Hubungi kami di

Uang

Bank Indonesia Paparkan Lima Strategi Pulihkan Ekonomi Kepri

iqbal fadillah

Terbit

|

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Musni Hardi Karta Atmaja. Poto:@dok.GoWest.id

KEPALA Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Musni Hardi Karta Atmaja, menjelaskan strategi untuk memperkuat pemulihan ekonomi Kepri. Rumusnya adalah 1+5, dimana 1 adalah prasyarat utama yakni pengendalian Covid-19 dan lima strategi sinergi antar stakeholder.

“Lima strategi tersebut antara lain mendorong beroperasinya sektor-sektor produktif dan aman. Kemudian, akselerasi belanja pemeirntah agar multiflier effect-nya signifikan di tahun berjalan, terutama belanja modal dan bansos,” katanya baru-baru ini.

Selanjutnya, yakni mendorong daya saing investasi dan penggunaan produk UMKM lokal. Lalu, mendorong penyaluran kredit melalui penguatan kelembagaan, kelengkapan data UMKM dan kemitraan. Dan terakhir mendorong pengembangan eksosistem ekonomi dan keuangan digital terutama melalui digitalisasi UMKM dan ETP, termasuk penggunaan QRIS.

BACA JUGA :  Gojek Segera Akhiri Era "Bakar Uang"

“Dengan begitu, ekonomi Kepri bisa tumbuh di kisaran 3,25 persen sampai 4,35 persen,” ungkapnya.

Di Kepri, tiga sektor utama yang menjadi pilar utama perekonomian Kepri, yakni sektor industri pengolahan, konstruksi serta pariwisata.

Pertumbuhan ketiga sektor utama tersebut diperkirakan akan stabil atau terus meningkat, menyusul program vaksinasi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Batam.

“Ketiganya berkontribusi sebanyak 72 persen dari perekonomian Kepri tahun lalu. Industri pengolahan sebanyak 41 persen, konstruksi 19 persen dan sektor perdagangan besar, eceran, transportasi dan akomodasi yang mendukung pariwisata sebanyak 11 persen,” katanya.

*(rky/GoWest)

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook