MINAT masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke SMK Negeri 1 Batam terus meningkat. Pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, jumlah pendaftar tercatat sebanyak 2.506 siswa, sementara sekolah hanya memiliki daya tampung 960 siswa. Dengan demikian, terdapat selisih pendaftar lebih tinggi dari kuota, yakni 1.546 siswa.
Kepala SMK Negeri 1 Batam, Deden Suryana, menilai lonjakan jumlah pendaftar sebagai indikator kuat kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. Ia menyebut, angka tahun ini juga naik dibanding tahun lalu yang mencapai 2.250 pendaftar.
“Jumlah pendaftar tahun ini meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun lalu. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap SMKN 1 Batam masih sangat tinggi,” sebutnya.
Deden menambahkan, dari berbagai program keahlian yang dibuka, Teknik Elektronik Industri menjadi jurusan paling diminati dengan 625 pendaftar. Disusul Teknik Pengelasan sebanyak 575 pendaftar, Teknik Pemesinan 453 pendaftar, Teknik Otomasi Industri 310 pendaftar, serta Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) dengan 299 pendaftar.
Ia juga menyampaikan, hingga hari ketiga pendaftaran, jumlah calon siswa yang mendaftar sudah mendekati tiga kali lipat dari kapasitas sekolah. Hal ini menunjukkan persaingan masuk sekolah negeri semakin ketat.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau ikut menyoroti tingginya animo pendaftar. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Wilayah Batam, Kasdianto, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan terkait calon siswa yang kemungkinan tidak tertampung di pilihan utama. Ia mengaku belum memiliki data detail, namun dari informasi sementara masih banyak siswa yang cenderung memilih sekolah-sekolah yang dianggap favorit.
Kasdianto menjelaskan, mekanisme seleksi dalam SPMB memungkinkan calon siswa yang tidak diterima di pilihan pertama untuk mengikuti proses pada pilihan berikutnya sesuai jalur dan ketentuan yang berlaku. Setelah pengumuman, siswa dapat bergeser ke pilihan kedua atau selanjutnya dan sistem akan menempatkan sesuai ketersediaan kuota.
Meski demikian, pemerintah menegaskan kapasitas pendidikan di Kota Batam secara umum masih memadai. Selain sekolah negeri, terdapat sekolah swasta yang juga siap menampung peserta didik.
“Secara umum siswa tetap bisa tertampung karena ada sekolah swasta yang juga menjadi pilihan bagi masyarakat,” kata Kasdianto.
Untuk memudahkan orang tua dan calon siswa selama proses penerimaan berlangsung, Dinas Pendidikan Kepri Cabang Batam turut membuka layanan informasi. Langkah ini diharapkan membantu masyarakat memperoleh kejelasan terkait alur dan tahapan pendaftaran.
(dha)


