Hubungi kami di

Berita

Belasan Buruh Tiongkok Yang Diamankan Imigrasi Mogok Makan

Zilfia Sarah

Terbit

|

BELASAN tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok/ Cina yang diamankan pihak imigrasi Bogor kembali menunjukkan sikap tak kooperatif.

Mereka ogah-ogahan saat diperiksa petugas Imigrasi Bogor. Bahkan ketika diberi makanan siap saji, para buruh asal Negeri Tirai Bambu itu menolak.

“Memang sudah dari pagi ini (kemarin, red) mereka tidak mau makan. Entah maunya mereka ini atau mau yang itu,” ujar salah satu penyidik dikutip dari JPNN.

Seharian kemarin, petugas Imigrasi masih memeriksa para buruh Tiongkok secara maraton. Kantor Imigrasi Kelas I Bogor sengaja mendatangkan seorang penerjemah untuk mempermudah pemeriksaan. Selama diperiksa, mereka ditempatkan di ruang khusus dan bukan dalam tahanan.

“Karena ruang tahanan tidak cukup. Jadi kami buat ruang staf menjadi tempat tinggal sementara buat mereka. Kami keluarkan semua meja dan komputer, biar luas,” tukas petugas tersebut.

Seperti diberitakan laman JPNN, , wajah belasan TKA Tiongkok itu tampak murung. Posisi mereka ada yang sedang mengantre di toilet, ada yang bersantai di lantai ruangan. Ketika dihampiri, wajah mereka ditutupi lengan. Dari dalam ruangan itu juga terlihat kepulan asap rokok tak henti-henti.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Bogor, Herman Lukman, mengatakan kini penyidik tengah mengusut tuntas perizinan mereka. Menurut Herman, dua WN Tiongkok yang hanya mengantongi visa kunjungan diketahui memang bukan bekerja, melainkan mengunjungi sanak famili mereka di Bogor.

“Setelah diperdalam lagi, sekarang kita dapat 18 orang yang diduga bersalah. Tapi belum tentu bersalah karena pemeriksanaan belum selesai,” katanya di laman JPNN.

Rinciannya, sebanyak 10 TKA tidak bisa menunjukkan paspor. Sedangkan delapan lainnya, memiliki paspor namun wilayah kerja tidak sesuai domisili pada kartu izin tinggal terbatas (Kitas).

“Saat ini kita sedang dalami bersama Kemenaker (Kementrian Ketenagakerjaan). Kita dalami, apakah jabatan sesuai dengan perizinan,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan Kemenaker, kata Herman, jabatan sejumlah TKA tidak sesuai dengan izin yang diberikan Direktorat Jenderal Imigrasi. Misalnya, mengaku sebagai pembisnis pada kenyataannya hanya buruh kasar,” ungkapnya.

Jika terbukti bersalah, ke-18 TKA Tiongkok itu dikenakan Pasal 71 juncto pasal 116 Undang Undang nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian. “Kita sanksi tindakan Keimigrasian, ya, kita deportasi,” tandasnya. Kendati demkian, Herman memastikan 2 Januari mendatang penyelidikan selesai. ***

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook