Hubungi kami di

Budaya

BPNB Kepri Sosialisasikan Tahap Pengelolaan Warisan Budaya Tak Benda

Terbit

|

Peserta sosialisasi BPNB Kepri tentang tata cara pengelolaan WBTB di Hotel Harmoni One berfoto bersama. F Ist

BALAI Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Provinsi Kepri menggelar kegiatan penguatan pendidikan karakter “Kenali Budayamu Cintai Negerimu” di Harmoni One Convention Hotel & Service Apartement, Selasa (23/8/). Dalam kegiatan tersebut, Kepala BPNB Kepri, Toto Sucipto menjelaskan tentang tahap pengelolaan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Ia menyebut tahap pengelolaan WBTB dimulai dari pendaftaran praktis yakni nama karya budaya, deskripsi singkat, foto karya budaya, tanggal pendaftaran dan nama yang mendaftarkan.

Kemudian pencatatan, formulir pencatatan WBTB diupayakan terisi lengkap dan mulai melengkapi data dukung karya budaya yang bersangkutan formulir, foto, video, dan referensi atau kajian. Lalu tim ahli memberikan rekomendasi terhadap budaya tak benda yang telah diverifikasi untuk ditetapkan menjadi WBTB Indonesia dengan keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Dan Penominasian, pengusulan karya budaya untuk terdaftar di ICH-UNESCO dan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia.

“Kategori WBTB ini tradisi lisan dan ekspresi, bahasa, naskah kuno berbentuk buku, surat perjanjian, surat keluarga, surat pribadi, kitab suci, primbon, kumpulan nyanyian dalam bentuk buku, babad, ditulis pada bahan, aksara, arsip-arsip, bahasa dan tulisan yang tidak digunakan lagi, komik atau animasi dalam naskah. Lalu permainan tradisional, pantun, gurindam, syair, tembang, sajak, puisi, pojian (puji-pujian religius), syi’ir (nyanyian religius), kidung, cerita rakyat, mantera, doa, dan nyanyian rakyat,” sebutnya.

BACA JUGA :  Kehadiran Masjid Tanjak Jadi Ikon Baru Wisata Religi di Batam

Lalu ada seni pertunjukan, terdiri dari seni tari, suara, musik, teater, dan film. Serta adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan, pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta, keterampilan karajinan tradisional.

Ia mengatakan warisan budaya adalah keseluruhan peninggalan kebudayaan yang memiliki nilai penting sejarah, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan seni. Warisan budaya dimiliki bersama oleh suatu komunitas atau masyarakat dan mengalami perkembangan dari generasi ke generasi, dalam alur suatu tradisi.

“Warisan budaya takbenda seperti konsep dan teknologi sifatnya dapat berlalu dan hilang dalam waktu seiring perkembangan zaman seperti misalnya bahasa, musik, tari, upacara, serta berbagai perilaku terstruktur lain,” katanya.

Ia menyebut ada 11.153 karya budaya, telah ditetapkan sebagai WBTB Indonesia 1.528 karya budaya itu wilayah kerja BPNB Kepri. Untuk Kepri ada 324 karya budaya yang telah ditetapkan sebagai WBTB Indonesia.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata menghadiri kegiatan tersebut. Ia mengatakan masyarakat mempunyai peran penting mendaftar atau mencatat WBTB.

“Bukan hanya pemerintah, masyarakat, komunitas budaya bisa mendaftarkan Warisan Budaya Tak Benda,” katanya.

BACA JUGA :  Sepanjang 2021, Pandemi Tidak Pengaruhi Kinerja Ekspor Batam

Sebagai dasar hukum, Ardi, menyampaikan, pemerintah juga mempunyai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2018 tentang Tentang Pemajuan Kebudayaan Melayu. Selain Perda, pemerintah juga mempunyai Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), ada 10 unsur yang tercantum didalamnya seperti kuliner, olahraga tradisional, ritus, pantun dan sebagainya.

“Tugas kami mensosialisasikan budaya ini dengan baik dan harus kita angkat,” tegasnya.

Tak hanya itu, Disbudpar Kota Batam mempunyai Tim Ahli Cagar Budaya yang tersertifikasi. Artinya secara aturan melestarikan budaya Melayu sangat kuat, sehingga masyarakat tak perlu binggung dengan apa yang ditemukan dilapangan.

“Perbedaan cagar budaya dengan WBTB, misalnya Rumah Limas Potong sebagai cagar budaya, sedangkan di dalam Rumah Limas Potong namanya WBTB ada relief bernama pucuk rebung, dan lain-lain,” ucapnya.

Kota Batam mempunyai Museum Batam Raja Ali Haji sebagai destinasi wisata sejarah di Kota Batam. Pemerintah punya space intens untuk pelaku budaya.

Ardi berharap pelaku budaya, komunitas budaya di Kota Batam dapat mendokumentasikan budaya Melayu berbasis digital. “Misalnya saat pentas tari buat video, dalamnya dijelaskan apa nama gerakannya, maknanya,” pintanya (leo).

Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sebaran

Facebook

id
enid

id
enid