Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Pemeriksaan Dugaan Pungli , Kepala Imigrasi Batam Dicopot
    21 jam lalu
    Sindikat Pencurian Fasilitas Publik di Batam Dibekuk
    21 jam lalu
    Polresta Barelang Ungkap Pencurian Dengan Pemberatan Sarana Fasum di Batam
    1 hari lalu
    Pemko Batam Siap Laksanakan Kebijakan WFH 1 Hari Dalam Sepekan
    1 hari lalu
    Hadiri Halal Bihalal di Bengkong, Wako Batam Janjikan Pelebaran Jembatan
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Cerita Lokal Batam untuk Anak-Minim di Perpustakaan Kota Batam
    20 jam lalu
    Bosnia Herzegovina Gagalkan Italia ke Piala Dunia 2026
    2 hari lalu
    Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura
    5 hari lalu
    Atasi Volume Sampah di Batam, Pembangunan TPA Blok Baru di Kabil
    5 hari lalu
    Tahun 2026 Kemenag Batam Buka PMB Satu Pintu Jalur Prestasi Pada MTs Negeri
    6 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    3 minggu lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    1 bulan lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    2 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    2 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    3 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    1 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    2 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    2 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    3 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    9 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
BenarNews.org

ADB Kucurkan Pinjaman US$500 Juta Kepada Indonesia untuk Transisi Energi

Editor Admin 2 tahun lalu 560 disimak
Foto tertanggal 31 Oktober 2023 ini menunjukkan pembangunan baru di PLTU Suralaya di Cilegon, Provinsi Banten, salah satu fasilitas pembangkit listrik tenaga batu bara terbesar di Asia Tenggara namun juga dengan emisi polusi tertinggi di wilayah tersebut. © F. Ronald Siagian/AFPDisediakan oleh GoWest.ID

BANK Pembangunan Asia (ADB) pada Jumat (20/9) menyepakati pinjaman senilai US$500 juta atau sekitar Rp7,6 triliun untuk membantu Indonesia mempercepat transisi energi dan mendukung kebijakan untuk mencapai target emisi listrik nol bersih yang ditetapkan pemerintah untuk tahun 2060, sementara seorang pengamat mengatakan pinjaman seperti itu membebani APBN.

Daftar Isi
Beban utang negaraPensiun dini PLTUKurang partisipatif dan transparan

PROGRAM yang disebut Transisi Energi yang Terjangkau dan Berkelanjutan ini akan mendukung kebijakan- yang membantu Indonesia mengurangi ketergantungan pada batu bara – yang selama ini menjadi sumber energi utama – memperkuat tata kelola, dan keberlanjutan keuangan, kata ADB, yang dalam rilisnya menyebutkan bahwa target emisi nol bersih tercapai pada 2050, sementara pemerintah Indonesia mematoknya pada satu dekade kemudian.

Sebelumnya, Indonesia telah mendapatkan dukungan finansial dari Kemitraan Transisi Energi yang Adil (Just Energy Transition Partnership/JETP) senilai US$20 miliar dari negara-negara G7, meskipun baru US$1 miliar yang disalurkan oleh Amerika Serikat pada Juli lalu.

“Indonesia berada di persimpangan yang sangat penting dalam perjalanan transisi energinya,” ujar Direktur ADB untuk Indonesia, Jiro Tominaga, dalam keterangan tertulis pada Jumat.

Dalam keterangannya ADB menyebut program tersebut mencakup pengembangan rencana investasi dan kebijakan yang didukung JETP, dan peningkatan kapasitas energi terbarukan yang mitra pembiayaannya melibatkan badan pembangunan Prancis, Agence Française de Développement (AFD), dan pemberi pinjaman negara Jerman KfW.

Senior Communications Officer ADB Andri Suryo mengatakan pinjaman berbasis kebijakan ini ditujukan untuk mendukung pengembangan kebijakan sektor transisi energi.

“Pinjaman ini merupakan bagian dari keterlibatan jangka panjang ADB dan Indonesia di sektor energi,” ujar Andri kepada BenarNews, tanpa menjelaskan lebih detail besaran bunga dan periode waktu utang.

BenarNews telah meminta keterangan dari Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Dadan Kusdiana terkait detail proyek, besaran bunga dan periode utang, namun tidak memperoleh balasan.

Terkait tentang lambatnya implementasi JETP, Menteri Pembangunan Inggris Anneliese Dodds mengatakan kepada Reuters minggu ini bahwa JETP adalah kemitraan jangka panjang yang membutuhkan perubahan besar di bidang infrastruktur.

“Ini tidak akan terjadi dalam semalam,” katanya, menambahkan bahwa dibutuhkan waktu untuk memperbarui kebijakan itu untuk fokus pada pertumbuhan hijau dan pembangunan ekonomi, seperti dikutip Reuters. Pada 2021, ADB juga sudah mengucurkan pinjaman pada 2021 sebesar US$600 juta kepada PLN untuk membantu meningkatkan keandalan dan ketangguhan layanan listrik di Pulau Jawa.

Aktivis lingkungan berunjuk rasa memprotes kebijakan Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait batu bara dan adopsi energi surya di Jakarta pada 26 Oktober 2023. [Bay Ismoyo/AFP]

Beban utang negara

DIREKTUR Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan pinjaman dalam rangka transisi energi sangat membebani APBN, mengingat jumlah utang pemerintah sudah lebih dari Rp8.500 triliun.

Hal itu, lanjut Bhima, belum ditambah beban utang jatuh tempo plus bunga sebesar Rp 1.350 triliun yang sebagian dibayar lewat penambahan utang baru maka estimasi tahun depan utang pemerintah tembus Rp9.500-10.000 triliun.

“Pinjaman transisi energi akan memperburuk situasi. Idealnya pemerintah mendesak agar porsi hibah lebih besar sebagai tanggung jawab negara maju dan lembaga multilateral membantu negara berkembang,” ujar Bhima pada BenarNews.

Menurut dia, transisi energi yang terlalu bertumpu pada utang akan menciptakan persepsi bahwa transisi energi itu mahal dan tidak menguntungkan. Bahkan pinjaman ini akan masuk pada kategori Structural Adjustment Program berkedok membantu negara berkembang melakukan transisi energi.

“Selain itu, pinjaman ADB dikhawatirkan untuk membiayai proyek geothermal yang berdampak pada risiko lingkungan, pencemaran air, kebisingan, seismik hingga dampak ekonomi kecil yang dinikmati masyarakat sekitar lokasi proyek,” jelas Bhima.

Berbeda dengan Bhima, Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) mengatakan pendanaan dari ADB berbentuk program lending, bukan project lending.

Program lending biasanya digunakan untuk melakukan reformasi kebijakan yang mendukung transisi energi termasuk implementasi JETP.

“Sebagian besar uangnya dipakai untuk menutupi defisit anggaran, makanya besar nilainya. Tapi memang kita perlu melakukan reformasi kebijakan,” ujar dia pada BenarNews.

Menurut dia, utang tersebut mungkin saja membebani APBN, namun biasanya lembaga multilateral mempunyai kebijakan seperti bunga dan biaya lebih rendah.

“Utang itu sebenarnya punya tujuan, itulah tujuan yang harus dipenuhi oleh pemerintah agar utangnya bermanfaat bukan hanya menjadi beban,” ujar dia.

Pensiun dini PLTU

NAMUN, pengamat ekonomi Universitas Padjajaran Yayan Satyakti mengatakan jika melihat pada prioritas pinjaman, dana ADB fokus pada pilot project atau prototype project untuk penghentian operasional PLTU yang saat ini mempunyai kontribusi 50-60% terhadap bauran energi Indonesia.

“Jika kita lihat penghapusan bertahap pembangkit listrik batu bara di Indonesia masih membutuhkan tantangan yang besar,” jelas Yayan kepada BenarNews.

Bahkan, lanjut dia, jika melihat berdasarkan data JETP November 2023, selain PLTU Cirebon I, kebutuhan pensiun dini juga terjadi pada PLTU Pelabuh Ratu yang membutuhkan dana sebesar US$870 juta.

“Jadi perjalanan masih panjang. Tetapi lompatan besar dimulai dari langkah kecil, diharapkan dengan adanya pilot project kita dapat secara bertahap melakukan adaptasi dan mampu mengembangkan investasi energi bersih ini menjadi menciptakan lapangan kerja hijau.”

Artinya, terang Yayan, dana ADB tidak sepenuhnya diandalkan untuk pembiayaan transisi energi seluruhnya. Pemerintah Indonesia, idealnya mengembangkan teknologi dari pilot project tersebut untuk melakukan inovasi agar adanya pengembangan teknologi lokal yang murah dan secara efektif mampu menurunkan emisi.

“Tanpa adanya efektivitas hal tersebut, maka pembiayaan JETP tidak akan mampu menurunkan emisi,” tutur dia.

Kurang partisipatif dan transparan

NOVITA Indri, juru kampanye Trend Asia, sebuah organisasi masyarakat sipil yang fokus pada energi terbarukan, mengatakan bukan kali ini saja ADB mengucurkan dana pinjaman untuk transisi energi. Namun dalam proses pengucuran dan implementasinya, publik tidak banyak dilibatkan, padahal ini adalah dana utang.

“Program yang selalu ditawarkan adalah transisi energi, yang mana program ini selalu dikaitkan dengan kepentingan publik. Tapi dalam proses keputusannya tidak pernah melibatkan publik. Tidak ada transparansinya, tidak accountable,” kata Novita kepada BenarNews.

April lalu, Trend Asia juga mengeluarkan laporan berjudul “Dukung Proyek Pembangunan Batu Bara Baru, Bank Pembangunan Asia (ADB) Ingkari Janji Iklim” yang mengkritik pengucuran dana ADB.

Investigasi yang mereka lakukan bersama kelompok masyarakat sipil lainnya mengungkapkan pinjaman sebesar US$600 juta dari ADB pada 2021 lalu untuk mendorong penggunaan energi bersih di Indonesia nyatanya dapat digunakan untuk mendukung pembangunan pembangkit listrik tenaga batu bara baru yakni PLTU Jawa 9 dan 10 yang merupakan bagian dari rencana ekspansi Pembangkit Listrik Suralaya, yang terkenal sebagai kompleks batu bara terbesar dan terkotor di Asia Tenggara.

“Ini memantik pertanyaan tentang keseriusan komitmen iklim dari ADB, termasuk janjinya tentang tidak ada batu bara baru,” jelas Novita.

Nazarudin Latif berkontribusi dalam berita ini.

Kaitan Bank dunia, listrik, transisi energi
Admin 22 September 2024 22 September 2024
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya PON XXI Aceh Sumut Resmi Ditutup, Atlet Kepri Persembahkan 19 Medali
Artikel Selanjutnya Pengamat: UU Dewan Pertimbangan Presiden “Karpet Merah bagi Jokowi”

APA YANG BARU?

Cerita Lokal Batam untuk Anak-Minim di Perpustakaan Kota Batam
Budaya 20 jam lalu 128 disimak
Pemeriksaan Dugaan Pungli , Kepala Imigrasi Batam Dicopot
Artikel 21 jam lalu 115 disimak
Sindikat Pencurian Fasilitas Publik di Batam Dibekuk
Artikel 21 jam lalu 111 disimak
Polresta Barelang Ungkap Pencurian Dengan Pemberatan Sarana Fasum di Batam
Artikel 1 hari lalu 112 disimak
Pemko Batam Siap Laksanakan Kebijakan WFH 1 Hari Dalam Sepekan
Artikel 1 hari lalu 101 disimak

POPULER PEKAN INI

Mulai Hari Jum’at (3/04/2026) Jalan Gajah Mada (Area Hotel Vista) Ditutup Sementara
Artikel 2 hari lalu 307 disimak
Rencana Batas Belanja Pegawai 30% pada APBD 2027, Nasib PPPK Bintan Terancam
Artikel 5 hari lalu 274 disimak
Kemarau Panjang, Pemko Batam dan Warga Gelar Salat Istisqa
Artikel 5 hari lalu 257 disimak
Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura
Catatan Netizen 5 hari lalu 249 disimak
Lonjakan Arus Balik di Pelabuhan Sekupang
Artikel 5 hari lalu 246 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?