Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Alokasi 3 Bulan Rapel Cair, Data Penerima Menyusut
    8 jam lalu
    Yuwanky Diduga Bersembunyi di Singapura
    13 jam lalu
    BMKG Batam:”Hari Ini dan Besok, Cuaca Kepri Cerah Berawan”
    18 jam lalu
    Yuwanky, Pemilik HH Club Planet 3.0 Pub & KTV Masuk DPO Bareskrim Polri
    20 jam lalu
    Kejari Bintan Bongkar Modus Kredit Fiktif BRI Rp4,2 M, Libatkan Calo & Oknum Internal
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Siswa SDN 005 Teluk Sebong Diajak Lebih Pede Lewat Kegiatan Literasi
    8 jam lalu
    IPB, UGM, dan University of Melbourne Gelar Program Kuliah Pertanian Lintas Negara
    14 jam lalu
    Tour de Bintan 2026 Kembali! 800 Pesepeda dari 42 Negara Adu Kecepatan di Lagoi Bay
    1 hari lalu
    Kodrat Batam Siapkan 17 Atlet ke Porprov Kepri, Target Pertahankan Juara Umum
    3 hari lalu
    Gerakan Kesultanan Riau Lingga di Awal Kemerdekaan RI
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Rata-Rata Lama Sekolah Warga Batam Tembus 11,34 Tahun, Tertinggi di Kepri
    3 hari lalu
    Inflasi Kota Batam Juli 2026 Stabil di Angka 3,49 Persen
    4 hari lalu
    Bandar Udara Raja Haji Abdullah, Karimun
    6 hari lalu
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    1 bulan lalu
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Serial

Aktifitas Ekonomi Warga Pulau Buluh

Kota Tua di Pulau Kecil (Documentary) 2

Editor Admin 3 tahun lalu 1.8k disimak
Daftar Gambar 1/7
buluh-9-1024×568-1
buluh-10-1024×598-1
buluh-8-1024×589-1
buluh-6-1024×572-1
buluh-5-1024×586-1
buluh-4-1024×580-1
buluh-3-1024×563-1

Dalam catatan seorang pengusaha etnis Tionghoa bernama Tong Djoe, ia memperoleh mandat dari pemerintah Indonesia untuk menyalurkan bahan-bahan kebutuhan pokok di wilayah perairan Kepulauan Riau pada masa pemerintah orde baru berkuasa, sekitar akhir dekade 1970-an.

Oleh : Bintoro Suryo


CARANYA dengan membuat toko terapung bergerak untuk penyaluran bahan kebutuhan pokok masyarakat di pulau-pulau sekitar perairan Kepulauan Riau, khususnya di sekitar perairan Batam dengan sentra di pulau Buluh.

Ia mengunakan kapal motor ukuran 200 dwt bantuan pemerintah dengan suplai barang dari negeri tetangga, Singapura. 

Dalam sebuah catatannya ia menyebut penduduk di sekitar perairan Batam pada akhir dekade 70-an telah mencapai 22.263 jiwa. Ia menyalurkan beras sebesar 222.640 kg., garam 6.679 kg., gula sebanyak 26.718 kg., minyak goreng sebanyak 4.452 kg., ikan asin sebanyak 11.132 kg., sabun cuci batang sebanyak 66.722 batang, minyak tanah sebanyak 133.584 liter, bahan tekstil kasar sepanjang 267.268 meter dan batik kasar sepanjang 44.526 meter. 

———— 

Seruas jalan yang tidak terlalu lebar di pulau Buluh ini jadi saksi tentang peran tata pemerintahan dan sentra ekonomi di pulau kecil ini pada masa lalu. Kota tua dengan deretan bangunan – bangunan tua. Kebanyakan dimiliki oleh warga etnis Tionghoa. 

Salah satu bangunan tua di pulau Buluh yang sudah ada sejak zaman kolonial Belanda, Foto : Bintoro Suryo

Sebuah bangunan yang diperkirakan sudah ada sejak tahun 1920-an, masih berdiri kokoh di salah satu ruasnya. 

“Itu bangunan sejak zaman Belanda. Untuk administrasi pemerintahan. Setelah Indonesia merdeka, bangunan ini dimiliki warga pulau Buluh dari etnis kita Tionghoa. Masih dirawat”, kata Ambar, seorang warga asli pulau Buluh. 

Rizka tertarik menghampirinya. Ia bertanya beberapa hal yang mengganjal di kepala saat melihat kota tua ini. 

Rizka bertemu Ambar, salah seorang warga di pulau Buluh. Foto : © Domu

“Dulu di sini ada bioskop juga, seperti twenty one, gitu. Namanya Capitol. Jadi, selain sebagai sentra ekonomi, pulau Buluh juga jadi pusat keramaian dan hiburan bagi warga pulau di perairan sekitar Batam”, lanjutnya. 

Kedua tungkai kaki pria itu tidak sempurna. Mengecil, seperti bekas terkena polio. Walau begitu, ia tetap bersemangat mendorong gerobak berisi bungkusan sate-sate ayam dan beberapa makanan lainnya. 

Ambar ternyata seorang pedagang makanan keliling di kota tua pada pulau kecil ini.  Menurutnya, saat ini pulau Buluh sudah jauh tertinggal dibanding Batam yang mulai dibangun sejak awal dekade 70-an. Listrik misalnya. Di pulau Buluh sampai saat ini, warganya masih lebih banyak mengandalkan aliran listrik yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat. Aliran listrik PLN sudah masuk ke pulau ini. Namun hanya mengaliri kebutuhan listrik warga mulai malam hingga pagi hari. 

“Itu juga bukan dari PLN Batam. Tapi dari PLN Tanjungpinang (PT. PLN Persero, pen)”, terangnya. 

Aliran listrik dari PT. PLN Persero Tanjungpinang juga menyuplai beberapa pulau kecil lain di sekitar Batam. Seperti di Bulang Lintang, Sambu dan Belakangpadang. 

Kondisi seperti itu cukup menyulitkan aktifitas warga di sini. Terutama untuk pelayanan fasilitas umum seperti Puskesmas. Untuk pelayanan kesehatan termasuk di unit Gawat Darurat, pengelola Puskesmas terpaksa menggunakan mesin genset sendiri. 

Kepala Puskesmas di pulau Buluh, drg. Nicko Pramudya (kanan). Foto : © Domu

“Di sini pelayanan listrik bukan dari PLN di Batam, tapi dari PLN Tanjungpinang. Pakai mesin diesel. Tapi kekuatannya tidak besar, jadi hanya hidup pada malam hari dan hari Minggu. Justeru saat Puskesmas tidak beroperasi “, kata kepala Puskesmas di pulau Buluh, drg Nicko Pramudya sambil tersenyum kecut. 

Untuk operasional harian Puskesmas di sini, pihaknya terpaksa mengoperasikan mesin diesel sendiri secara 24 jam. 

Pulau Sarat Sejarah

DARI dokumentasi foto dan video dari udara yang direkam rekan saya, Domu, terlihat pulau ini sebenarnya kecil sekali jika dibandingkan Batam. Dari ujung ke ujung, kerapatan rumah warga dan bangunan-bangunan lainnya juga sudah lumayan padat. Hampir tidak ada hutan yang tersisa. 

Pulau Buluh dari udara. Foto : © Domu

Secara tata pemerintahan saat ini, pulau Buluh berstatus sebagai ibukota kelurahan dari beberapa pulau yang ada di sekitarnya. Seperti pulau Boyan, pulau Teluk Sepaku, pulau Tengah dan pulau Bulat. Luas wilayah daratannya sebagai kelurahan sekitar 2,187 km2 dengan luas lautan sekitar 3, 335 km2. Ada 11 RT DAN 3 RW yang ada di sini. 

Dinamikanya sebagai sentra ekonomi, sosial dan pemerintahan di wilayah perairan Batam tempo dulu juga bisa disimak dari keberadaan masjid Jami’ Nurul Iman yang sudah dibangun sejak abad 18 silam. Rumah ibadah umat Islam ini diperkirakan berdiri pada tahun 1872. Konstruksi aslinya sudah tidak kelihatan. 

Walau begitu, ada dua buah tiang utama di sisi belakang masjid yang dianggap sebagai bagian yang masih tersisa. Sementara bentuk kubahnya,  walau mirip dengan Masjid Sultan Riau di Pulau Penyengat yang dibangun tahun 1832,, namun bukan merupakan konstruksi asli. Masjid Jami’ Nurul Iman ini telah mengalami berbagai perombakan dan penambahan luas hingga saat ini. 

Sumur tua di pulau Buluh, Foto : © Domu

Kami juga melihat peninggalan lain berupa sumur tua di pulau ini. Dari dindingnya, tertulis bahwa sumur itu dibangun pada tahun 1911 dan sempat menjadi sumber air utama warga di sini. Namun sayang, walau masih ada airnya, sumur itu sudah tidak digunakan lagi oleh warga. Sampah-sampah terlihat di bagian dalamnya. 

Sumur tua di pulau Buluh, Foto : © Domu

Sumur tua ini terletak di dalam halaman SMAN 11 pulau Buluh yang dulunya merupakan sebuah sekolah Tionghoa. Sekolah khusus bagi warga Tionghoa di pulau Buluh itu, kabarnya dibangun pada tahun 1937. 

Rizka dan Domu sempat berkeliling di lokasi yang kini berubah jadi gedung SMAN 11 tersebut. Sementara saya yang kelelahan, memilih beristirahat sambil minum kopi di sebuah kedai tua milik warga Tionghoa, tak jauh dari lokasi. 

Yang tertinggal dari bangunan sekolah Tionghoa tersebut menurut mereka hanyalah tangga utama sepanjang enam tingkat dengan lebar lebih kurang 30 meter di dekat bangunan baru yang dioperasikan sebagai SMAN 11 tersebut. 

Oh ya, kami juga mengunjungi lokasi klenteng tua yang katanya dibangun sejak abad ke-18, sama dengan masjid Jami’ Nurul Iman di pulau ini. 

Bangunannya sudah megah sekarang karena mengalami beberapa kali pemugaran. 

“Umur klenteng ni sama dengan pohon Ketapang tu”, kata Ayong, orang yang dipercaya menjaga bangunan peribadatan warga Tionghoa tersebut. 

Ada sebuah batu besar di bagian dalam bangunan yang disebut merupakan batu yang sama saat awal klenteng itu dibangun ratusan tahun lalu.  

vihara Samudera  Bhakti di pulau Buluh. Foto : © Domu

Rumah ibadah yang sekarang bernama vihara Samudera  Bhakti itu, terletak di pinggir laut. Dari halamannya, kami bisa melihat gunung Bulan yang terletak di pulau hadapannnya. Itu adalah daratan tertinggi yang ada di wilayah perairan Batam dan sekitarnya. Gunung kecil itu berada di pulau Bulan yang kini dikelola secara khusus untuk penangkaran Buaya dan Babi oleh perusahaan grup Salim. 

(*)

Bersambung BAGIAN TIGA : Pulau Kecil di Seberang Buluh

Sebelumnya BAGIAN SATU : “Sentra Masa Lalu, ke Kota Tua Bersama Anak Muda”

Penulis/ Videografer: Bintoro Suryo – Ordinary Man. Orang teknik, Mengelola Blog, suka sejarah & Videography.
Artikel ini pertama kali terbit di : bintorosuryo.com 

Kaitan batam, Humaniora, netizen, sejarah, Serial
Admin 23 September 2023 23 September 2023
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali1
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya “Sentra Masa Lalu, ke Kota Tua Bersama Anak Muda”
Artikel Selanjutnya Pulau Kecil di Seberang Buluh

APA YANG BARU?

Alokasi 3 Bulan Rapel Cair, Data Penerima Menyusut
Artikel 8 jam lalu 117 disimak
Siswa SDN 005 Teluk Sebong Diajak Lebih Pede Lewat Kegiatan Literasi
Pendidikan 8 jam lalu 119 disimak
Yuwanky Diduga Bersembunyi di Singapura
Artikel 13 jam lalu 139 disimak
IPB, UGM, dan University of Melbourne Gelar Program Kuliah Pertanian Lintas Negara
Pendidikan 14 jam lalu 157 disimak
BMKG Batam:”Hari Ini dan Besok, Cuaca Kepri Cerah Berawan”
Artikel 18 jam lalu 233 disimak

POPULER PEKAN INI

Upacara dan Pawai Meriahkan HUT ke-81 RI di RW 20 Perumahan Cipta Permata
Artikel 4 hari lalu 715 disimak
Daerah Dilarang Pesta Hari Jadi Daerah
In Depth 6 hari lalu 377 disimak
Basri DPO Kasus Narkoba Batam Diduga Kabur ke Malaysia
Artikel 3 hari lalu 361 disimak
Tentang Orang Hutan; Suku Asli di Batam
Histori 6 hari lalu 356 disimak
Kodrat Batam Siapkan 17 Atlet ke Porprov Kepri, Target Pertahankan Juara Umum
Sports 3 hari lalu 333 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?