RATUSAN atlet dari 32 negara memadati Pantai Lagoi Bay, Bintan Resorts, Sabtu (3/10/2026). Tingginya partisipasi peserta luar negeri tersebut menegaskan posisi Bintan Triathlon 2026 sebagai magnet utama sports tourism bergengsi di kawasan Asia Tenggara.
Perhelatan yang berlangsung selama tiga hari, 2–4 Oktober 2026, ini menyajikan persaingan sengit di tiga cabang olahraga sekaligus: renang, sepeda, dan lari. Lintasan lomba membentang mulai dari renang di perairan Pantai Lagoi Bay, dilanjutkan rute sepeda menelusuri kawasan resor terpadu, hingga trek lari di area sekitar Lagoi Bay.
Chief Operating Officer Bintan Resorts, Abdul Wahab, menyebut konsistensi penyelenggaraan Bintan Triathlon selama 21 tahun menjadi alasan utama mengapa minat peserta internasional terus terjaga dari tahun ke tahun.
Hal senada disampaikan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, saat melepas para peserta bersama Bupati Bintan, Roby Kurniawan. Menurut Ansar, ajang yang didukung penuh oleh Indofood ini telah memiliki reputasi kuat dan tidak pernah sepi peminat, terutama dari mancanegara.
Daya tarik besar dari para peserta ini terbukti efektif mendongkrak tingkat hunian (okupansi) hotel di kawasan Lagoi. Melihat potensi partisipasi yang begitu tinggi, Gubernur Ansar mendorong agar deretan ajang olahraga internasional favorit lainnya dapat kembali dihadirkan.
“Mudah-mudahan event yang dulu pernah diadakan seperti IronMan Bintan, MetaMan Bintan, dan Bintan Moon Run hingga turnamen golf internasional bisa dihidupkan lagi,” kata Ansar.
Untuk mengantisipasi lonjakan jumlah peserta dan pengunjung pada event-event mendatang, kawasan Bintan Resorts berencana menambah 2.000 kamar hotel serta membangun convention centre berkelas dunia.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bintan menyambut positif besarnya arus kedatangan peserta luar negeri ini. Bupati Bintan, Roby Kurniawan, menegaskan komitmennya untuk rutin menggelar acara internasional guna menambah jumlah wisatawan dan memacu Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kita juga akan membina budaya lokal dan tempat wisata lokal sehingga ketika event internasional bertambah, perekonomian masyarakat lokal ikut meningkat,” ujar Roby.
(nes)


