Hubungi kami di

Ini Batam

Desiminasi Informasi Untuk Tangkal Anak Nakal

Mike Wibisono

Terbit

|

BANYAK persoalan anak dan remaja yang muncul di kota Batam. Seperti balapan liar, narkoba, tawuran hingga aksi kejahatan jalanan.

Para pelakunya, selain masih remaja, juga masih berstatus sebagai siswa sekolah. Kondisi ini mengkhawatirkan.

Untuk menekan pengaruh negatif di kalangan anak dan remaja di Batam, Pemko Batam gencar menggelar kegiatan Desiminasi Informasi.

Itu merupakan kegiatan tatap muka antara aparatur negara dengan masyarakat untuk mensosialisasikan bahaya kenakalan remaja.

Kegiatan yang digelar di Kelurahan Sadai Kecamatan Bengkong kali ini adalah yang ke-13 kali. Lokasi kegiatannya dipusatkan di Posyandu RW 19 dengan tema kenakalan remaja dan pencegahannya.

Hadir dalam pembicara pada acara itu dari Binmas Polresta Balerang, Ipda Karel H dan Aiptu Agus Salim. Dalam pemaparanya, Karel menjelaskan, bagaimana peran orang tua, masyarakat dalam mencegah kenakalan remaja.

“Penduduk Batam sekarang ini, sudah ada sekitar 1,3 juta orang. Sementara Polisi sekitar 1.300 orang. Berapa bandingannya ini? Kalau tidak dibantu masyarakat luas, pencegahannya tidak akan sukses,” ujar Karel di depan puluhan kader PKK dan siswa SMA Negeri 8, pada acara tersebut, Kamis (13/10), dikutip dari laman mediacenter.batam.go.id.

Banyak kasus yang menimpa remaja Batam. Baik itu meninggal karena balapan liar, penodongan dan akhirnya di penjara, maupun pengedar narkoba.

BACA JUGA :  Pelatihan Pengelolaan Arsip di BP Batam

Bermain game di warnet kelewat batas juga termasuk kegiatan yang dapat menyebabkan remaja menjadi salah pergaulan.

“Kalau sudah main game dibatasi. Main setengah jam atau satu jam sudah. Mau menang atau kalah, ya berhenti. Kita harus tau dengan siapa kita bergaul,” lanjut Karel.

Kepada orang tua, Karel berpesan untuk memperhatikan anak-anaknya. Terkadang anak terlihat baik di rumah namun kelakuannya di luar mengkhawatirkan. Kasih sayang itu ditunjukkan sehingga anak betah dirumah.

“Kalau pulang sekolah kita harus periksa tasnya. Ajak ngobrol, sehingga anak merasa diperhatikan dan menjadi betah di rumah,”ujarnya.

Kasubid Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi Bidang Informasi Publik Kominfo Batam Muhardi menuturkan, agenda ini masuk dalam desiminasi informasi tatap muka. Untuk tahun ini dilakukan sebanyak 15 kali.

“Tema yang diangkat banyak. Tergantung permintaan dari kelurahan. Baik itu masalah narkoba, HIV/AIDS, kenakalan remaja dan lain sebagainya. Pembicaranya, memang mereka yang fokus di masalah tersebut,” katanya. ***

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook