Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    SAR Gabungan Sisir Perairan Tanjung Budus Cari Nelayan Hilang
    2 hari lalu
    Lonjakan Malaria di Tanjungpinang, Senggarang dan Kampung Bugis Fokus Ditangani
    2 hari lalu
    Jalan Lingkar Selatan Batam Dibangun, Tahap Awal Rp15 Miliar
    2 hari lalu
    53 Dapur SPPG Batam Kembali Beroperasi Usai Dana Operasional Dicairkan
    2 hari lalu
    Kronologi Demo Mahasiswa Batam Yang Ricuh
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Liga Takraw Season 2 2026 Tuntas, Tim Juara Terima Piala dan Uang Pembinaan
    3 hari lalu
    Puluhan Ribu Calon Murid Baru SMA dan SMK di Kepri Bersaing Ketat Masuk Sekolah Negeri
    3 hari lalu
    Pelatih Iran Nilai Timnya Paling “Tertindas” di Piala Dunia 2026
    3 hari lalu
    Disdik Batam Terbitkan Surat Edaran Pengawasan Gadget Siswa
    4 hari lalu
    Mengapa Judi ‘Online’ Masih Marak Meskipun Sudah Ada Aturan Pidananya?
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pulau Benan, Lingga
    4 hari lalu
    Raja Ali ibn Daeng Kamboja (Yang Dipertuan Muda Riau V)
    5 hari lalu
    ANALISIS DATA: Cuaca Batam & Kepri Sepekan ke Depan
    7 hari lalu
    Sultan Sulaiman II Badrul Alamsyah (Sultan Riau Lingga Keempat 1857 – 1883)
    1 minggu lalu
    Penduduk Batam Kategori Miskin 3,81 persen, Lingga Tertinggi di Kepri 9 persen
    2 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    4 hari lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    5 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    6 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Proyek Estuari DAM: Pemprov Kepri Kaji Bendung Laut Senggarang

Editor Admin 1 tahun lalu 557 disimak
Ilustrasi, peta wilayah Tanjungpinang dan aliran-aliran sungainya. © JDIH Kota TanjungpinangDisediakan oleh GoWest.ID

PEMERINTAH Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sedang merancang pembangunan Estuari DAM, sebuah proyek besar senilai Rp14 triliun yang bertujuan mengubah air laut menjadi sumber air bersih bagi Pulau Bintan, Batam dan sekitarnya.

Daftar Isi
Konsep Estuari DAMKeunggulan4. Dampak Lingkungan

BERBEDA dari waduk tradisional, Estuari DAM akan dibangun dengan cara membendung lautan antara Senggarang, Tanjungpinang, dan Teluk Bintan, serta menggunakan teknologi mutakhir untuk mengolah air laut menjadi air tawar.

“Waduk ini akan mengandalkan air laut yang dibendung dan diolah menjadi air tawar. Dengan demikian, air tersebut dapat digunakan sebagai air konsumsi,” sebut Asisten II Pemprov Kepri, Luki Zaiman.

Konsep ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi potensi krisis air bersih, tidak hanya untuk Pulau Bintan, tetapi juga dapat menjangkau Batam.

Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap kajian oleh PT Moya, yang mencakup pengukuran luas area yang akan dibendung dan analisis dampak lingkungan yang komprehensif.

“Pengkajian oleh PT Moya masih berlangsung untuk menentukan luas area yang akan dibendung. Kami juga akan menilai dampak dari pembangunan Estuari DAM ini,” tambah Luki.

Dengan total investasi yang melebihi Rp14 triliun, proyek ini diperkirakan menjadi salah satu pembangunan infrastruktur terbesar dalam sejarah Kepri. Pemerintah berharap Estuari DAM akan menjadi solusi utama untuk memenuhi kebutuhan air bersih seiring pertumbuhan populasi dan aktivitas industri di kawasan tersebut.

“Investasi ini diharapkan akan bermanfaat bagi seluruh Pulau Bintan dan dapat mencakup Batam, mengingat kebutuhan air yang terus meningkat di masa depan,” katanya.

Estuari DAM adalah konsep inovatif dalam pengelolaan air yang menggabungkan teknologi modern untuk mengubah air laut menjadi air tawar. Berikut adalah beberapa poin penting mengenai Estuari DAM:

Konsep Estuari DAM

Estuari DAM berfungsi dengan membendung area laut di sekitar pulau-pulau tertentu, seperti misalnya antara Senggarang, Tanjungpinang, dan Teluk Bintan yang sedang dirancang pemprov Kepri saat ini.

Air laut yang terperangkap kemudian bisa diolah menggunakan teknologi canggih untuk menghilangkan garam, sehingga menghasilkan air tawar yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.

Proyek ini bertujuan untuk menyediakan sumber air bersih yang dapat diandalkan, terutama untuk daerah yang berisiko menghadapi krisis air bersih di masa depan.

Dengan meningkatnya populasi dan aktivitas industri, Estuari DAM diharapkan dapat memenuhi permintaan air yang terus bertambah.

Keunggulan

  • Bukan di Daratan: Berbeda dengan waduk konvensional, Estuari DAM tidak memerlukan lahan darat untuk dibangun, sehingga mengurangi dampak terhadap ekosistem darat.
  • Penyediaan Air Berkelanjutan: Menggunakan sumber daya air laut yang melimpah, proyek ini menawarkan solusi yang lebih berkelanjutan dibandingkan dengan metode penyediaan air lainnya.

4. Dampak Lingkungan

  • Sebelum pelaksanaan, analisis dampak lingkungan dilakukan untuk memastikan bahwa proyek tidak merugikan ekosistem lokal.
  • Penelitian ini juga mencakup studi tentang bagaimana membendung air laut dapat memengaruhi lingkungan sekitarnya.

Di Kepulauan Riau, konsep Estuari DAM sebenarnya sudah dilakukan, khususnya di pulau Batam. Salah satu contoh estuari DAM yang sudah beroperasi adalah DAM Duriangkang. DAM ini terletak berfungsi menyuplai air bersih bagi masyarakat Batam. DAM Tembesi juga merupakan bentuk estuari DAM lainnya yang ada di Batam.

(nes/ham)

Kaitan air bersih, batam, Duriangkang, Estuari dam, Senggarang, tanjungpinang, Tembesi, waduk
Admin 13 Juni 2025 13 Juni 2025
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Penyelundupan Narkoba Cair, WNA Malaysia Ditangkap di Pelabuhan Sri Bintan Pura
Artikel Selanjutnya Ady Indra Pawennari Bantah Lakukan Penipuan

APA YANG BARU?

SAR Gabungan Sisir Perairan Tanjung Budus Cari Nelayan Hilang
Artikel 2 hari lalu 320 disimak
Lonjakan Malaria di Tanjungpinang, Senggarang dan Kampung Bugis Fokus Ditangani
Artikel 2 hari lalu 283 disimak
Jalan Lingkar Selatan Batam Dibangun, Tahap Awal Rp15 Miliar
Artikel 2 hari lalu 330 disimak
53 Dapur SPPG Batam Kembali Beroperasi Usai Dana Operasional Dicairkan
Artikel 2 hari lalu 304 disimak
Kronologi Demo Mahasiswa Batam Yang Ricuh
Artikel 2 hari lalu 320 disimak

POPULER PEKAN INI

Polibatam Perkuat Jejaring Internasional Lewat Global Knowledge Sharing 2026
Pendidikan 6 hari lalu 672 disimak
Pendaftar Membludak, SMK Negeri 1 Batam Kelebihan Kuota Hingga 1.546 Siswa
Pendidikan 6 hari lalu 665 disimak
Mahasiswa Batam Akan Gelar Aksi 18 Juni 2026 dengan Sembilan Tuntutan “Tuntutan 45”
Artikel 6 hari lalu 620 disimak
#ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
Documentary 4 hari lalu 575 disimak
Raja Ali ibn Daeng Kamboja (Yang Dipertuan Muda Riau V)
Tokoh 5 hari lalu 562 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?