Hubungi kami di

Pendidikan

“Digitalisasi Sekolah Mulai 2021”

ilham kurnia

Terbit

|

Ilustrasi, © shutterstock via govtech

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim bakal mengupayakan program digitalisasi sekolah pada tahun depan atau 2021.

“Jadi tahun depan digitalisasi sekolah akan menjadi tema utama,” kata Nadiem Makarim dalam Cerita di Kemenkeu Mengajar 5 yang dikutip dari akun Youtube Kemendikbud, Rabu (28/10) pekan ini.

Terkait digitalisasi sekolah, Nadiem menerangkan, wacana tersebut dilakukan untuk mengantisipasi pembelajaran secara digital seperti dilakukan selama pandemi.

“(Sebagai) persiapan, semua sekolah mempunyai gawai, yaitu laptop untuk bisa mengerjakan baik PJJ atau digitalisasi sekolah untuk dapat pelatihan terbaik, kurikulum online, dan lain-lain,” ujar Nadiem.

Rencana digitalisasi sekolah tersebut, kata Nadiem, juga menjadi langkah antisipasi jika pandemi Covid-19 masih akan berlanjut.

“Jadi kita harus antisipasi hal-hal, jangan mengira bahwa tiba-tiba saja akan hilang,” ujar Nadiem.

“Kita doakan pandemi akan berlalu, tapi kami harus siap. Itu adalah filsafat kita di Kemendikbud.”

Untuk penyediaan sarana pendidikan (peralatan TIK) digitalisasi sekolah, Kemendikbud akan menganggarkan sebesar Rp 1,175 triliun.

Nadiem mengatakan, anggaran yang cukup besar ini untuk pengadaan unit laptop bagi guru dan siswa menghadapi uji asesmen kompetensi yang direncanakan Kemendikbud berlangsung tahun depan.

“Laptop-laptop untuk mengantisipasi asesmen kompetensi tahun depan dan juga untuk memberikan TIK yang layak bagi guru-guru dan anak-anak,” kata Nadiem.

Saat ini, salah satu kebijakan yang masih berlangsung di tengah pandemi ialah bantuan kuota internet kepada siswa, guru, mahasiswa, dan dosen, untuk memfasilitasi pembelajaran jarak jauh secara daring.

Salah satu survei bahkan menyebutkan bahwa 85 persen masyarakat menilai kuota gratis adalah kebijakan yang tepat di tengah pandemi.

BACA JUGA :  Rincian Kuota Internet Gratis Untuk Siswa & Guru

“Kebijakan kuota gratis merupakan yang pertama dalam sejarah Indonesia. Penyaluran bantuan sosial berupa internet gratis diberikan ke puluhan juta orang dalam waktu kurang lebih sebulan,” katanya.

Ke depan, bahkan Nadiem mengusulkan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk membuat dompet digital siswa.

Di mana dalam nomor bantuan kuota juga disertakan layanan dompet digital untuk mempermudah distribusi bansos.

Penyesuaian Dana BOS

Dilansir dari Kompas.com, Mendikbud bersama Menteri Keuangan, Sri Mulyani dan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian juga telah mengubah skema penyaluran dana BOS reguler agar diterima langsung oleh kepala sekolah.

Ini dilakukan untuk memangkas birokrasi penyaluran anggaran yang kerap kali berujung telatnya penerima dana BOS hingga berbulan-bulan.

Bahkan, selama pandemi, mekanisme pemakaian dana BOS juga direlaksasi. Sekolah dapat menggunakan anggaran secara bebas tanpa ada restriksi yang sebelumnya diatur pemerintah.

Khusus mengenai dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk sekolah di daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T), Kemendikbud akan memperbesar alokasi anggarannya mulai tahun 2021 di mana per anak akan menerima dana BOS.

Ini dilakukan sebagai upaya keberpihakan kepada sekolah di wilayah-wilayah terpencil. Sehingga siswa di daerah 3T dan sekolah kecil di pulau-pulau daerah terluar akan mendapatkan dana BOS yang diupayakan sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Kita tambahkan hampir Rp 3 triliun tambahan dana BOS untuk akomodasi. Tidak ada yang dikurangi. Tapi di daerah 3T, sekolah kecil di pulau-pulau, daerah terluar, akan meningkat per siswanya,” ujarnya.

(*)

Sumber : Kemendikbud / Kompas

Teruskan Membaca
Advertisement
Berikan Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebaran

Facebook