Connect with us

Ini Batam

Rudi : Hanya Kota Batam Yang Berani Melakukan Pencarian Warga Bergejala Covid-19

iqbal fadillah

Published

on

Walikota/ Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi memberikan penjelasan saat Rapat Kordinasi Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam terkait rencana pemberlakuan kebijakan New Normal, pada Rabu (27/05). Photo : GoWest Indonesia

WALI Kota Batam, Muhammad Rudi mengaku akan terus melakukan penyisiran terhadap warga Batam yang bergejala Covid-19 untuk dapat segera dilakukan tidakan medis. Rudi menjelaskan, penyisiran yang dilakukan merupakan bentuk keseriusan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam untuk segera mengakhiri sebaran Covid-19 di Batam, utamanya di 9 Kecamatan utama dari 12 kecamatan yang ada di Batam.

Dalam kegiatan Rapat Kordinasi Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam yang digelar pada Rabu (27/05) siang tadi, Rudi menjelaskan kebijakan melakukan penyisiran ini merupakan langkah berani yang tidak dilakukan oleh kota lain di Indonesia. Karena kebijakan ini memerlukan biaya besar dan butuh dukungan personil yang juga mumpuni. Batam sendiri diharapkan bisa terus optimal demi tercapainya penyelesaian Covid-19 di Batam.

Dibandingkan dengan daerah tingkat dua yang lain di Kepulauan Riau atau Indonesia, Pemerintah Kota Batam dalam hal ini Gugus Tugas Penanganan Covid-19 adalah satu-satunya yang melakukan pencarian (tracing) orang yang terpapar virus tersebut.

“Satu-satunya yang menyisir ke lapangan hanya kota Batam, kami mencari orang sakit, tidak seperti didaerah lain, yang menunggu orang sakit. Maka biaya yang dikeluarkan oleh kami cukup besar. Tiap hari anggota ke lapangan mencari warga yang bergejala, sekitar 1 juta jiwa kita sisir, jadi yang bertambah hari ini adalah hasil penyisiran kami,” kata Rudi di Alun-alun Engku Putri Batam Centre, Batam pada Rabu (27/5) siang.

Langkah penyisiran itu tetap dilakukan di tengah persiapan Batam menyambut pemberlakukan tatanan kehidupan normal baru (New Normal) melalui kegiatan Pembatasan Aktivitas Masyarakat (PAM).

Rudi menjelaskan, pihaknya mampu melakukan penyisiran selama hampir 2 bulan lebih ini, berkat dukungan banyak pihak, termasuk dunia usaha dan pemerintah Provinsi Kepri dan pusat yang mendukung menyediakan kelengkapan alat pendukung yang diperlukan. Seperti PCR, Regensia, VTM, APD, dan sejumlah pendukung lainnya.

Data terbaru yang dikeluarkan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, pada Rabu (27/5) hari ini, ada tambahan kasus positif Covid-19 di Batam sebanyak 13 orang, sehari sebelumnya terjadi penambahan sebanyak 6 orang. Sehingga total pasien positif Covid-19 di Kota Batam sudah menyentuh angka 109 orang. Dengan perincian sembuh sebanyak 35 orang; Meninggal sebanyak 10 orang; dan dalam perawatan sebanyak 64 orang tersebar di rumah sakit rujukan di Kota Batam.

Terkait dengan langkah strategis yang dilakukan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Plt Gubernur Kepri mengaku cukup senang dengan apa yang dilakukan oleh tim yang dikepalai Wali Kota sekaligus Kepala Badan Pengusahaan Batam tersebut. Isdianto menjelaskan kalau pihaknya tidak menyangkal kalau daerah lain di Kepri belum bisa menerapkan kebijakan penyisiran seperti Batam karena masih terbatas dengan berbagai kelengkapan pendukungnya.

*(Bob/GoWestId)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *