ini lebih dikenal dengan nama Pulau Bulang. Pulau Bulan adalah sebutan yang lebih umum digunakan, namun Pulau Bulang adalah nama ‘resmi’ yang tercatat dalam berbagai dokumen sejarah dan peta.

Pulau Bulang dan Hegemoni Kerajaan Melayu Riau

PULAU Bulan atau Bulang pernah menjadi basis kekuasaan bagi para pembesar Kerajaan Melayu Riau. Temenggung Abdul Jamal, seorang tokoh penting dalam sejarah Riau, menjadikan Pulau Bulang sebagai pusat pemerintahannya pada abad ke-18. Dinamika pulau ini jauh lebih hidup dibanding pulau Batam yang terletak sekitar 2,5 km. di sisi timur lautnya.

Peta lama kepulauan Batam. Istimewa

Letak Pulau Bulang yang strategis menjadikan pulau ini sempat menjadi perlintasan yang ramai dikunjungi oleh para pedagang dari berbagai wilayah di masa kesultanan Johor Riau. Pulau ini merupakan titik penting dalam jalur perdagangan di Selat Malaka. Tidak heran, pulau Bulang sempat dijadikan basis oleh Kesultanan Johor Riau Lingga dengan menempatkan seorang temenggung di sana. Salah satu yang paling terkenal adalah Temenggung Abdul Jamal. Ia adalah seorang tokoh yang sangat berpengaruh di wilayah Riau pada masanya dan memiliki peran penting dalam perkembangan Pulau Bulang.

Sejumlah bahan sumber Melayu dan Eropa mencatat ‎bahwa pulau Bulang pernah memainkan peranan yang cukup ‎penting dalam peristiwa sejarah di kawasan Selat Melaka. ‎Dalam Sejarah Melayu atau Sulalatus Salatin umpamanya, ‎nama pulau Bulang paling tidak telah dicatat dalam ‎kaitannya terhadap serangan-serangan Portugis terhadap pusat ‎pertahanan Sultan Mahmud Syah, Sultan Melaka yang ‎menyingkir ke Pulau Bintan.‎

Pulau ini juga telah dijadikan ‎‎“markas besar’ keluarga Temenggung yang merupakan ‎cabang kecil dinasti Bendahara yang memerintah Riau-‎Lingga-Johor-dan Pahang. pada masa itu.

Bulang Kebam, pulau kecil di sebelah pulau Bulang yang dihuni warga. © ham/GoWest.ID

Sebuah laporan Portugis juga mencatat bahwa kawasan ‎sekitar pulau Bulang telah terkenal sebagai pelabuhan dagang ‎sejak tiga puluh lima tahun sebelum Laksamana Tun Abdul ‎Abdul Jamil dari Johor (Lama) diutus membuka sebuah ‎negeri baru di pulau Bintan yang kemudian dikenal sebagai ‎‎“bandar dagang” bernama Riau pada tahun 1673.

Menurut sejarawan Carl A. Trocki dalam bukunya ‎yang kontroversial, Prinse of Pirates; The Temenggongs and ‎the Development of Johor and Singapore 1785-1885 (1979) seperti dinukil tim data GoWest.ID dari laman Kemendikbud RI, ‎selama lebih dari empat generasi yang dimulai dengan ‎Bendahara Tun Abbas, pulau Bulang telah menjadi basis ‎penting keluarga Temenggung hingga menjelang ‎Temenggung Abdulrahman pindah ke Singapura pada tahun ‎‎1811.‎

Peralihan Fungsi, Jadi Perkebunan

SEIRING berjalannya waktu, peran Pulau Bulang mengalami pergeseran. Dari pusat perdagangan dan politik, pulau ini kemudian lebih difokuskan pada kegiatan pertanian dan perikanan.

Pada masa kolonial Belanda (sesuai Traktat London, pulau Bulang dikuasai Belanda, pen), pulau ini sempat dijadikan areal perkebunan karet. Ratusan orang didatangkan pemerintah Hindia Belanda ke pulau Bulang untuk dipekerjakan di kebun-kebun karet di pulau Bulang.

Ilustrasi, karet yang sedang disadap dalam penampungan.

Pada dekade awal abad 20, perkebunan karet menjadi salah satu fokus pengembangan mengingat permintaan yang tinggi terhadap karet alam. Pulau Bulang, termasuk juga beberapa pulau lain di Kepulauan Riau, dijadikan kebun karet.

Informasi tentang keberadaan perkebunan karet awal abad 20 hingga tahun 1940 bisa dilihat dalam pemberitaan surat kabar yang terbit zaman itu.

Surat kabar Algemeen Handelsblad tanggal 27 Februari 1911 misalnya, memberitakan tentang Residen Riau yang memberikan izin konsesi kepada tiga perusahaan untuk perkebunan karet.

Sementara surat kabar The Straits Times Singapura, juga memuat iklan lowongan kerja untuk perkebunan karet di pulau Bulang. Di koran The Straits Times edisi 14 Maret 1912, halaman 8, tertera iklan lowongan tersebut.

Iklan lowongan kerja di sebuah perusahaan karet di pulau Bulang. The Straits Times edisi 12 Maret 1912. © F. Nasional Library of Singapore/ disediakan oleh GoWest.ID

Selain pulau Bulang, beberapa pulau di sekitarnya, termasuk pulau Kepala Jeri dan pulau Batam juga dijadikan lokasi perkebunan karet di masa pemerintah kolonial Belanda.

Transformasi Jadi Peternakan Babi

PULAU Bulang atau Bulan yang pernah menjadi pusat perdagangan dan politik yang strategis di masa lalu, mengalami transformasi drastis pada era 1980-an. Pulau yang dulunya menjadi basis kekuasaan para Temenggung dari Kerajaan Melayu Riau ini kemudian beralih fungsi menjadi pusat peternakan babi terbesar di Indonesia.

Pulau Bulang atau Bulan yang saat ini dikelola oleh PT. Indo Tirta Suaka.

Beberapa faktor utama yang mendorong perubahan fungsi Pulau Bulang menjadi pusat peternakan babi adalah:

  1. Ketersediaan Lahan Luas: Pulau Bulang memiliki lahan yang cukup luas dan sebagian besar belum tergarap secara intensif. Kondisi tanah yang subur dan iklim yang mendukung menjadikannya lokasi yang ideal untuk kegiatan peternakan.
  2. Permintaan Pasar yang Tinggi: Pertumbuhan ekonomi Singapura yang pesat pada era 1980-an memicu peningkatan permintaan daging babi. Pulau Bulang, dengan lokasinya yang dekat dengan Singapura, dianggap sebagai lokasi yang strategis untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut.
  3. Dukungan Pemerintah: Pemerintah Indonesia pada saat itu melihat potensi besar dari pengembangan peternakan babi di Pulau Bulang. Dukungan kebijakan dan insentif yang diberikan pemerintah mendorong para investor untuk mengembangkan usaha peternakan di pulau ini.

Transformasi Pulau Bulang dari pusat perdagangan menjadi pusat peternakan babi merupakan sebuah peristiwa penting dalam sejarah pulau ini. Keputusan untuk mengembangkan sektor peternakan di pulau ini didorong oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal.

Meskipun membawa dampak yang signifikan, baik positif maupun negatif, perubahan fungsi ini telah membentuk wajah Pulau Bulang atau Bulan seperti yang kita kenal saat ini.

Perusahaan yang mengelola peternakan babi di Pulau Bulang adalah PT. Indo Tirta Suaka. Perusahaan ini merupakan bagian dari Salim Group dan telah mengelola peternakan babi di Pulau Bulang sejak tahun 1980-an.

(sus/ham)

Kaitan batam, bulang, melayu, Perkebunan karet, Peternakan babi, Pulau bulan
Admin 16 Maret 2025 16 Maret 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Piala AFF U19 2024 | Kalahkan Malaysia 1-0, Garuda Muda Tantang Thailand di Final
Artikel Selanjutnya Merawat Warisan Budaya: Sirih Junjung Juarai Festival Tari Bintan

APA YANG BARU?

SPPG Senggarang Tanjungpinang Ditutup Sementara
Artikel 16 jam lalu 126 disimak
Atlet NPCI Borong 7 Gelar Kejurda Para Menembak 2026
Sports 16 jam lalu 127 disimak
Produktivitas Padi di Bintan Tembus 10 Ton per Hektare
Artikel 22 jam lalu 169 disimak
Tuntut Peran Walikota, Ratusan Pekerja PT Ghim Li Datangi Kantor Pemko Batam
Artikel 22 jam lalu 186 disimak
Jeritan Hati dan Ketidakpastian 1.025 Buruh PT Ghim Li Batam
In Depth 1 hari lalu 217 disimak

POPULER PEKAN INI

Kabut Asap Selimuti Wilayah Batam, Disdik Berlakukan Belajar Dari Rumah
Pendidikan 2 hari lalu 328 disimak
Warga Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Lingkungan 3 hari lalu 314 disimak
Dua Warga Dilaporkan Meninggal Dalam Bentrokan di Setokok
Artikel 3 hari lalu 292 disimak
Hujan Ringan Diprakirakan Basahi Batam Siang Hingga Sore
Artikel 3 hari lalu 288 disimak
Siswa Tanjungpinang Dialihkan Belajar Daring hingga 18 September 2026
Pendidikan 3 hari lalu 285 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?