Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem di Kepri
    21 jam lalu
    Ratusan WNA di Apartemen Baloi View Digerebek, Diduga Terlibat Online Scam
    22 jam lalu
    Pengangguran di Kepulauan Riau Meningkat Tajam, Capai 75.000 Orang
    22 jam lalu
    BUMD Kepri Disorot, Banyak yang Tidak Mencapai Target Kinerja
    2 hari lalu
    Apakah Proses Pengurusan UWT Di BP Batam Berbelit?
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    PSG Tantang Arsenal di Partai Puncak Liga Champions Eropa
    21 jam lalu
    Inter Milan Raih Scudetto ke 21, Pesta Biru Hitam di Kota Milano
    4 hari lalu
    Disdik Batam Himbau Keluarga Mampu Pilih Sekolah Swasta
    4 hari lalu
    “Di Lahan Gambir yang Rusak dan Reruntuhan Istana Riouw Lama”
    5 hari lalu
    Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama
    5 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Tabel Ringkasan Inflasi Kota Batam (April 2026)
    2 hari lalu
    Data Kemiskinan di Batam Terbaru
    5 hari lalu
    Data Kinerja Nilai Ekspor Batam Januari–Februari 2026 yang Turun
    5 hari lalu
    Pulau Pecong, Batam
    2 minggu lalu
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    2 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    3 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    3 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    4 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    4 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    10 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

PT. Maruwa Indonesia Batam Tutup Mendadak, Ratusan Karyawan Resah

Editor Admin 12 bulan lalu 618 disimak

DINAS Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam menggelar pertemuan mendesak dengan manajemen PT Maruwa Indonesia setelah perusahaan tersebut secara tiba-tiba menghentikan seluruh operasionalnya. Penutupan mendadak yang terjadi pada awal April 2025, menimbulkan kegelisahan di antara ratusan karyawan yang tergantung pada perusahaan tersebut.


KEPALA Disnaker Kota Batam, Rudi Sakyakirti, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mencari solusi untuk membantu pekerja yang terkena dampak.

“Kami masih dalam proses perundingan dengan manajemen. Perusahaan telah menunjuk likuidator untuk menyelesaikan hak-hak pekerja,” jelas Rudi, dalam keterangannya, Sabtu (24/5/2025) kemarin.

Namun, penunjukan likuidator ini justru menambah kekhawatiran di kalangan karyawan. Banyak yang merasa pesimis hak-hak mereka akan terpenuhi, mengingat sisa aset perusahaan hanya sekitar Rp1 miliar. Jumlah yang dipandang tidak memadai untuk menutupi kewajiban kepada ratusan pekerja.

“Para pekerja berharap hak-hak mereka dapat dipenuhi dengan layak. Namun, dengan kondisi aset yang sangat terbatas, hal ini tampak sulit,” tambahnya.

PT Maruwa Indonesia, yang telah beroperasi sejak 1999 dan berlokasi di Kawasan Bintang Industri II, Tanjung Uncang, Batuaji, merupakan produsen Flexible Printed Circuit (FPC).

Penutupan ini terjadi akibat terhentinya pasokan bahan baku dari mitra utama di Malaysia, yang menjadi kunci dalam rantai produksi perusahaan.

Situasi tersebut membuat para karyawan merasa shock dan kecewa. Mereka menuntut kejelasan dari manajemen mengenai pemenuhan hak pesangon, upah terakhir, serta penyelesaian kontrak kerja sesuai dengan ketentuan hukum ketenagakerjaan yang berlaku.

Karyawan Protes Pemutusan Hubungan Kerja

KONFLIK antara karyawan dan manajemen PT Maruwa Indonesia di Batam makin memanas, menyusul gejolak internal yang sudah berlangsung sejak Maret 2025. Sejumlah karyawan mengeluhkan keterlambatan pembayaran gaji dan pencicilan tunjangan hari raya (THR).

Puncak ketegangan terjadi pada bulan April, ketika ratusan karyawan dirumahkan secara sepihak. Manajemen mengklaim bahwa mereka tidak memiliki dana operasional karena proyek dari mitra di Malaysia terhenti.

“Kontrak kami seharusnya berlanjut hingga September, tapi sejak April, kami dirumahkan tanpa penjelasan yang memadai,” ujar salah seorang karyawan di sana kepada media.

Situasi kian memburuk setelah manajemen gagal memenuhi janji pembayaran gaji pada 23 Mei 2025. Ratusan buruh yang menunggu berjam-jam melakukan aksi protes dengan memblokade kantor perusahaan.

“Kami dituduh tidak beretika, padahal mereka yang tidak menepati janji,” keluh seorang karyawan lainnya.

Yutaka Shibata, Komisaris PT Maruwa Indonesia, dikabarkan telah mengadakan beberapa pertemuan dengan perwakilan karyawan, namun tidak ada solusi yang dihasilkan. Kekecewaan meningkat ketika manajemen justru menghadirkan pengacara dalam pertemuan tersebut.

“Kami semakin marah karena mereka bisa membayar pengacara, tetapi tidak bisa membayar kami,” ungkap seorang pekerja perempuan.

Beberapa karyawan bahkan menyatakan kesediaan untuk menerima setengah gaji bulan April jika perusahaan tidak mampu membayar penuh. Mereka hanya menginginkan itikad baik dari manajemen.

“Kami hanya ingin hak kami. Separo pun kami terima, yang penting jelas,” tambahnya.

Protes karyawan ini juga ramai dibahas di media sosial, di mana mereka mengekspresikan frustrasi atas ketidakpastian yang mereka hadapi. Beberapa mengaku menunggu lebih dari 15 jam hanya untuk mendengar janji yang kembali dilanggar.

“Kami bukan robot; kami meminta hak kami, bukan belas kasihan!” tulis salah satu pekerja di media sosial.

Hingga berita ini diterbitkan, manajemen PT Maruwa Indonesia belum memberikan komentar resmi. Karyawan menyatakan akan terus berjuang untuk hak mereka dan mempertimbangkan langkah hukum jika situasi tidak membaik dalam waktu dekat.

(dha/ham)

Kaitan batam, jepang, malaysia, Maruwa, Phk, tanjung uncang
Admin 26 Mei 2025 26 Mei 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Kelurahan Jorok di Tanjungpinang Bakal Dapat Bendera Hitam
Artikel Selanjutnya Mediasi Manajemen PT. Maruwa Indonesia – Karyawan Belum Ada Titik Temu

APA YANG BARU?

PSG Tantang Arsenal di Partai Puncak Liga Champions Eropa
Sports 21 jam lalu 216 disimak
BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem di Kepri
Artikel 21 jam lalu 236 disimak
Ratusan WNA di Apartemen Baloi View Digerebek, Diduga Terlibat Online Scam
Artikel 22 jam lalu 244 disimak
Pengangguran di Kepulauan Riau Meningkat Tajam, Capai 75.000 Orang
Artikel 22 jam lalu 243 disimak
BUMD Kepri Disorot, Banyak yang Tidak Mencapai Target Kinerja
Artikel 2 hari lalu 339 disimak

POPULER PEKAN INI

“Di Lahan Gambir yang Rusak dan Reruntuhan Istana Riouw Lama”
Histori 5 hari lalu 582 disimak
Kedai-kedai Kopi Singapura yang Bertahan Lama
Catatan Netizen 5 hari lalu 486 disimak
Prakiraan Cuaca, Potensi Hujan Masih Terjadi di Batam dan Sekitarnya
Artikel 4 hari lalu 484 disimak
Polsek Bengkong Amankan Pelaku Pelecehan Seksual Kepada Anak Di Bawah Umur
Artikel 4 hari lalu 461 disimak
Ratusan Pengajuan UWT Warga Puskopkar Batuaji Tertahan di BP Batam
Artikel 5 hari lalu 447 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?