Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Meriah! Pesta Rakyat HUT ke-13 RW 20 Cipta Permata Dihadiri Camat dan Lurah
    12 jam lalu
    Polresta Barelang Musnahkan Barang Bukti Kasus Narkotika, 15 Orang Jadi Tersangka
    13 jam lalu
    Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kasus Laka Beruntun Batu Tujuh
    1 hari lalu
    Satu Tewas dalam Kecelakaan Beruntun Enam Kendaraan di Tanjungpinang
    1 hari lalu
    Pemko Batam Bentuk Tim Investigasi dan Tanggung BPJS 1.025 Buruh PT Ghim Li
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Udara Membaik, Disdik Batam Kembalikan Aktifitas Pembelajaran Tatap Muka
    16 jam lalu
    Atlet NPCI Borong 7 Gelar Kejurda Para Menembak 2026
    2 hari lalu
    Suasana tahun 1998 & Informasi yg Menyaru?
    2 hari lalu
    Kabut Asap di Batam Bisa Bertahan Hingga Oktober 2026
    3 hari lalu
    Kabut Asap Selimuti Wilayah Batam, Disdik Berlakukan Belajar Dari Rumah
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    6
    Rumah Belah Bubung
    14 jam lalu
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    1 minggu lalu
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    2 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    2 minggu lalu
    Tanjung Lamun, Batam
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Ancaman Atau Peringatan Dari Harimau Dempo?

Editor Admin 7 tahun lalu 1.4k disimak

SELAMA ribuan tahun, kehidupan masyarakat di Gunung Dempo Sumatera berjalan harmonis. Hubungan harmonis tersebut kini mulai berkurang, ditandai adanya konflik manusia dengan harimau yang hidup di sekitar Gunung itu.

Kenapa?

Konflik manusia dengan harimau dinilai bukan sebuah ancaman, melainkan peringatan.

Gunung Dempo merupakan salah satu gunung berapi tertua di Indonesia. Masyarakat sudah menetap di sekitar gunung yang masuk wilayah Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, ini sejak ribuan tahun lalu dan hidup harmonis dengan alam.

Namun beberapa tahun terakhir, hubungan baik tersebut terlihat terganggu, ditandai dengan turunnya harimau ke permukiman masyarakat. Konflik bahkan hingga merenggut nyawa.

Seperti serangan yang terjadi di Dusun Tebat Benawa, Kelurahan Penjalang, Kecamatan Dempo Selatan, Kamis (5/12) awal Desember ini.

Kapolsek Dempo Selatan Iptu Zaldi Jaya deperti dikutip dari CNN Indonesia mengonfirmasi peristiwa serangan tersebut. Ia mengatakan peristiwa serangan diduga terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.

“Kita bersama BKSDA dan dibantu oleh 100 pasukan gabungan dan masyarakat turun untuk melakukan evakuasi. Saat ditemukan korban sudah tidak bisa dikenali. Jarak lokasi kejadian cukup jauh, sekitar 1 jam perjalanan dari perkampungan terdekat,” kata Zaldi.

Ia mengatakan polisi telah melakukan evakuasi terhadap anggota tubuh korban yang tersisa ke rumah sakit untuk proses visum dan identifikasi.

Terkait risiko serangan lain harimau yang turun ke permukiman, Zaldi mengatakan, “Kita imbau kepada masyarakat untuk sangat berhati-hati dan jangan ke kebun sendirian.”

Konflik Harimau Dengan Masyarakat

“Konflik dengan masyarakat di sekitar Hutan Lindung Gunung Dempo cukup mengejutkan. Selama ini tidak pernah terjadi. Jika pun muncul ke permukiman masyarakat, tidak sampai ada konflik. Ini menandakan ada yang salah,” kata Dr. Husni Thamrin, budayawan Palembang, seperti dikutip dari Mongabay Indonesia, Selasa (9/11) lalu.

Yang salah itu, kata Husni, nilai-nilai adat yang membangun hubungan harmonis manusia dengan alam di Gunung Dempo dilanggar. 

Pertama, terkait alam dan perilaku manusia (etika).

“Manusia telah merusak rumah (habitat) makhluk hidup yang ada di sekitar Gunung Dempo. Bentuknya bisa merusak hutan, membukanya untuk dijadikan kebun, termasuk juga membakar lahan.”

Kedua, pelanggaran etika atau moral. Misalnya terkait asusila. Mungkin banyak pendatang yang tidak paham ini, seperti sombong, takabur, dan lainnya. “Jadi konflik manusia dengan harimau beberapa hari lalu itu sebuah peringatan, bukan ancaman,” kata Ketua Yayasan Alam Melayu Sriwijaya (Malaya) itu.

Hidupkan kembali tradisi

MENURUT Dr. Husni Thamrin, budayawan Palembang, seperti dikutip dari Mongabay Indonesia, Selasa (9/11) lalu, Solusi dari konflik harimau versus masyarakat, nilai-nilai adat yang membangun hubungan harmonis manusia dengan alam perlu dihidupkan kembali.

“Tradisi dapat berupa bentuk baru, tapi intinya tidak melanggar dua hal tersebut. Bisa dihidupkan melalui organisasi adat. Setiap masyarakat di sekitar Gunung Dempo harus patuh dan turut memberikan imbauan kepada pendatang, seperti halnya masyarakat di sekitar gunung lain di Indonesia, sebut saja Gunung Kerinci,” katanya.

Sebenarnya, kata Husni, masih ada tokoh adat di Pagaralam dan Lahat yang paham nilai-nilai adat yang menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan alam.

“Tapi tokoh adat ini tersembunyi. Mereka takut jika menjelaskan nilai-nilai tersebut dinilai syirik. Padahal, jika dipahami hubungan manusia dengan alam, sebenarnya merupakan perintah semua ajaran agama. Pemerintah harus mengembalikan peran tokoh adat tersebut,” ujar Husni.

Konflik harimau dengan manusia merupakan peringatan awal. Jika kita bersikap “berperang” jelas harimau kalah.

Manusia punya senjata mematikan. Tapi jika Gunung Dempo yang marah, manusia jelas tidak akan mampu mengatasinya.

“Intinya, jangan rusak hutan atau alam di sekitar Gunung Dempo. Juga, jangan berperilaku buruk atau moral tidak baik. Percayalah, semua akan berjalan baik, harmonis seperti sebelumnya,” ujarnya.

————————-

Sumber : CNN / MONGABAY INDONESIA / GOWESTID

Foto Cover Ilustrasi : ist.

Kaitan Dempo, Gunung, Harimau sumatera, konflik, Perkebunan, top
Admin 28 Desember 2019 28 Desember 2019
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Tim Pruning Penghijauan BP Batam Siaga Tangani Pohon yang Tumbang
Artikel Selanjutnya Saat Ribuan Ikan Penis Terdampar di Pantai California

APA YANG BARU?

Meriah! Pesta Rakyat HUT ke-13 RW 20 Cipta Permata Dihadiri Camat dan Lurah
Artikel 12 jam lalu 101 disimak
Polresta Barelang Musnahkan Barang Bukti Kasus Narkotika, 15 Orang Jadi Tersangka
Artikel 13 jam lalu 149 disimak
Rumah Belah Bubung
Seni 14 jam lalu 122 disimak
Udara Membaik, Disdik Batam Kembalikan Aktifitas Pembelajaran Tatap Muka
Pendidikan 16 jam lalu 135 disimak
Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kasus Laka Beruntun Batu Tujuh
Artikel 1 hari lalu 180 disimak

POPULER PEKAN INI

Kabut Asap Selimuti Wilayah Batam, Disdik Berlakukan Belajar Dari Rumah
Pendidikan 3 hari lalu 386 disimak
Warga Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Lingkungan 4 hari lalu 365 disimak
Dua Warga Dilaporkan Meninggal Dalam Bentrokan di Setokok
Artikel 4 hari lalu 322 disimak
Siswa Tanjungpinang Dialihkan Belajar Daring hingga 18 September 2026
Pendidikan 4 hari lalu 312 disimak
Kualitas Udara Batam Memburuk, Jarak Pandang Menyusut
Lingkungan 4 hari lalu 306 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?