Hubungi kami di

Khas

Apakah Film Nussa Mempromosikan Taliban?

Terbit

|

Ilustrasi, film Nussa

FILM kartun anak-anak Nussa dua hari kemarin mendapat sorotan setelah penggiat media sosial, Eko Kuntadhi melabeli telah mengkampanyekan taliban dan ajaran radikalisme. Label itu disematkan hanya berdasarkan busana yang dikenakan Nussa dan Rara yakni gamis dan hijab dan tidak mencerminkan baju adat Nusantara.

Para pesohor yang sudah menonton film itu, tidak seperti Eko yang menolak menontonnya, ramai-ramai memberikan pembelaan terhadap film animasi panjang pertama garapan Visinema dan The Little Giantz itu. Salah satunya, sutradara Ernest Prakasa yang mencemooh balik pria yang kerap disebut buzzer itu.

“Belum kebagian jatah komisaris ya Mas? Semoga segera, amin!” cuit Ernest di akun Twitternya, Ahad, 20 Juni 2021 untuk membalas cuitan Eko sehari sebelumnya. Dalam cuitan Eko pada Sabtu, 19 Juni 2021 itu, ia mengunggah foto karakter Nussa dan Rara, yang sebenarnya tampak lucu dan menggemaskan.

Ilustrasi, serial Rara & Nussa

“Apakah ini foto anak Indonesia? Bukan. Pakaian lelaki sangat khas Taliban. Anak Afganistan. Tapi film Nussa mau dipromosikan ke seluruh dunia. Agar dunia mengira, Indonesia adalah cabang khilafah. Atau bagian dari kekuasaan Taliban. Promosi yang merusak!” cuit Eko.

BACA JUGA :  Pemerintah Perpanjang Insentif Pajak Hingga 30 Juni 2021

Mantan juru bicara KPK, Febri Diansyah juga meluruskan opini yang terus digiring Eko. Ia mengkritik cara Eko menyerang film anak-anak hanya berdasarkan pakaian yang dikenakan, dan disebut Taliban.

“Saya nonton sejumlah film-film tersebut bersama anak-anak dan saya menemukan banyak sekali pesan dan nilai-nilai positif. Isu murahan Taliban ini juga yang dulu digunakan menyerang KPK,” cuitnya, kemarin.

Tokoh NU, Nadirsyah Hosen, atau yang biasa disebut Gus Nadirsyah pun meledek cara berpikir melabeli radikal hanya dari caranya berpakaian. “Radikal-radikul itu bukan soal pakaian. Yang pakai cadar, gamis atau celana cingkrang atau jilbab syar’i tidak lantas membuat mereka otomatis jadi radikal, Taliban, kadrun atau apapun labelnya,” cuitnya kemarin.

Ilustrasi, serial Rara & Nussa

Sebelumnya, sutradara dan produser Visinema, Angga Sasongko mengumumkan film Nussa mendapatkan apresiasi dari dunia perfilman internasional.

“Puji Tuhan sudah mulai diapresiasi. Dipilih kurator untuk World Premier di Bucheon Internasional Film Festival bulan depan. Salah satu festival terbaik di Asia. Terima kasih,” tulisnya sambil menunjukkan poster film Nussa dipromosikan di festival film itu.

BACA JUGA :  Kartu ATM Magnetic Stripe Bakal Diblokir Bank di Indonesia

Awal Film Nussa

FILM Nussa berawal dari serial animasi tentang kehidupan eorang anak laki-laki bernama Nussa yang bercita-cita menjadi hafiz astronaut.

Dalam serial, Nussa sering ditemani oleh adik perempuannya, Rara yang sangat polos dan lucu. Mereka sering berinteraksi berdua dengan ending nilai positif di tiap serial.

Ilustrasi, serial Rara & Nussa

Serial animasi Indonesia ini diproduksi oleh studio animasi The Little Giantz dan 4Stripe Produktif. Ditayangkan pada layanan berbagi-video YouTube sejak November 2018 .

Animasi ini sudah pernah tayang melalui dua saluran televisi gratis/FTA Indonesia NET. selama Ramadan 1440 H/2019 M, Indosiar sejak Oktober 2019 dan saluran berbayar Malaysia Astro Ceria di tahun yang sama.

Dilansir dari Nussaofficial, seri animasi Nussa bermaksud membangun karakter dan moralitas anak-anak melalui cerita dan musik yang menyenangkan.

Di sini juga orang tua dan anak-anak akan menikmati petualangan dan pemecahan masalah kehidupan sehari-hari yang tentunya dengan berasaskan ajaran islam.

Ada tiga tokoh utama dalam serial animasi ini yaitu Nussa yang diisi suaranya oleh Muzakki Ramdhan, Rara yang diisi oleh Aysha Razaana Ocean Fajar, dan Jessy Milianty sebagai Umma, ibu dari Nussa dan Rara.

(*)

Sumber : TEMPO | TWITTER | NUSA OFFICIAL 

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook