Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Pemeriksaan Dugaan Pungli , Kepala Imigrasi Batam Dicopot
    13 jam lalu
    Sindikat Pencurian Fasilitas Publik di Batam Dibekuk
    14 jam lalu
    Polresta Barelang Ungkap Pencurian Dengan Pemberatan Sarana Fasum di Batam
    18 jam lalu
    Pemko Batam Siap Laksanakan Kebijakan WFH 1 Hari Dalam Sepekan
    21 jam lalu
    Hadiri Halal Bihalal di Bengkong, Wako Batam Janjikan Pelebaran Jembatan
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Cerita Lokal Batam untuk Anak-Minim di Perpustakaan Kota Batam
    12 jam lalu
    Bosnia Herzegovina Gagalkan Italia ke Piala Dunia 2026
    2 hari lalu
    Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura
    5 hari lalu
    Atasi Volume Sampah di Batam, Pembangunan TPA Blok Baru di Kabil
    5 hari lalu
    Tahun 2026 Kemenag Batam Buka PMB Satu Pintu Jalur Prestasi Pada MTs Negeri
    6 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Jumlah Penduduk Beragama Islam di Kota Batam
    3 minggu lalu
    Kualitas Udara di Batam, Jumat (27/2/2026)
    1 bulan lalu
    Gunung Bekaka, Pulau Sugi – Kabupaten Karimun
    2 bulan lalu
    Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang
    2 bulan lalu
    Raja Hoesin (Raja Husin) Ibn Radja Ja’far YDM Riouw VI
    3 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    1 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    2 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    2 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    3 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    9 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Bripda Djani Dikorbankan

Editor Admin 4 tahun lalu 837 disimak

MABES Polri telah menetapkan Bharada E sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J. Setelah itu, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengumumkan bahwa Tim Khusus Polri telah memeriksa 25 anggota polisi. Sepuluh perwira polisi di antaranya dimutasi termasuk tokoh utama dalam kasus ini, Irjen Pol. Ferdy Sambo. Hasil pemeriksaan akan menentukan apakah mereka melanggar etik atau pidana.

Dalam sejarah Kepolisian setengah abad lalu terjadi kasus pembunuhan mahasiswa ITB Rene Louis Conrad oleh taruna Akabri Kepolisian. Kasus ini menjadi perhatian publik karena pelakunya bebas dengan mengorbankan anggota polisi lain.

Kejadiannya pada 6 Oktober 1970 bermula dari pertandingan sepakbola antara mahasiswa ITB melawan taruna tingkat atas Akabri Kepolisian. Pertandingan persahabatan ini digelar setelah terjadi keributan antara mahasiswa ITB dan taruna Akabri Kepolisian. Ketika itu para taruna melakukan on the job training di lapangan antara lain merazia rambut gondrong.

“Seorang taruna tanpa menyadari telah menggunting rambut seorang mahasiswa ITB. Kejadian ini berakhir dengan perkelahian,” kata Awaloedin Djamin dalam biografinya, Pengalaman Seorang Perwira Polisi. Saat itu, Irjen Pol. Awaloedin Djamin menjabat Deputi Urusan Khusus Polri yang memimpin penyelesaian kasus Rene Conrad karena Kapolri Jenderal Pol. Hoegeng Iman Santoso tengah di luar negeri.

Awaloedin menilai telah terjadi kekeliruan, mengapa taruna Akabri Polisi yang akan segera tamat dengan pangkat letnan dua harus melaksanakan on the job training dengan tugas seperti tugas tamtama atau bintara, dan mengapa mesti diadakan pertandingan sepakbola. “Cabang olahraga ini sering mengundang perkelahian,” kata Awaloedin.

Suroyo Bimantoro, salah satu taruna Akabri Kepolisian, mengatakan bahwa ide pertandingan sepakbola datang dari Kapolwiltabes yang rupanya kakak-adik dengan rektor ITB. Para taruna melalui Corps Taruna menolak karena berisiko bentrok fisik.

“Namun, usulan kami ditolak, pokoknya harus dilakukan pertandingan persahabatan itu,” kata Bimantoro dalam otobiografinya, Bermula dari Dukuh Pendorekan.

Taruna Akabri Kepolisian dengan tiga atau empat bis dan satu truk datang ke lapangan kampus ITB. Seperti yang sudah dikhawatirkan, pertandingan persahabatan itu justru berakhir dengan keributan. “Munculnya perkelahian itu memang sepele, yakni pet seorang taruna, katanya, terinjak oleh seorang mahasiswa,” kata Awaloedin.

Namun, Bimantoro yang menjadi suporter tim taruna Akabri Kepolisian, menyebut tidak terjadi perkelahian hingga pertandingan berakhir. Dia membela diri bahwa selama pertandingan terdengar ejekan bahkan makian dari suporter mahasiswa ITB. Ditambah lagi serombongan motor besar berkeliling lapangan bola yang terletak di tengah kampus ITB. “Menyadari kekuatan suporter taruna jauh lebih kecil, kami semua menahan diri,” kata Bimantoro.

Setelah pertandingan berakhir, tim taruna segera naik bis. Namun, perkelahian yang memakan korban terjadi di jalan. Pemicunya Rene Louis Conrad yang mengendarai motor besar merasa diludahi dari dalam bis, lalu menantang, “Turun kalau berani!”

“Emosi yang sejak di lapangan ditahan-tahan tak terbendung lagi. Berhamburanlah para taruna yang sudah duduk di bis,” kata Bimantoro.

“Sementara itu, berhamburan pula mahasiswa-mahasiswa ITB dari arah pintu gerbang kampus untuk bergabung dengan rombongan motor besar. Terjadilah perkelahian massal di Jalan Ganesha.”

Perkelahian itu berhasil dilerai oleh anggota Brimob. “Ada beberapa mahasiswa yang tergeletak di Jalan Ganesha termasuk Rene Conrad,” kata Bimantoro. Rene Conrad meninggal karena tembakan.

Para taruna kembali ke penampungan di Selapa (Sekolah Lanjutan Perwira) TNI AD di Hegar Maneh. Mereka diperintahkan membuat laporan, kemudian dikelompokkan, diperiksa, dan dikonsinyir. “Sampai pemeriksaan kemudian mengerucut,” kata Bimantoro.

Pemimpin para taruna Komandan Resimen Corps Taruna Sermatutar (Sersan Mayor Satu Taruna) Ferry Mailansun kemudian membuat pernyataan sikap: kalau ada di antara para taruna yang ditindak dan dikeluarkan, maka 365 taruna angkatan Waspada Akabri 70 bagian Kepolisian meminta diberhentikan. Semua menandatangani penyataan sikap itu yang disampaikan berjenjang hingga sampai Kapolri Hoegeng Iman Santoso.

Bimantoro galau, begitu juga kawan-kawannya yang lain, terbayang kalau benar diberhentikan pangkat letnan dua bakal melayang. “Saya bilang ke kawan-kawan kalau dipecat, saya akan pulang ngarit (menyabit rumput),” kata Bimantoro.

Akhirnya, dikorbankanlah seorang anggota polisi dari Brimob, Bripda Djani Maman Surjaman, yang kebetulan sedang bertugas di tempat kejadian. Mahkamah Kepolisian VII Langlangbuana menjatuhkan vonis lima tahun delapan bulan. Pembela Bripda Djani adalah Adnan Buyung Nasution. Dalam otobiografinya, Pergulatan Tanpa Henti Volume 2, Buyung menyebut Djani adalah orang kecil yang dikorbankan untuk kepentingan suatu struktur, kekuasaan yang lebih besar.

Pengadilan banding di Mahkamah Kepolisian Tinggi di Jakarta memutuskan Bripda Djani bebas dari tuduhan primer. Oleh karena itu, Djani dijatuhi vonis satu tahun enam bulan atau sama dengan lamanya dia ditahan.

Bimantoro mengakui ikut berkelahi, tapi bukan tokoh utama dalam kejadian itu. Yang jadi tersangka tapi divonis bebas adalah Nugroho Jayusman, Mulyono, Simatupang, dan Sianturi. Pada akhir kariernya, Nugroho bintang tiga (Kapolda Metro Jaya) dan kedua kawan yang lain bintang dua.

“Semua sudah selesai lama dan sudah melalui proses hukum yang terbuka. Jangan lupa, saat itu yang menjabat Kapolri adalah Pak Hoegeng yang terkenal jujur dan berintegritas tinggi,” kata Bimantoro yang kemudian menjabat Kapolri pada 2000–2001.

Dalam otobiografinya, Polisi Idaman dan Kenyataan, Hoegeng mengatakan hanya puas dalam satu hal bahwa kasus Rene Conrad tidak diputuskan secara tertutup melainkan secara terbuka menurut hukum melalui pengadilan.
Namun, Hoegeng dengan jelas menyebut “kesalahan berat dalam kasus perkelahian ini adalah digunakannya senjata api, tentunya oleh salah seorang taruna! Salah seorang taruna melepaskan tembakan sehingga Conrad akhirnya menemui ajalnya.”

(*)

Sumber: historia.id

Kaitan Bripda Djani, itb, penembakan, sepakbola
Admin 7 Agustus 2022 7 Agustus 2022
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Polri: Irjen Ferdy Sambo Bukan Ditangkap, tapi Ditempatkan Khusus
Artikel Selanjutnya Ngobrol Everywhere | Mengungkap Penanganan Masalah Sosial Bersama UPTD Nilam Suri

APA YANG BARU?

Cerita Lokal Batam untuk Anak-Minim di Perpustakaan Kota Batam
Budaya 12 jam lalu 109 disimak
Pemeriksaan Dugaan Pungli , Kepala Imigrasi Batam Dicopot
Artikel 13 jam lalu 95 disimak
Sindikat Pencurian Fasilitas Publik di Batam Dibekuk
Artikel 14 jam lalu 95 disimak
Polresta Barelang Ungkap Pencurian Dengan Pemberatan Sarana Fasum di Batam
Artikel 18 jam lalu 90 disimak
Pemko Batam Siap Laksanakan Kebijakan WFH 1 Hari Dalam Sepekan
Artikel 21 jam lalu 87 disimak

POPULER PEKAN INI

Mulai Hari Jum’at (3/04/2026) Jalan Gajah Mada (Area Hotel Vista) Ditutup Sementara
Artikel 1 hari lalu 278 disimak
Rencana Batas Belanja Pegawai 30% pada APBD 2027, Nasib PPPK Bintan Terancam
Artikel 4 hari lalu 272 disimak
Kemarau Panjang, Pemko Batam dan Warga Gelar Salat Istisqa
Artikel 5 hari lalu 255 disimak
Lonjakan Arus Balik di Pelabuhan Sekupang
Artikel 5 hari lalu 245 disimak
Tidak Ada “Kota Hantu” di Singapura
Catatan Netizen 5 hari lalu 245 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?