GUBERNUR Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, berkomitmen untuk mengembangkan kawasan Gurindam 12 sebagai upaya mempercantik wajah Kota Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepri.
Untuk itu, kata Ansar, ia memastikan sejumlah proyek pendukung di sekitar kawasan Gurindam 12 yang berada di tepi laut Kota Tanjungpinang itu. Di antaranya, gedung Lembaga Adat Melayu (LAM), gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), ruang terbuka hijau, dan beberapa proyek pendukung lainnya.
“Kami ingin mengembangkan ini tujuannya agar wajah Tanjungpinang lebih cantik, lebih menarik, dan ada nilai ekonomi bagi masyarakat,” kata Ansar di Tanjungpinang, dikutip dari Antara, Jumat (22/7/2022).
Gubernur berharap masyarakat mendukung upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri serta meminta Pemko Tanjungpinang untuk memberikan pemahaman kepada masyarakatnya bahwa pengembangan kawasan Gurindam 12 bertujuan membantu upaya Tanjungpinang dalam membangun infrastruktur.
“Khusus untuk pengembangan Anjung Cahaya, akan kami bangun akau dengan kios-kios yang cantik dan representatif,” ungkap Ansar.
Dia menegaskan selama akau sedang proses pengerjaan, para pedagang di kawasan Anjung Cahaya akan direlokasi atau dipindahkan sementara ke lokasi yang sudah disediakan oleh Pemprov Kepri.
Setelah siap, katanya, pedagang yang akan berjualan di akau ke depan adalah para pedagang yang selama ini memang sudah ada di Anjung Cahaya.
“Pengelolaannya juga akan kami serahkan ke BUMD Tanjungpinang, dan otomatis pendapatannya juga akan menjadi milik Pemkot Tanjungpinang,” ujar Ansar.
Menurut dia Pemprov Kepri selama ini sudah cukup intens berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak Pemkot Tanjungpinang untuk menyukseskan program tersebut.
Bahkan sudah menyurati Pemkot Tanjungpinang untuk meminta persetujuan pengembangan kawasan Gurindam Duabelas. Seluruh isi surat itu merupakan representasi dalam upaya mengakomodir apa-apa saja yang menjadi keinginan pemkot.
“Surat sudah kami layangkan sekitar sebulan lalu dan sangat disayangkan sampai sekarang belum ada balasan. Tujuan surat itu sudah jelas, kami akan merelokasi para pedagang yang ada di Anjung Cahaya ke satu tempat yang representatif melalui pembiayaan APBD-P 2022, lalu 2023 kita bangun akau yang menarik menghadap ke laut,” ungkap Ansar.
Ia optimistis pengembangan kawasan Gurindam Duabelas tidak hanya berdampak di sisi ekonomi, tapi juga bagian dari upaya mempercantik Tanjungpinang agar makin dikenal, ikonik, dan lebih representatif.
(*)


