Connect with us

Khas

Jelang New Normal, Pemko Buat Kesepakatan Bersama Dengan Dunia Usaha, Tokoh Agama dan Ormas

iqbal fadillah

Published

on

Walikota/ Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi menandatangani naskah Kesepakatan Bersama Pembatasan Aktifitas Masyarakat (PAM) seusai Rakor Bersama Penanganan Covid-19, Rabu (27/05). Photo : GoWest Indonesia

KETUA Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam yang juga Menjabat Walikota Batam, Muhammad Rudi, menggelar Rapat Kordinasi Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Batam dengan agenda utama Persiapan dan Sosialisasi Penerapan Kebijakan New Normal selama Pandemi Covid-19 di Kota Batam, di Dataran Engku Putri Batam Centre, Rabu (27/05).

Dalam rapat yang juga dihadiri oleh Plt. Gubernur Kepri, Isdianto dan sejumlah pejabat Forkopimda Provinsi Kepri dan Kota Batam serta Ketua DPRD Kota Batam ini, Muhammad Rudi menjelaskan, persiapan menyambut new normal di Kota Batam dilakukan dalam bentuk kegiatan Pembatasan Aktivitas Masyarakat (PAM). PAM ini sendiri merupakan bentuk pengawasan terhadap aktivitas di masyarakat, dimana setiap aktivitas masyarakat harus mengikuti protokol kesehatan yang digaungkan oleh pemerintah pusat. Utamanya kewajiban memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Pada prosesnya, PAM akan berjalan lebih ketat dengan menuntut kesepakatan melalui surat perjanjian untuk taat menjalankan protokol kesehatan. Jika tidak, maka akan ada sanksi dari tim yang bertugas di lapangan. Ada sebanyak 31 pihak, mulai dari lembaga agama, asosiasi dunia usaha, FKPD, dan organisasi masyarakat (Ormas) yang membuat kesepakatan bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam.

“Semua saya kumpulkan, untuk mau membuat perjanjian atau kesepakatan bersama, termasuk dunia usaha yang wajib memenuhi protokol kesehatan untuk kegiatan industri yang berjalan. Kalau tidak, jangan salahkan kami jika nanti akan ditutup,” kata Rudi dalam rapat bersama yang juga dihadiri oleh tokoh-tokoh agama dari berbagai lintas agama yang ada dan dari kalangan dunia industri serta pengusaha.

Nantinya, akan ada sekitar 3.000 petugas yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam yang akan mengawasi sekitar 1 juta jiwa masyarakat batam yang ada di 9 dari 12 Kecamatan yang akan diterapkan PAM. Ribuan petugas ini adalah pegawai Pemkot Batam, BP Batam, TNI dan Polri yang dikerahkan untuk mendukung upaya menyambut new normal ini.

“Kami berharap dukungan dari semuanya. Karena tak mungkin hanya mengandalkan kami (pemerintah) sendirian untuk menghadapi masalah ini. Jadi mulai besok sampai menjelang tanggal 15 Juni, yuk kita sama-sama untuk mendisiplinkan diri mematuhi protokoler kesehatan” tambah Rudi.

Pada prosesnya, PAM ini akan mulai diberlakukan sejak 28 Mei hingga 14 Juni 2020 atau sehari sebelum kebijakan new normal diterapkan untuk wilayah Batam.

Plt. Gubernur Kepri, Isdianto mengaku akan mendukung upaya Pemko Batam dalam mengendalikan penyebaran Covid-19 menjelang penerapan new normal ini. Pihaknya sudah menyiapkan posko Tim Gugus Tugas Covid-19 Kepri di Kota Batam untuk mendukung kerja petugas di Batam. Tidak itu saja, pihaknya sudah menyiapkan tenaga medis sebanyak 21 orang dan Satpol PP.

“Saya berikan apresiasi dan dukungan sepenuhnya atas langkah dan kebijakan yang akan diambil oleh Walikota Batam. Tadi juga bertemu dengan Wakapolda Kepri, dan Dandrem, alhamdulilah mereka mau membantu untuk petugasnya di Batam,” kata Isdianto.

*(Bob/GoWestId)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *