Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Batam-Yogyakarta Kini Bisa Terbang Langsung Tanpa Transit
    14 jam lalu
    Lupa Matikan Kompor, Dapur Warung di Tanjungpinang Ludes Terbakar
    20 jam lalu
    Sempat Ditahan di Malaysia, 4 Nelayan Asal Bintan Akhirnya Dipulangkan KJRI Johor Bahru
    21 jam lalu
    Anggaran Terbatas, Pemko Batam Baru Bisa Cover 4.000 Lansia dari 20 Ribu Target Penerima
    1 hari lalu
    Harga Emas di Batam Naik Lagi
    1 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Portugal dan Swiss Lolos Babak 16 Besar
    16 jam lalu
    Kalahkan Austria 0-3, Tim Matador isi 1 Slot di Babak 16 Besar
    1 hari lalu
    Susul Kanada dan Meksiko, Tuan Rumah Amerika Masuk Babak 16 Besar
    2 hari lalu
    Dramatis Belgia Kontra Senegal, Belgia Unggul 3-2
    2 hari lalu
    Dual Gol Harry Kane ke Gawang Kongo Bawa Inggris ke Babak Selanjutnya
    2 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    20 jam lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    21 jam lalu
    Analisis Data: Kuota Bansos di Batam dan Efektivitas Sistem Bansos Online
    24 jam lalu
    Mei 2026: Inflasi Sektor Informasi dan Komunikasi Karimun di Angka 0,1 Persen
    5 hari lalu
    Kancil/ Pelanduk (Tragulidae) di Kepulauan Riau
    7 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 minggu lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 minggu lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 minggu lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    5 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    5 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Histori

Bung Tomo Gertak Kartosoewirjo

Editor Admin 3 tahun lalu 1.3k disimak

PADA 25 Februari hingga 6 Maret 1947, kota Malang yang dingin berubah menjadi panas. Sumber utamanya adalah sidang pleno kelima Komite Nasional Indonesia Poesat (KNIP) yang berlangsung di Gedung Corcodia Societeit. Dalam sidang yang berlangsung alot dan panas itu, masing-masing kubu bersikukuh dengan pendapatnya.

“Kelompok sayap kiri yang pro pemerintah mendesak kelompok oposisi untuk menerima saja Perjanjian Linggarjati. Tentu saja desakan itu ditolak mentah-mentah,” ujar sejarawan Rushdy Hoesein.

Nyatanya, perdebatan di dalam ruangan merembet hingga ke luar. Menurut kesaksian Soetomo alias Bung Tomo, ada beberapa laskar sayap kiri pimpinan Pemoeda Sosialis Indonesia (Pesindo) melakukan teror kepada tokoh-tokoh anti-Perjanjian Linggarjati seperti Ki Hajar Dewantoro, Ali Sastroamidjojo, Wali Alfatah dan tokoh-tokoh dari Masjoemi.

Kartosoewirjo Ingin Gempur Pesindo

Aksi Pesindo itu jelas membuat kubu Hizboellah meradang. Mereka berniat akan membalas aksi teror itu dengan teror pula. Maka Kartosoewirjo, pimpinan Hizboellah dari Jawa Barat, mengirim seorang utusan kepada Bung Tomo yang merupakan koordinator gabungan laskar anti Perjanjian Linggarjati. Pesannya: dia meminta lampu hijau untuk menggempur Pesindo.

“Melihat gelagat yang sangat membahayakan tersebut, terpaksa saya menemui Kartosoewirjo pribadi,” ungkap Soetomo dalam bukunya, Sebuah Himbauan.

Bung Tomo masih ingat. Saat ditemuinya, Kartosoewirjo tengah bersiap di dekat sebuah mitraliyur milik anak buahnya. Posisi stelling mereka tak begitu jauh dari Gedung Corcodia Societeit. Sudah pasti jika perintah menembak keluar dari mulutnya, maka dipastikan perhelatan sidang KNIP itu akan berubah menjadi medan perang.

Dalam perbincangan dengan Kartosoewirjo, Bung Tomo memperingatkan jika Hizboellah nekat menyerbu orang-orang Pesindo yang berada di sekitar Gedung Concordia Societeit, itu akan menjadi efek yang buruk untuk pihak Republik Indonesia di mata internasional. Terlebih saat itu KNIP tengah bersidang.

“Saya bicara begitu karena saya tahu banyak wartawan mancanegara yang tengah meliput persidangan tersebut,” ungkap Soetomo.

Kartosoewirjo Digertak Bung Tomo

Diingatkan demikian, alih-alih menerima baik, Kartosoewirjo terlihat sangat marah. Sorot matanya yang tajam memelototi wajah Bung Tomo. Seolah menyanggah keras pendapat orang yang sejatinya adalah sekutu dia.

Tampak sikap kepala batu terbuhul dari tindak-tanduknya itu, kata Bung Tomo. Tak mau kalah gertak, Soetomo lantas mengingatkan jika Malang adalah salah satu basis terkuat laskarnya, BPRI.

Jika pertumpahan darah terjadi, dia tidak mau disalahkan karena semata-mata dia-lah yang berinisiatif mengundang Kartosoewirjo dan pasukannya datang ke Malang. “Bila sampai terjadi apa-apa di sini, nama sayalah yang akan tercoreng!” ujar Bung Tomo.

Kartosoewirjo coba menyanggah jika semua yang nanti akan terjadi merupakan tanggung jawabnya. Namun lagi-lagi Soetomo menolak keras alasan tersebut. Dia kembali mengingatkan koleganya itu akan ancaman militer Belanda yang sedang mempersiapkan sebuah serangan besar-besaran pasca Perjanjian Linggarjati disahkan oleh KNIP.

“Apakah kita akan menghadapi serangan Belanda itu nanti dalam situasi penuh perpecahan yang hendak saudara kobarkan dari kota Malang ini?!” ujarnya.

Pidato Keras dan ‘Ancaman’ Bung Hatta

Setelah perdebatan panjang, akhirnya Kartosoewirjo mau mengerti. Maka terhindarlah Malang dari banjir darah antarpendukung Republik Indonesia di awal tahun 1947 itu.

Sidang KNIP sendiri pada akhirnya ‘dimenangkan’ kubu pro Perjanjian Linggarjati. Bisa jadi hal tersebut karena pidato Wakil Presiden Mohammad Hatta yang bernada keras.

Dalam buku Nasionalisme dan Revolusi Indonesia, sejarawan George McTurnan Kahin menyatakan ketika sadar sebagian besar anggota KNIP menolak dilangsungkannya Perjanjian Linggarjati, Hatta mempersilakan para anggota KNIP untuk mencari presiden dan wakil presiden lain.

“Dia (Hatta) dan Sukarno akan terpaksa mengundurkan diri…” ungkap Kahin.

Secara politik, Perjanjian Linggarjati sendiri didukung oleh Partai Sosialis (PS), Partai Komunis Indonesia (PKI), Partai Boeroeh, Pemoeda Sosialis Indonesia (Pesindo), Partai Kristen Indonesia (Parkindo) dan Partai Katholik.

Sementara dua partai utama (PNI dan Masjoemi) menolak keras upaya diplomasi tersebut. Mereka mendapat dukungan dari Partai Moesjawarah Rakjat Banjak (Moerba), Barisan Banteng Repoeblik Indonesia (BBRI), Lasjkar Rakjat (LR), Kebaktian Rakjat Indonesia Soelawesi (KRIS), Barisan Pemberontak Rakjat Indonesia (BPRI), dan Hizboellah. (*/ade)

Sumber: Merdeka.com

Kaitan Bung Tomo, Kartosoewirjo, Perjanjian Linggarjati, sejarah
Admin 4 Januari 2023 4 Januari 2023
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Hore! Satgas: Okupansi Rumah Sakit Covid-19 di Kepri Tinggal 2 Persen
Artikel Selanjutnya Wiraraja Indonesia Segera Resmikan Pabrik Energi Baru Terbarukan

APA YANG BARU?

Batam-Yogyakarta Kini Bisa Terbang Langsung Tanpa Transit
Artikel 14 jam lalu 17 disimak
Portugal dan Swiss Lolos Babak 16 Besar
Sports 16 jam lalu 41 disimak
Lupa Matikan Kompor, Dapur Warung di Tanjungpinang Ludes Terbakar
Artikel 20 jam lalu 174 disimak
Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
Seni 20 jam lalu 150 disimak
Sempat Ditahan di Malaysia, 4 Nelayan Asal Bintan Akhirnya Dipulangkan KJRI Johor Bahru
Artikel 21 jam lalu 142 disimak

POPULER PEKAN INI

Debarkasi Haji Batam Hampir Tuntas, 10.516 Jamaah Pulang, Tinggal Kloter 25 di Madinah
Artikel 5 hari lalu 320 disimak
Lebih Mudah dan Murah, Trans Batam Resmi Layani Tujuan Bandara Hang Nadim
Artikel 4 hari lalu 315 disimak
Cuaca di Kota Batam Jum’at (3/07) Diprediksi Cerah Berawan
Artikel 2 hari lalu 295 disimak
Awal Pekan, Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Batam Turun
Artikel 5 hari lalu 290 disimak
Hari ini (1 Juli), Cuaca Batam Cerah Berawan
Artikel 3 hari lalu 271 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?