ORANG tua murid di Kecamatan Lubuk Baja, Batam, mengeluhkan jenis menu yang diberikan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan, karena dianggap seperti camilan.
Salah satu orang tua murid, Nurjanah, mengaku terkejut dengan menu MBG yang diterima anaknya pada Senin, 23 Februari. Ia menjelaskan bahwa menu tersebut terdiri dari tiga kurma, satu keping biskuit, satu roti, dan setengah potong jagung rebus.
“Setelah melihat menu yang diterima, rasanya hanya seperti camilan. Ini bukan makan bergizi,” ujar Nurjanah.
Nurjanah juga memperkirakan nilai gizi menu MBG yang diterima anaknya tidak mencapai Rp 15.000. Ia menilai lebih baik bantuan disalurkan dalam bentuk uang tunai.
“Kalau dihitung-hitung, mungkin harganya sekitar Rp 6.000-an. Lebih baik kasih uang Rp 15.000 kepada kami agar kami bisa memasak sendiri di rumah dan memastikan gizinya,” tambahnya.
Nurjanah mengatakan telah menyampaikan protesnya ke pihak sekolah agar diteruskan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendistribusikan MBG.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) wilayah Riau, Kepri, dan Sumbar, Syariwidya, menjelaskan bahwa dirinya telah menegur SPPG dan akan dilakukan perbaikan pada menu agar lebih sesuai dengan angka kecukupan gizi bagi penerima manfaat.
(dha/detikcom)


