Hubungi kami di

Pilihan gowest.id

“Ada Gajah di Atas Langit” Untuk Lawan Bullying

Mike Wibisono

Terbit

|

BANYAK cara bisa dilakukan untuk menggugah kesadaran. Salah satunya lewat tontonan macam kabaret.

Sekumpulan anak muda kreatif Bandung akan menghadirkan pergelaran kabaret “Ada Gajah di Atas Langit” di Teater Tertutup, Dago Tea House Kota Bandung, 15-16 Oktober 2016. Kegiatan ini untuk menggugah kesadaran masyarakat dalam mencegah praktik bullying.

“Kami ingin menunjukan sebuah karya yang bisa dinikmati semua kalangan masyarakat sekaligus mengedukasi masyarakat untuk ikut menghentikan bullying. Salah satunya melalui pergelaran berjudul ‘Ada Gajah di Atas Langit’ ini,” kata sutradara kabaret Dimas Tri Aditiyo dikutip ANTARA, Minggu (9/10/2016).

Pentas kabaret itu digarap komunitas anak muda After Work Project bersama Bosmat Kabaret, Sanggar Ananda, dan Abgienterpriese. Bosmat adalah unit kegiatan ekstra kurikuler di SMAN 7 Bandung yang pada awal berdirinya selain mementaskan naskah kabaret juga mementaskan sejumlah pertunjukan teater.

Sejumlah siswa di unit kegiatan ini tercatat sebagai pemenang lomba baca puisi di kota Bandung.

Dimas mengatakan, pagelaran yang melibatkan 150 orang pemeran dan kru ini akan mengambil isu bullying, yang saat ini masih sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, bullying terhadap fisik dan mental di kalangan pelajar atau generasi penerus bangsa sudah sangat mengkhawatirkan.

“Semoga setelah menyaksikan pagelaran nanti, masyarakat Bandung bisa terbuka pandangannya, bahwa satu hal kecil bisa membuat suatu menjadi besar. Apalagi tentang kasus bullying yang bisa mengubah kepribadian seseorang. Stop bullying and start loving,” katanya.

Sementara itu salah satu personel Icons, Grace menyatakan pementasan kabaret “Ada Gajah di Atas Langit” mempunyai keunikan dan kelebihan tersendiri, yaitu keikutsertaan penonton kabaret dalam menentukan ending cerita serta penampilan khusus dari Icons (yang dulu bernama 7 Icons).

“Ada hal unik dan berbeda. Penonton yang akan menentukan ending dari ceritanya akan di bawa kemana”.

Penonton yang sudah terbawa suasana, akan merasakan pengalaman yang berbeda ketika menonton pagelaran kabaret ini.

Menurut Grace, salah satu personel Icons, mereka tertarik untuk berkontribusi dalam kabaret ini karena adanya tujuan menginspirasi anak muda untuk berhenti melakukan bullying.

“Ini gagasan positif yang menginspirasi anak muda, which is kita juga suka hal itu. Ini adalah salah satu kesempatan yang baik bagi Icons untuk menginspirasi di bidang kreatifitas dan kesenian,” katanya menambahkan. ***

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook