Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔮 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Peserta Seminar, Diskusi dan Lokakarya
    14 jam lalu
    Pertama Kali Digelar! Lomba Karaoke RW 20 “Cipta Permata Idol” Sukses Hibur Warga
    20 jam lalu
    Beban Gaji 1.800 PPPK Tekan APBD Tanjungpinang
    21 jam lalu
    Penertiban Lahan, Warga Diimbau Bongkar Mandiri Bangunan di Sagulung dan Jodoh
    22 jam lalu
    Jalan Tengku Sulung Batam Ditutup Sementara Mulai 10 September 2026
    22 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Ekspedisi Dokumentasi Prasasti Pasir Panjang 1955
    3 hari lalu
    “Absensi Digital Langsung ke WhatsApp Orang Tua’
    3 hari lalu
    Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya
    4 hari lalu
    Dari Letnan Asworth ke Brandes; Inkripsi Prasasti Budha di Karimun
    1 minggu lalu
    Pembaca Lansia
    1 minggu lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Raja Haji Abdullah ibn Raja Haji Ahmad
    2 hari lalu
    8
    Masjid Al Mubaraq, Karimun (Masjid Raja Haji Abdullah)
    4 hari lalu
    Realisasi Belanja Pemko Tanjungpinang hingga September 2026
    4 hari lalu
    Tanjung Lamun, Batam
    6 hari lalu
    Gunung Kijang, Bintan
    6 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    3 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    3 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    3 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    7 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    7 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔮 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
In Depth

Bermotor Pakai Sandal itu Berbahaya

Editor Redaksi 8 tahun lalu 2k disimak

KENDATI nyaman dan praktis, ada sejumlah risiko bila naik motor dengan menggunakan sandal. Ini berlaku bagi para pengendara motor jenis apapun.

Edo Rusyanto, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) di laman Otomania mengatakan secara hukum memang tidak ada larangan soal pakai sandal jepit, pun aturan yang mewajibkan pengendara motor pakai sepatu.

Namun, ia menekankan bahwa sandal jepit berhubungan dengan keselamatan dan kemanan berkendara, “Hanya soal kesadaran untuk meminimalkan risiko saja,” ujar Edo.

Menurutnya, risiko cedera saat pakai sandal jepit lebih besar dibanding sepatu karena tidak semua bagian kaki tertutup.

Sependapat, Hendrik Ferianto, Instruktur Safety Driving binaan Astra Honda Motor, bahkan sama sekali tidak menyarankan pakai sandal saat mengendarai motor, lebih-lebih saat hujan di mana orang biasa mengganti sepatu dengan sandal agar tak kebasahan.

Kata dia, risiko yang sama juga mengintai pengendara motor jenis skuter matik. Salah besar jika orang beranggapan pakai sandal jepit bisa lebih aman karena kaki berada di bagian dek sepeda motor.

Pasalnya, bagian kaki tetap tidak terlindungi dan berpotensi terluka karena tidak ada yang menutupi ketika pengendaranya terpisah dengan motor, semisal terjatuh.

“Ada dua hal yang jadi perhatian, pertama untuk menghindari kontak dengan aspal, dan kedua menghindari kontak dengan panas mesin,” ungkap Hendrik dilansir detikOto.

Ia menjelaskan, kaki yang terbuka tanpa perlindungan bisa saja menyentuh blok mesin yang panas sehingga mengganggu keseimbangan. Parahnya lagi, kaki yang tidak terlindungi bisa terluka parah akibat bersenggolan dengan objek lainnya.

“Pernah beberapa kejadian, pengendara yang pakai sandal jepit itu otot jarinya putus.” Ia berkisah bahwa mantan peserta pelatihannya pernah mengalami putus tiga otot jari sekaligus.

“Kakinya dia terbentur dengan pedal rem dari motor arah sebaliknya. Dia enggak terasa, tahu-tahu menggigil, pas lihat ke bawah sudah putus otot jarinya. Kalau pakai sepatu kan tidak akan kejadian seperti itu,” papar Hendrik.

Pengamat otomotif Darren Cottingham mengatakan hal seperti itu tidak mengherankan. Sebab, pakai sandal jepit saat mengemudi motor tak ubahnya bertelanjang kaki.

“Kalau enggak pakai alas kaki, nanti bisa saja saat berhenti dan kaki menapak ke tanah terlindas oleh kendaraan lain. Terlebih ada benda tajam seperti beling, paku kecil, sangat berbahaya,” imbuh instruktur Yamaha Riding Academy, Setyo Suyarko di laman viva.co.id.

Selain itu, risiko pakai sandal jepit bisa mencegah Anda menerapkan rem secara efektif. Ini termasuk pakai sandal datar dan sandal longgar lainnya.

Cuttingham menjelaskan, untuk memakainya saja Anda harus menggunakan jari-jari kaki dan menekannya agar sandal jepit tercengkeram. Sementara itu, telapak sandal jepit cenderung punya ketebalan yang minim sehingga tidak mampu menopang kaki pemakainya dan berpijak mantap di pedal.

Akibatnya, sambung Cuttingham, ada dua kemungkinan yang sama-sama membuat pengereman jadi lebih sulit.

Pertama, sandal jepit cuma sedikit bertumpu pada pedal, dan bakal lebih sedikit lagi jika kondisinya basah. Kedua, bagian depan atau samping sandal jepit berpotensi menyangkut di bawah pedal rem saat Anda menggerakkan kaki, terutama jika sandalnya kebesaran.

Dua studi tahun 2013, berupa studi simulator dan survei terhadap 1.055 pengendara oleh perusahaan asuransi Sheilas Wheels di Inggris, juga menyimpulkan bahwa sandal jepit jauh lebih berbahaya dibandingkan hak tinggi.

Menurut studi simulator, selain bertanggung jawab untuk sekitar 1,4 juta kecelakaan tiap tahun, sandal jepit membuat jarak pengereman 3,5 m lebih panjang pada 60 mph atau 0,13 detik lebih lambat ketimbang hak tinggi.

Lalu, survei menunjukkan satu dari tiga pengendara motor rutin pakai sandal jepit, dan satu dari sepuluh mengakui bahwa sandal jepit sering terperangkap di bawah pedal saat mengemudi.

Ilustrasi

Kata Cuttingham, aturan jalan raya di Inggris telah menetapkan bahwa jika ada suatu kecelakaan yang disebabkan oleh alas kaki sehingga pengendara tidak dapat berkemudi dengan benar, maka pengendara itu akan dikenakan sanksi bervariasi tergantung seberapa serius pelanggarannya, dengan tuduhan ketidakhati-hatian, kurang perhatian, dan tidak kompeten.

Bahkan, berlandaskan aturan itu, perusahaan asuransi di sana bisa sampai menolak klaim perbaikan dengan dalih pilihan sandal jepit berkontribusi pada mengemudi yang berbahaya.

Terlepas dari itu, para ahli sepakat bahwa berkendara motor pakai sepatu atau alas yang menutupi hingga mata kaki akan mengurangi risiko luka dan cedera saat terjadi kecelakaan.

“Kalau hujan, gunakan sepatu yang anti air atau sepatu khusus bikers,” tutur Setyo

Hendrik menambahkan alternatif lain yang bisa digunakan yaitu sepatu boots atau sarung hujan anti air untuk sepatu. Keduanya sudah banyak di jual di pasaran.

 

Sumber : Sindonews / Detik / viva / beritagar / dailymail

 

Kaitan bahaya, Bermotor, sandal, top
Redaksi 21 Desember 2018 21 Desember 2018
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya 28 Hari Waktu Untuk Mendaftarkan Bayi yang Baru Lahir ke BPJS Kesehatan
Artikel Selanjutnya Minta Pemerintah Intensif Promosikan Industri Digital di Batam

APA YANG BARU?

Semua Diundang! Fesmed Selat Malaka 2026 Buka Pendaftaran Peserta Seminar, Diskusi dan Lokakarya
Artikel 14 jam lalu 159 disimak
Pertama Kali Digelar! Lomba Karaoke RW 20 “Cipta Permata Idol” Sukses Hibur Warga
Artikel 20 jam lalu 556 disimak
Beban Gaji 1.800 PPPK Tekan APBD Tanjungpinang
Artikel 21 jam lalu 162 disimak
Penertiban Lahan, Warga Diimbau Bongkar Mandiri Bangunan di Sagulung dan Jodoh
Artikel 22 jam lalu 131 disimak
Jalan Tengku Sulung Batam Ditutup Sementara Mulai 10 September 2026
Artikel 22 jam lalu 168 disimak

POPULER PEKAN INI

Pertama Kali Digelar! Lomba Karaoke RW 20 “Cipta Permata Idol” Sukses Hibur Warga
Artikel 20 jam lalu 556 disimak
Batam Belum Terdampak Abu Vulkanik Krakatau
Artikel 4 hari lalu 434 disimak
Makanan Beracun, dan Bagaimana McDonald’s Menghindarinya
Catatan Netizen 4 hari lalu 383 disimak
Ribuan Penumpang di Bandara Hang Nadim Batam Terdampak
Artikel 4 hari lalu 373 disimak
Penerbangan Jakarta – Batam Dihentikan Sementara
Artikel 4 hari lalu 344 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?