DINAS Pendidikan (Disdik) Kota Batam menyiapkan bantuan subsidi biaya pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang tidak tertampung di sekolah negeri. Bantuan ini kemudian ditujukan untuk siswa yang melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Disdik Kota Batam, Yusal, menyebutkan bahwa subsidi tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam.
“Untuk siswa SD, bantuan yang diberikan sebesar Rp300 ribu per bulan. Sedangkan siswa SMP menerima Rp400 ribu per bulan,” sebut Yusal.
Menurut Yusal, bantuan akan diberikan melalui proses verifikasi dengan sejumlah syarat yang ditetapkan agar tepat sasaran. Calon penerima harus terlebih dahulu mendaftar ke sekolah negeri melalui SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru), namun dinyatakan tidak tertampung. Setelah itu, siswa diarahkan untuk bersekolah di sekolah swasta dan dapat diusulkan sebagai penerima subsidi.
Selain itu, penerima bantuan dibatasi untuk siswa dari keluarga kurang mampu yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yakni pada desil 1 hingga desil 5.
Yusal menambahkan, status penerima dapat berubah seiring pembaruan data DTSEN. Jika hasil pembaruan data menunjukkan penerima sebelumnya berada di desil 5 lalu berubah ke desil 6, maka yang bersangkutan tidak lagi berhak menerima bantuan. Sebaliknya, bila penerima yang sebelumnya berada di desil 6 kemudian masuk desil 5, sekolah dapat mengusulkan kembali kepada Disdik Batam.
Usulan penerima, kata Yusal, diajukan oleh pihak sekolah dan kemudian diverifikasi oleh Disdik Batam sebelum ditetapkan sebagai penerima manfaat. Program subsidi ini sudah berjalan sejak tahun ajaran lalu dan kini memasuki tahun kedua pelaksanaan.
Ia menyebut jumlah penerima terus meningkat. Saat ini, bantuan subsidi bagi siswa SD telah diberikan kepada lebih dari 500 siswa, sedangkan untuk tingkat SMP sekitar 200 siswa.
Di sisi lain, Disdik Batam juga menyiapkan program seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru kelas 1 SD dan kelas 7 SMP, baik yang bersekolah di negeri maupun swasta. Yusal mengatakan program tersebut masih dalam proses, dan Disdik menunggu data hasil SPMB untuk tahap pengadaan.
(dha)


