Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Antisipasi Amblasnya Jalan Gajah Mada, Jalur Pemakaman Tionghoa Jadi Alternatif
    10 jam lalu
    Anak Masih Dominasi Korban Kekerasan di Batam
    10 jam lalu
    Petugas Bongkar Sindikat Narkoba Malaysia di Batam, Mode Penyelundupan Pakai Kemasan Makanan
    10 jam lalu
    Warga Diminta Waspada, BMKG Meperkirakan Cuaca Batam Berubah-ubah
    23 jam lalu
    PN Batam Gelar Sidang Perdana Kasus Penganiayaan Alm. Bripda Nathanael
    2 hari lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    30 “Siswa” Lansia Pulau Buluh Kembali Menggebu di Bangku Sekolah
    10 jam lalu
    Taman Yang Hilang & Pembangunan Yang Tak Terukur
    10 jam lalu
    Volume Sampah di Batam Melonjak 35 Persen
    4 hari lalu
    Alun-Alun Engku Putri Penuh Sorak, Event FIBA 3×3 2026 Ramaikan Batam
    5 hari lalu
    Bungkam China 22-9, Belanda Juara FIBA 3×3 Women’s Series Batam 2026
    7 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pengeluaran Warga Batam Melonjak Rp3,12 Juta per Bulan/ Kapita
    1 minggu lalu
    Tun Abdul Jamal (Temenggung Johor Riau 1757 – 1802)
    2 minggu lalu
    Realisasi Belanja Pemko Batam per Juli 2026
    4 minggu lalu
    Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
    4 minggu lalu
    Pulau Los, Tanjungpinang
    4 minggu lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Limas Potong; ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’ (Documentary)
    1 bulan lalu
    “Tanjak Perkasa Alam Karimun”
    1 bulan lalu
    #ComingSoon LIMAS POTONG: ‘Cagar Budaya Separuh Hati?’
    1 bulan lalu
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    5 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    6 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔴 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Artikel

Imlek Datang, Dingkis Tak Kunjung Datang

Editor Admin 8 tahun lalu 1.9k disimak
Dingkis

IMLEK. Ikan Dingkis. Ah keduanya tak bisa dipisahkan.

Dingkis merupakan ikan yang digunakan masyarakat Tionghoa di wilayah Kepri sebagai salah satu jenis makanan untuk keperluan sembahyang. Dalam momen imlek, ikan ini bisa mencapai harga yang cukup tinggi.

Ikan Dingkis sendiri umumnya di Indonesia dikenal dengan ikan baronang.

Momen imlek memang menjadi masa-masa terbanyak ikan ini di wilayah Kepri. Namun demikian, hal itu nampaknya tidak terjadi pada Imlek 2569 tahun 2018 ini, hingga dua hari jelang imlek keberadaan ikan ini belum sebanyak di tahun-tahun sebelumnya.

“Agak kurang tahun ini, biasanya sekarang sudah banyak,” kata Kasim, 62, warga Pulau Panjang, Kalurahan Setokok, Kecamatan Galang, Batam, Rabu (14/2) seperti dilansir dari jawapos.com.

Kasim menjelaskan, pada momen imlek tahun lalu, ia bisa mendapatkan sekitar 50 kg dingkis. Jumlah itu menurutnya masih dalam kategori biasa, ada warga lain yang dapat lebih banyak bahkan mencapai ratusan kilo setiap tahunnya.

Saat ini harga ikan dingkis terbilang cukup tinggi, dalam beberapa hari terakhir mencapai angka Rp 250 per kilogram.

Warga lain, Mahatir Muhammad, 35, juga mengaku sedikit kecewa dengan kondisi sekarang. Namun demikian masih ada waktu sehari menjelang imlek yang menjadi momen terbesar tangkapan nelayan.

Dalam tiga hari terakhir ia hanya mendapatkan sekitar tiga sampai lima kilogram setiap harinya.

“Kalau untuk makan bisalah, tapi memang jauh berkurang dari tahun lalu, kalau tahun lalu kita sudah dapat banyak sekarang,” kata Mahatir.

Mahatir mengatakan, warga umumnya menggunakan kelong sebagai alat tangkap ikan di wilayah kepri. Kelong sendiri adalah jenis alat tangkap berbagai jenis biota laut yang memang banyak di Kepri.

Alat tangkap jenis ini berupa jaring dengan ukuran sedang yang dibentuk sebagai perangkap. Menggunakan kayu sebagai tulang yang menegakkan jaring-jaring, kelong ini dibentuk dengan pintu yang menjorok ke dalam sehingga biota laut yang masuk ke dalamnya tidak bisa keluar, para nelayan menyebutnya ‘Bunuh’.

Dalam satu kelong, terdapat beberapa Bunuh sehingga membentuk pintu berlapis yang semakin dalam semakin menyempit, memudahkan nelayan menangkap ikan yang sudah terperangkap.

Di bagian lain kelong, dipasang jaring mengarah ke sisi luar kelong untuk menuntun ikan masuk ke Bunuh, jaring-jaring ini disebut ‘Penajur’ yang dipasang di sisi samping dan bagian belakang kelong, dengan ukuran panjang tertentu. Semakin panjang penajur semakin baik untuk kelong.

Selain itu, masyarakat juga menangkap ikan tahunan ini dengan alat tangkap berupa penciduk. Warga melakukannya di perairan yang cenderung tidak memiliki arus. Biasanya di sekitar perairan di kawasan Rempang dan Galang (Relang).

“Biasanya kalau pakai penciduk ini mereka turun waktu malam,” jelas Mahatir.

 

(*)

Kaitan dingkis, imlek, top
Admin 15 Februari 2018 15 Februari 2018
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Cantik Itu Tak Harus Selalu Berkulit Putih
Artikel Selanjutnya Bayar Tagihan ATB Bisa di Indomaret

APA YANG BARU?

Antisipasi Amblasnya Jalan Gajah Mada, Jalur Pemakaman Tionghoa Jadi Alternatif
Artikel 10 jam lalu 129 disimak
30 “Siswa” Lansia Pulau Buluh Kembali Menggebu di Bangku Sekolah
Pendidikan 10 jam lalu 118 disimak
Anak Masih Dominasi Korban Kekerasan di Batam
Artikel 10 jam lalu 108 disimak
Petugas Bongkar Sindikat Narkoba Malaysia di Batam, Mode Penyelundupan Pakai Kemasan Makanan
Artikel 10 jam lalu 136 disimak
Taman Yang Hilang & Pembangunan Yang Tak Terukur
Catatan Netizen 10 jam lalu 140 disimak

POPULER PEKAN INI

Alun-Alun Engku Putri Penuh Sorak, Event FIBA 3×3 2026 Ramaikan Batam
Sports 5 hari lalu 357 disimak
Tanjungpinang Tembus 6 Besar Kota Termaju di Sumatera
Artikel 4 hari lalu 331 disimak
Mulai 2027, Setiap RT/ RW di Batam Punya “Kader Pajak” untuk Bantu Urus Surat Pajak
Artikel 4 hari lalu 309 disimak
Aksi Pencurian Berulang di Indomaret RSBP Batam Berakhir Damai melalui Mediasi
Artikel 4 hari lalu 308 disimak
Volume Sampah di Batam Melonjak 35 Persen
Lingkungan 4 hari lalu 301 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?