Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    3.188 Warga Binaan di Kepri Terima Remisi, 36 Langsung Bebas
    9 jam lalu
    IPAM Duriangkang Alami Gangguan Listrik di Hari HUT RI ke-81
    10 jam lalu
    Pemko Batam Bersiap Evaluasi Izin Tempat Hiburan Malam
    10 jam lalu
    Bareskrim Polri Gerebek Gelper di Batam
    11 jam lalu
    Rapat Paripurna: Pemko Batam Ajukan 3 Ranperda Strategis, dari Kampung Tua hingga Pajak Daerah
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Manajemen Tua Vs Muda: di Dua Toko Grosir Battery
    9 jam lalu
    14 Tim Berlaga dalam Lomba Sampan Naga di Desa Kuala Sempang
    9 jam lalu
    Nindy, Siswi SMAN 2 Tanjungpinang yang Jadi Paskibraka Kepri
    10 jam lalu
    Tentang Orang Hutan; Suku Asli di Batam
    3 hari lalu
    17
    Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 3)
    4 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Inflasi Kota Batam Juli 2026 Stabil di Angka 3,49 Persen
    11 jam lalu
    Bandar Udara Raja Haji Abdullah, Karimun
    2 hari lalu
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    4 minggu lalu
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    1 bulan lalu
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    1 bulan lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    2 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    2 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    2 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    6 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    6 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Gelombang Eksodus Warga Wamena Belum Berhenti

Editor Admin 7 tahun lalu 909 disimak

GELOMBANG eksodus warga Wamena dari kota itu masih terus terjadi hingga hari ini, Kamis (3/10/2019).

Atas dasar alasan keamanan, mereka meninggalkan kota yang terletak di Kabupaten Jayawijaya, Papua, tersebut.

Dilansir dari laman Kumparan.com, puluhan warga di sana terlihat keluar dari Wamena dan transit di I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, pada siang ini. Mereka meninggalkan Wamena dengan menggunakan pesawat Hercules C130 milik TNI.

Sebelumnya, menurut Gubernur Sumatra Utara (Sumut), Edy Rahmayadi, hingga hari ini total ada 80 warganya yang meninggalkan kota tersebut. Itu pun yang terhitung baru di Rindam XVII Cenderawasih, Sentani. Belum di kota atau tempat lainnya.

Semua jumlah tadi merupakan bagian kecil saja dari warga Wamena yang ingin meninggalkan kotanya. Menurut Kepala Penerangan I Gusti Ngurah Rai, Kapten Sus Dani Kusdani, masih ada ribuan warga lainnya yang ingin meninggalkan Wamena.

Dani mengungkapkan, berdasarkan data yang dia peroleh, ada sekitar sembilan ribu warga dari berbagai provinsi tengah menunggu jadwal eksodus. Mereka kini mengungsi di Kodim, Polres dan Bandara di Wamena.

“Masih ada 9.000 orang di Wamena,” ungkap Dani. Total, hingga Selasa (1/10), warga yang meninggalkan Wamena melalui TNI AU mencapai 6.520 orang. Mayoritas dari jumlah itu adalah perantau ke Wamena.

Masih banyaknya warga yang ingin meninggalkan Wamena ini seperti memberi gambaran bahwa imbauan pemerintah belum berhasil. Dalam beberapa hari terakhir, pemerintah, baik di tingkat pusat mau pun daerah, menyarankan warga tak meninggalkan Wamena.

Seperti yang dilakukan Presiden Joko “Jokowi” Widodo pada Senin (30/9) kemarin. “Kita imbau agar masyarakat tidak keluar dari Wamena, karena aparat keamanan sudah bisa mengamankan,” kata Jokowi, seperti yang dikutip dari CNN Indonesia.

Pun, apa yang disampaikan oleh Bupati Jayawijaya, John Richard Banua. Menurut John, saat ini kondisi Jayawijaya, termasuk Wamena, sudah terkendali. Aparat keamanan dari TNI dan Polri menjamin keamanan masyarakat.

Bahkan, untuk membendung eksodus tersebut, John telah meminta Kodam Cenderawasih, untuk menghentikan pengiriman pesawat Hercules. “Untuk sementara Hercules jangan masuk dulu (ke Wamena),” ujar John dalam Jawapos.com.

Permintaan John ini dimaksudkan agar roda ekonomi di Wamena tetap berjalan. John juga mengimbau agar ribuan orang yang masih mengungsi di berbagai tempat tadi untuk kembali ke rumahnya masing-masing, kecuali bagi mereka yang rumahnya hancur atau terbakar.

Perihal keamanan, Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab, pun telah menggaransinya. “Percayakan kepada aparat dan pemerintah untuk keamanan di Wamena dan Papua pada umumnya,” ucap Herman.

Penyebab kerusuhan di Wamena

KASUS di Wamena ini bermula dari adanya kesalahpahaman antara salah seorang guru di SMA PGRI dan murid pada Selasa (17/9). Saat itu, cekcok terjadi di antara mereka hingga sang guru mengeluarkan kata “keras”.

Namun, kata itu terdengar seperti “kera” oleh sebagian murid. Persoalan tersebut pun diklaim telah beres. Namun, Minggu (22/9), tiba-tiba ada penyerangan ke SMA PGRI. Keesokan harinya, guru-guru menemukan banyak fasilitas yang rusak akibat serangan tersebut.

Sejak saat itu, kondisi Wamena mulai mencekam. Itulah fakta yang ditemukan di lapangan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

“Kronologi dari investigasi yang dilakukan oleh perwakilan Komnas HAM menunjukkan ada miskomunikasi,” kata Ketua Komnas HAM, Ahmad Fauzan Damanik, Senin (30/9) dalam Tempo.co.

Sejauh ini, Komnas HAM mencatat ada 31 orang korban meninggal. Serta 43 korban luka-luka yang tercatat menjadi pasien di Rumah Sakit Wamena. Sebanyak 43 korban itu, kata Damanik, banyak yang mengalami luka serius.

Pemerintah sendiri memberikan santunan kepada para korban. Besarannya, Rp15 juta per korban jiwa yang akan diberikan kepada ahli waris.

“Bantuan santunan ahli waris, kami serahkan per rekening, dari penerima manfaat, keluarganya,” ucap Menteri Sosial, Agus Gumiwang Istana Kepresidenan, Kamis (3/10).

Sumber : Kumparan / CNN Indonesia / Jawapos / Beritagar / Tempo / Detikcom

Kaitan Eksodus, rusuh, top, wamena
Admin 4 Oktober 2019 4 Oktober 2019
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Janji Transparansi Perizinan di Bawah Kendali yang Baru
Artikel Selanjutnya Batik Indonesia Harus Mendunia

APA YANG BARU?

Manajemen Tua Vs Muda: di Dua Toko Grosir Battery
Catatan Netizen 9 jam lalu 120 disimak
14 Tim Berlaga dalam Lomba Sampan Naga di Desa Kuala Sempang
Budaya 9 jam lalu 103 disimak
3.188 Warga Binaan di Kepri Terima Remisi, 36 Langsung Bebas
Artikel 9 jam lalu 108 disimak
Nindy, Siswi SMAN 2 Tanjungpinang yang Jadi Paskibraka Kepri
Pendidikan 10 jam lalu 112 disimak
IPAM Duriangkang Alami Gangguan Listrik di Hari HUT RI ke-81
Artikel 10 jam lalu 120 disimak

POPULER PEKAN INI

Ada Pekerjaan Pembersihan Pipa Distribusi, Berikut Beberapa Wilayah Terdampak
Artikel 6 hari lalu 605 disimak
Tanjungpinang Riau – Agustus 1928 & 1938 (Bagian 2)
Histori 7 hari lalu 326 disimak
Barelang Jadi Prioritas Pusat Pertumbuhan Ekonomi Melalui Program Transmigrasi Patriot
Artikel 4 hari lalu 319 disimak
Daerah Dilarang Pesta Hari Jadi Daerah
In Depth 3 hari lalu 300 disimak
Kapal Kargo Tabrak KM Putra Buluh di Perairan Bintan, 4 Nelayan Masih Hilang
Artikel 7 hari lalu 288 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?