Dengan mengakses situs GoWest.ID, anda setuju dengan kebijakan privasi dan ketentuan penggunaannya.
Setuju
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔮 Live Streaming!
  • Reportase
    ReportaseSimak lebih lanjut
    Siswa SMA Keluarga Mampu Bisa Tidak Lagi Jadi Prioritas Penerima MBG
    9 jam lalu
    ‘Rayap Besi’ Tutup Drainase di Terowongan Pelita Tertangkap
    10 jam lalu
    Data Pendaftar SPMB Batam Diduga Bocor
    10 jam lalu
    Tiga Orang Diamankan BNNP Kepri Terkait Peredaran Vape Mengandung Narkoba
    18 jam lalu
    Pelaku UMKM Kawasan Mega Legenda Diberi Waktu Relokasi Mandiri Hingga Akhir Tahun
    19 jam lalu
  • Ragam
    RagamSimak lebih lanjut
    Mengapa Judi ‘Online’ Masih Marak Meskipun Sudah Ada Aturan Pidananya?
    3 menit lalu
    Jangan Pakai Sepatu Lari: Untuk Jalan-jalan
    22 menit lalu
    Polibatam Perkuat Jejaring Internasional Lewat Global Knowledge Sharing 2026
    2 hari lalu
    Pendaftar Membludak, SMK Negeri 1 Batam Kelebihan Kuota Hingga 1.546 Siswa
    2 hari lalu
    Parade Kemilau Nusantara Kepri 2026
    3 hari lalu
  • Data
    DataSimak lebih lanjut
    Pulau Benan, Lingga
    30 menit lalu
    Raja Ali ibn Daeng Kamboja (Yang Dipertuan Muda Riau V)
    21 jam lalu
    ANALISIS DATA: Cuaca Batam & Kepri Sepekan ke Depan
    3 hari lalu
    Sultan Sulaiman II Badrul Alamsyah (Sultan Riau Lingga Keempat 1857 – 1883)
    5 hari lalu
    Penduduk Batam Kategori Miskin 3,81 persen, Lingga Tertinggi di Kepri 9 persen
    6 hari lalu
  • Program
    ProgramSimak lebih lanjut
    Durai – Selat Gelam : “Jejak Masa Lalu & Alam yang Bersahabat”
    4 bulan lalu
    Moro – Sugi: “Surga Alam yang Tersembunyi”
    4 bulan lalu
    “Kundur & Buru – Pesona dan Tradisi”
    5 bulan lalu
    “Karimun Besar – Harmoni Alam & Budaya”
    5 bulan lalu
    #Full Hendrik; Pujakesuma di DPRD Batam
    11 bulan lalu
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
TELUSUR
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Notifikasi Simak lebih lanjut
Aa
Aa
GoWest.IDGoWest.ID
  • 🔮 Live Streaming!
  • Reportase
  • Ragam
  • Program
  • Data
  • Reportase
    • Artikel
    • Serial
    • In Depth
    • Berita Video
    • Cerita Foto
    • Live!
  • Ragam
    • Budaya
    • Pendidikan
    • Lingkungan
    • Sports
    • Histori
    • Catatan Netizen
  • Data
    • Infrastruktur
    • Industri
    • Statistik
    • Kode Pos
    • Rumah Sakit
    • Rumah Susun
    • Tokoh
    • Wilayah
    • Situs Sejarah
    • Seni
  • Partner
    • VOA Indonesia
    • BenarNews.org
  • Yang Lain
    • Tentang Kami
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
  • Advertorial
© 2025 Indonesia Multimedia GoWest. All Rights Reserved.
Pilihan gowest.id

KEREN! Plester Luka Kencur Karya Mahasiswa Surabaya

Editor Redaksi 10 tahun lalu 5.9k disimak
Foto : sheradiofm.com

PENYEMBUHAN luka dengan bahan herbal sudah diketahui aman tanpa efek samping. Baru-baru ini, enam mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) menciptakan plester atau patch topical anti-inflamasi dengan bahan dasar kencur.

Plester ini berbentuk gel bening yang penggunaannya ditempelkan ke kulit.

”Masyarakat tahu kencur memiliki banyak manfaat, kami ingin mengolah dan mengemasnya dengan cara yang unik. Patch inovasi kami ini mampu mengobati gejala peradangan pada tubuh dengan penghantaran melalui kulit,” kata Desy Fatmawati, satu diantara enam mahasiswa tersebut dilansir dari sheradiofm.com.

Kencur dikenal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, satu di antaranya untuk meringankan tanda dan gejala peradangan atau anti-inflamasi. Biasanya obat anti-inflamasi ini hadir dalam bentuk tablet, kapsul, ataupun krim oles.

Setiap bentuk memiliki sisi kekurangan dan kelebihan, pada patch kencur kelebihannya adalah praktis, nyaman digunakan dan lebih aman daripada obat yang harus ditelan. Pada umumnya obat antiinflamasi yang beredar juga memiliki efek samping mengakibatkan nyeri lambung.

Inovasi patch kencur hadir sebagai alternatif pengobatan yang praktis karena tinggal ditempel dan tahan beberapa hari serta minim efek samping. Tantangannya adalah bagaimana memastikan efek obat yang dimiliki oleh kencur tersebut benar-benar terserap masuk ke dalam kulit penggunanya. Untuk itulah, keenam mahasiswa ini melakukan penelitian untuk meningkatkan efektifitas patch kencur inovasi mereka di bawah bimbingan Dr. drh. Iwan Syahrial, M.Si dan Lucia Hendriati, S.Si., M.Sc., Apt.

”Awalnya kami mendapatkan ide untuk inovasi ini karena melihat obat tradisonal, seperti parem untuk mengurangi bengkak dirasa kurang praktis dan meninggalkan ampas pada kulit,’ kata Amalia Septia saat diwawancara.

Kandungan utama dari parem adalah kencur, sehingga kami ingin membuat sediaan parem tersebut menjadi lebih praktis, mudah digunakan dengan efektifitas yang jauh lebih baik dibandingkan sediaan parem biasa. Maka, kami berenam memiliki ide untuk memformulasikan tanaman kencur kedalam sediaan patch topikal.

Diharapkan dengan sediaan patch topikal ini, khasiat kencur semakin efektif dan praktis.
Amalia menjelaskan, dalam pembuatan patch salah satu hal penting yang harus dipertimbangkan adalah jenis enhancer atau bahan yang meningkatkan penetrasi obat yang dipakai dalam formulasi.

”Enhancer berpengaruh terhadap penetrasi (masuknya) obat ke dalam kulit,” ujarnya. Ia menambahkan, salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan penetrasi obat ke kulit adalah dengan adanya penambahan enhancer jenis surfaktan dalam formulasi. Surfaktan memiliki sifat menurunkan tegangan permukaan dengan cara menyerap pada permukaan suatu cairan,” kata Amalia.

Pada awal pembuatan, keenam mahasiswa ini membutuhkan waktu selama satu bulan hingga menemukan formulasi yang tepat. Desy Fatmawati, menuturkan bahan-bahan yang digunakan dalam proses pembuatan pacth tersebut adalah ekstrak etanol kencur, karagenan, Na Lauryl Sulfat, HPMC, Propelin Glikol, Aquadest, Alkohol, kasa perekat, NaCl, cat wright stain, Dapar Fosfat serta mencit sebagai hewan uji coba.

”Langkah awal, kami membersihkan kencur, dipilah, kemudian dipotong tidak terlalu tebal,” kata Desy. Selanjutnya dilakukan pengambilan sari kencur dengan metode ekstraksi maserasi. Ekstrak kencur dicampur etanol dan didiamkan selama 24 jam sambil sesekali diaduk. Kemudian, esktrak etanol kencur dicampurkan dengan propilen glikol lalu diaduk.

Desy dan teman-temannya juga mengembangkan HPMC selama 24 jam hingga membentuk koloid atau semacam gel kental, lalu ditambahkan campuran ekstrak etanol kencur dan diaduk hingga tercampur rata. ”Kemudian Na Lauryl Sulfat dimasukkan perlahan sambil diaduk,” kata Desy menjelaskan.

Setelah semua tercampur merata, langkah selanjutnya adalah menuangkan ke dalam cawan petri berdiameter 9cm dan didiamkan pada suhu kamar selama dua hari. ”Hal tersebut dilakukan untuk menguapkan etanol 70% dan menghilangkan udara tambahan yang terperangkap,” kata Desy. Langkah terakhir, adalah mengeringkan semua bahan yang sudah tercampur tersebut ke dalam oven dengan suhu 40 derajat Celcius hingga berbentuk lapisan film.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enhancer dalam patch topical ekstrak etanol kencur dapat meningkatkan penetrasi ekstrak ke dalam kulit. ”Sehingga memiliki efek anti inflamasi yang lebih baik daripada produk antiinflamasi dalam sediaan topikal yang sudah ada di pasaran,” lanjut Desy. Hasil olahan Desy dan teman-temannya ini juga memiliki kandungan yang lebih baik dan berbeda signifikan jika dibandingkan dengan formula yang tidak mengandung enhancer. ***

Kaitan kencur, mahasiswa, plester luka, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Redaksi 22 September 2016 22 September 2016
Apa yang anda pikirkan
Suka sekali0
Sedih0
Gembira0
Tal peduli0
Marah0
Masa bodoh0
Geli0
Artikel Sebelumnya Rumah Yang Jadi Lapak Judi di Medan Timur Dirobohkan
Artikel Selanjutnya Pasangan Sandiaga Diumumkan Besok

APA YANG BARU?

Mengapa Judi ‘Online’ Masih Marak Meskipun Sudah Ada Aturan Pidananya?
Catatan Netizen 3 menit lalu 31 disimak
Jangan Pakai Sepatu Lari: Untuk Jalan-jalan
Catatan Netizen 22 menit lalu 49 disimak
Pulau Benan, Lingga
Wilayah 30 menit lalu 47 disimak
Siswa SMA Keluarga Mampu Bisa Tidak Lagi Jadi Prioritas Penerima MBG
Artikel 9 jam lalu 141 disimak
‘Rayap Besi’ Tutup Drainase di Terowongan Pelita Tertangkap
Artikel 10 jam lalu 141 disimak

POPULER PEKAN INI

Penduduk Batam Kategori Miskin 3,81 persen, Lingga Tertinggi di Kepri 9 persen
Statistik 6 hari lalu 623 disimak
Kalah Dari Australia, Nova Arianto Segera Evaluasi Tim Garuda Muda
Sports 5 hari lalu 599 disimak
ANALISIS DATA: Cuaca Batam & Kepri Sepekan ke Depan
Statistik 3 hari lalu 562 disimak
Proyek Jembatan Batam–Bintan Senilai Rp17 Triliun Masih Mandek, Investor Belum Ada
Artikel 4 hari lalu 538 disimak
Gagal ke Final, Tim Garuda U19 Kalah Tipis dari Australia
Sports 5 hari lalu 536 disimak
- Pariwara -
Ad imageAd image
about us

Kami berusaha menjadi CITIZEN yang netral dan objektif dalam menyampaikan pandangan serta pikiran tentang apapun di dunia ini.

  • Privacy Policy
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
Ikuti Kami
© Indonesia Multimedia GoWest 2026. All Rights Reserved.
adbanner
AdBlock Detected
Our site is an advertising supported site. Please whitelist to support our site.
Okay, I'll Whitelist
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?