Hubungi kami di

Pilihan gowest.id

Aksi Damai Berubah Ricuh, Panglima TNI dan Kapolri Serukan Pendemo Tenang

iqbal fadillah

Terbit

|

PANGLIMA TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Carnavian melalui pengeras suara menyerukan kepada pendemo maupun polisi di kawasan Istana Merdeka, Jakarta, jumat (4/11) malam.

“Harap tenang. Kepolisian juga tenang. Kita bersama umat Muslim membuat tenang. Kapolri akan sampaikan perintah,” kata Panglima TNIdi lokasi kejadian, Jumat malam, melalui pengeras suara.

Kemudian, Kapolri menegaskan melalui pengeras suara.

“Saya Kapolri Jendral Tito Karnavian minta seluruh anggota Polri hentikan tembakan gas air mata.”

Pucuk pimpinan TNI dan Polri menyampaikan hal itu lantaran terjadi kericuhan saat pendemo diarahkan pulang, sehingga polisi sempat melepaskan gas air mata.

Aparat keamanan menembakkan gas air mata ke pendemo yang melemparkan botol plastik minuman mineral dan potongan kayu di kawasan Istana Merdeka dan Jalan Merdeka Barat, pada 19.35 WIB.

Selain itu, polisi tampak mengamankan seorang berkaos hitam yang diduga provokator kericuhan.

Aksi damai 4 November yang dilakukan ribuam umat Islam di Jakarta sejak jumat (4/11) pagi, berubah ricuh menjelang malam. Sedikitnya, 3 kendaraan jadi korban dibakar.

Berikut video suasana saat kericuhan mulai terjadi :

Mulai reda di pukul 21.00

Massa organisasi masyarakat yang melancarkan unjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Barat, dekat Istana Negara, perlahan mundur meninggalkan lokasi untuk pulang.

BACA JUGA :  Drone Untuk Penggunaan Ambulance Darurat

Tapi ada juga yang bertahan di Patung Kuda Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Massa aksi yang sempat tidak terkendali mulai mundur setelah petugas menembakkan gas air mata.

Sebagian dari massa tersebut mundur karena mengalami pedih di mata, sementara sebagian lainnya mundur karena kelelahan setelah berunjukrasa sejak Jumat siang.

Suasana di Patung kuda saat ini semakin ramai oleh para demonstran kendati sudah tidak ada pemimpin aksi yang memberikan arahan melalui pengeras suara.

Massa tersebut ada yang langsung meninggalkan lokasi, ada juga yang duduk di trotoar dan taman-taman. Namun ada juga sebagian massa yang ingin kembali ke depan Istana walaupun jumlahnya tidak terlalu banyak.

Suara sirine ambulan terdengar dari arah Jalan Merdeka Selatan untuk mengirimkan air minum maupun mengangkut peserta aksi yang mengalami cedera ringat akibat gas air mata.

Selain Kapolri dan Panglima TNI, Menko Polhukam Wiranto juga berada di lokasi pada jumat (4/11) malam untuk memantau langsung penanganan massa pendemo. ***

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook